Membantu Anak Mengekspresikan Amarah Dan Mengendalikannya

DNKindergarten, 12/05

Ketika anak marah, kadang anak merasa bingung untuk mengekspresikan amarahnya. Namun, anak yang terkadang terlalu bebas amarahnya dan selalu dimengerti sehingga sukar mengendalikannya.

Menurut Dr. Elisabeth Hurlock, pengendalian emosi sangat penting karena alasan :

Pertama, masyarakat mengharapkan anak untuk belajar mengendalikan emosi dan masyarakat menilai apakah anak berhasil melakukannya. Kedua, pola ekspresi emosi termasuk amarah telah dipelajari anak sejak kecil. Semakin dini anak belajar mengendalikan emosinya, semakin mudah ia mengendalikannya di masa mendatang.

Langkah selanjutnya adalah menyelipkan nasihat kita ke dalam pengertian si anak yang mulai terbentuk dalam emosinya.

1. Coba ingatkan anak saat marah secara negative.

2. Ingatkan anak bagaimana mengatasi emosinya. Misal dengan berkata ‘Eh adik, masih ingat tidak kalau marah sebaiknya ngapain?’

3. Ajarkan cara positif untuk mengendalikan kemarahan, misalnya :

***Menggambar, mencorat-coret kertas, mewarnai gambar untuk menunjukkan kemarahannya.

***Merobek-robek kertas dan membuangnya jauh-jauh.

***Berteriak di tempat sepi.

***Melemparkan batu jauh-jauh ke sungai atau laut.

***Ajarkan anak melakukan relaksasi, seperti menghela nafas panjang dan menghembuskannya di saat amarahnya memuncak.

***Tunjukkan pula pada anak bahwa kita akan selalu siap dan rela mendengarkan keluhannya saat marah, sepanjang dia mengekspresikan amarahnya secara positif.

Sumber : Erlangga for Kids

(sita,[email protected])