Melatih Balita Berbicara
Menu

Melatih Balita Berbicara

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Darunnajahkindergarten, 28/4

Balita adalah Bawah Lima Tahun merupakan salah satu periode usia manusia setelah bayi sebelum anak awal. Rentang usia balita dimulai dari dua sampai dengan lima tahun,atau biasa digunakan perhitungan bulan yaitu usia 24-60 bulan. Periode usia ini disebut juga sebagai usia prasekolanh

Perkembangan fisik

Perkembangan psikologis

Psikomotor

Terjadi perubahan yang cukup drastis dari kemampuan psikomotor balita yang mulai terampil dalam pergerakannya (lokomotion). Mulai melatih kemampuan motorik kasar misalnya berlari, memanjat, melompat, berguling, berjinjit, menggenggam, melempar yang berguna untuk mengelola keseimbangan tubuh dan mempertahankan rentang atensi.

Pada akhir periode balita kemampuan motorik halus anak juga mulai terlatih seperti meronce, menulis, menggambar, menggunakan gerakan pincer yaitu memegang benda dengan hanya menggunakan jari telunjuk dan ibu jari seperti memegang alat tulis atau mencubit serta memegang sendok dan menyuapkan makanan kemulutnya, mengikat tali sepatu.

Aturan

Pada masa balita adalah saatnya dilakukan latihan mengendalikan diri atau biasa disebut sebagai toilet training. Freud mengatakan bahwa pada usia ini individu mulai berlatih untuk mengikuti aturan melalui proses penahanan keinginan untuk membuang kotoran.

Kognitif

  • Pada periode usia ini pemahaman terhadap obyek telah lebih ajeg. Balita memahami bahwa obyek yang diaembunyikan masih tetap ada, dan akan mengetahui keberadaan obyek tersebut jika proses penyembunyian terlihat oleh mereka. Akan tetapi jika prose penghilangan obyek tidak terlihat, balita mengetahui benda tersebut masih ada, namun tidak mengetahui dengan tepat letak obyek tersebut. Balita akan mencari pada tempat terakhir ia melihat obyek tersebut. Oleh karena itu pada permainan sulap sederhana, balita masih kesulitan untuk membuat prediksi tempat persembunyian obyek sulap.
  • Kemampuan bahasa balita bertumbuh dengan pesat. Pada periode awal balita yaitu usia dua tahun kosa kata rata-rata balita adalah 50 kata, pada usia lima tahun telah menjadi diatas 1000 kosa kata. Pada usia tiga tahun balita mulai berbicara dengan kalimat sederhana berisi tiga kata dan mulai mempelajari tata bahasa dari bahasa ibunya.
    contoh kalimat
    Usia 24 bulan: “Haus, minum”
    Usia 36 bulan:”Aku haus minta minum”

Sosial dan individu

Pada periode usia ini balita mulai belajar berinteraksi dengan lingkungan sosial diluar keluarga, pada awal masa balita, bermain bersama berarti bersama-sama berada pada suatu tempat dengan sebaya, namun tidak bersama-sama dalam satu permainan interaktif. Pada akhir masa balita, bermain bersama berarti melakukan kegiatan bersama-sama dengan melibatkan aturan permainan dan pembagian peran.

Balita mulai memahami dirinya sebagai individu yang memiliki atribut tertentu seperti nama, jenis kelamin, mulai merasa berbeda dengan orang lain dilingkungannya. Mekanisme perkembangan ego yang drastis untuk membedakan dirinya dengan individu lain ditandai oleh kepemilikan yang tinggi terhadap barang pribadi maupun orang signifikannya sehingga pada usia ini balita sulit untuk dapat berbagi dengan orang lain.

Proses pembedaan diri dengan orang lain atau individuasi juga menyebabkan anak pada usia tiga atau empat tahun memasuki periode negativistik sebagai salah satu bentuk latihan untuk mandiri.

 

Pendidikan dan pengembangan

Cara belajar yang dilakukan pada usia prasekolah ini melalui bermain serta rangsang dari lingkungannya, terutama lingkungan rumah. Terdapat pula pendidikan di luar rumah yang melakukan kegiatan belajar lebih terprogram dan terstruktur, walau tidak selamanya lebih baik.

Bermain

  • Permainan peran, melatih kemampuan pemahaman sosial
    contoh: permainan sekolah, dokter-dokteran, ruman-rumahan dll
  • Permainan imajinasi melatih kemampuan kreativitas anak
  • Permainan motorik, melatih kemampuan motorik kasar dan halus.
    Motorik Kasar contoh: spider web, permainan palang, permainan keseimbangan dll
    Motorik halus: meronce, mewarnai, menyuap.

sedangkan untuk melatih balita berbicara kiat-kiatnya sebagai berikut:

Anak yang cerdas bahasa biasanya mudah mengerti ketika diajak bicara dengan kalimat cukup panjang, dan akan merespon saat diajak bicara dengan kalimat panjang. Ia juga mengerti dan ingat banyak kosakata, termasuk lirik lagu dan pesan iklan. Perhatikan juga kemampuan bicaranya yang berkembang lebih cepat dibandingkan anak seusianya. Di usia 1 tahun dia sudah bisa mengucapkan beberapa kata, sebelum usia 2 tahun sudah banyak kata yang berhasil ia ucapkan, bahkan sudah bisa mengucap kalimat sederhana yang terdiri dari 3 kata. Untuk melatih kecerdasan bahasa, lakukan ini:

  • Sering mendongeng untuk anak, sehingga ia belajar mengucapkan dan mendengar kata-kata, juga memerkaya kosakatanya.
  • Biasakan bicara dengan kata-kata sederhana dalam struktur kalimat yang legkap. Jangan bicara dengan bahasa bayi dan jangan mencampur-campur beberapa bahasa dalam satu kalimat.
  • Minta anak menceritakan sesuatu yang dilihat dan dialami.
  • Sediakan bermacam buku cerita.
  • Hias dinding kamarnya dengan poster alfabet.
  • Tempelkan kata-kata sesuai benda, misalnya tempelkan kata ‘meja’ pada meja, atau ‘kursi’ pada kursi.
  • Bermain balok alfabet.

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren An-Nur Darunnajah 8 Cidokom Bogor

Maklumat Pimpinan Terkait Peraturan Terbaru Kedatangan Santri

Maklumat Pimpinan Pesantren Annur Darunnajah 8 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 dan Kedatangan SantriMaklumat Pimpinan Pesantren An-Nahl Darunnajah 5 Terkait Tahun Ajaran Baru 2020-2021 Dan