
Alhamdulillah, berkat kerja keras Pemimpin Pesantren, keikhlasan para guru-gurunya dan jihad para santrinya Darunnajah 2 Cipining menjadi tempat menuntut ilmu yang nyaman dan menyenangakan, guru-gurunya baik, teman baru dari berbagai pelosok negri dan berbagai kegiatan yang menarik yang semuanya terjadwal dengan teratur, dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi, 24 jam full juhad fisabilillah, aamiin.
Pondok pesantren ini memiliki banyak kegiatan yang menarik. Diantaranya, Pramuka, IMDA (Ikatan Mubaligh Darunnajah), Drumband, Sapala (Santri Pecinta Alam), dan Warna (Wadah Apresiasi Santri Darunnajah) bagi santri yang suka tulis-menulis bisa gabung tuh ke Warna.
Dalam bidang kepramukaan Darunnajah 2 Cipining punya pasukan yang dilatih khusus untuk perlombaan namanya Pasus atau kependekan dari Pasukan Khusus. Dan pastinya pasukan ini gak abal-abal, buktinya mereka bisa mendapatkan berbagai prestasi diberbagai cabang lomba. Misalnya : Juara 1 dalam AGRASI ( Al Mizan Galang Kresi), Juara 1 dalam Persada (Perkemahan Santri Darunnajah), Juara terfavorit dalam Persada (Perkemahan Santri Darunnajah), dan masih banyak lagi.
Selanjutnya ada Drumband. Meskipun alat-alatnya belum selengkap marching band tapi sekarang sudah semi marching band loh, selain itu kalau mereka sudah tampil marching band bisa kalah sama mereka. Buktinya mereka sudah sering tampil diberbagai festival. Dan pastinya setiap tampil mereka selalu memukau orang-orang yang menontonnya.
Next, ada IMDA ( Ikatan Mubaligah Darunnajah). Sering kita lihat semacam Aksi junior dan Pildacil? Nah, Imda inilah yang melatih para santri-santri Darunnajah tampil didepan umum tentu saja agar bisa menjadi Mubalighah-Mubalighah atau DAI muda yang berkualitas dan berguna bagi nusa dan bangsanya.
Ada juga yang namanya Sapala (Santri Pecinta Alam) buat teman-teman yang suka bercocok-cocok tanam, naik gunung, dan berkemah ekstrakulikuler inilah yang cocok untuk kalian. Lokasi Darunnajah 2 Cipining yang berada di daerah Hijau yang subur ini sangat mendukung sekali untuk para pecinta alam ini.
Ada lagi yang namanya WARNA (Wadah Apresiasi Santri Darunnajah) seperti yang sudah dijelaskan singkat diatas WARNA bisa juga disebut Jurnalistiknya Darunnajah. Jangan salah meskipun darunnajah berada didaerah pegunungan tapi santrinya Up to date dan gak kudet. Buktinya pondok ini punya club Jurnalistik.
Pesantren Darunnajah 2 Cipining mewajibkan para santrinya agar bisa berbahasa khususnya Arab dan Inggris. Buat kalian yang takut tidak bisa berbicara dengan bahasa, jangan khawatir karena kita akan berikan bimbingan perlahan-lahan agar bisa mahir berbahasa. Hal itu dibuktikan dengan selalu diberikannya Mufrodat (Kosa Kata) baru setiap harinya. Seperti kata pepatah sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit. Meskipun hanya 3 kosa kata sehari lama-lama akan semakin banyak jika selalu dipergunakan.
Kalau ada yang bertanya kenapa sih kita harus bisa berbahasa asing, cukup Indonesia aja kali kan kita hidup di Indonesia. Guru-guru kami berkata ‘sekarang memang tidak penting tapi penting untuk masa depan kalian’. Contohnya beberapa hari yang lalu Darunnajah kedatangan tamu dari Bangkok. Dan tamu itu hanya bisa berbahasa Bangkok dan Arab. Karena disini terbiasa dengan bahasa Arab kitapun bisa berkomunikasi lancar dengannya.
Darunnajah 2 Cipining selalu mengajarkan hidup mandiri, ikhlas, dan sederhana. Hal-hal itu tercantum jelas dalam Panca Jiwa Pesantren. Kehidupan tidak selamanya senang oleh karena itu kita diajarkan hidup mandiri dan sederhana sejak kecil. Selain itu Darunnajah selalu membentengi santrinya dari pengaruh buruk dunia luar. Lokasinya yang jauh dari hingar-bingar perkotaan membuatnya terlindungi dari akhlak dan prilaku-prilaku negatif dunia luar. Insyaallah.
Masih ada yang gak mau masuk pesantren gara-gara takut kudet? Masih ada yang gak mau masuk Pesantren gara-gara takut tidak bisa ngembangin bakatnya? Jangan takut! Kan ada Darunnajah. So mau Pesantren? Yuk ke Darunnajah Cipining. Di sini kamu bisa jadi apa yang kamu mau, kalo ga percaya, ayo kita Buktikan !!!
(bapusta/karya santri/Naila izzatiriza)