Menu

Mari Mengasah Kreatifitas Anak..!!!

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

DNKindergarten, 20/11

Gaya hidup pasif dan kehidupan yang penuh kesibukan menjadi halangan dan keprihatinan orang tua terhadap perkembangan fisik dan mental anak. Karenanya, anak lebih banyak terjebak dalam kehidupan pasif seperti game elektronik sehingga sulit mengembangkan kreativitas mereka. Dalam gaya hidup saat ini, orang tua dapat merasa sulit menemukan waktu melakukan kegiatan bersama anak-anak mereka. Padahal, inilah salah satu cara paling sederhana untuk menginspirasi kreativitas.

Angela Anning, Profesor Pendidikan Anak Usia Dini dari Universitas Leeds, mengatakan, “Menarik untuk melihat bahwa kreativitas menjadi peringkat ketiga dalam pandangan orang tua sebagai kualitas penting bagi pendidikan anak,” katanya kepada Female First

Dia menambahkan, “Kreativitas, bahkan kesenangan sederhana saat menggambar dan mewarnai, menanamkan keyakinan dan membantu mengembangkan rasa percaya diri dan pemahaman di sekitar kita.” 

Kreativitas memainkan peran sentral dalam banyak karir, sehingga mendorong anak-anak untuk menjadi kreatif saat muda. Manfaatnya akan terasa di masa depan mereka. ” Jadi bila anda menemukan seorang anak kita sendiri terlihat “kurang pandai” jangan berkecil hati. Mungkin saja dia adalah anak yang kreatif dan cerdas, namun belum terlatih / terasah dengan baik.

Angela Anning menawarkan lima tips untuk meningkatkan kreativitas anak. 

1. Buatlah diri tertarik pada kreativitas anak dan bergabunglah dengan permainan dan aktivitas anak Anda.

2. Jadwalkan waktu dan ruang agar anak-anak menjadi kreatif. Bisa dimana saja, seperti di meja dapur, di depan televisi, kamar mandi dan dimanapun.

3. Variasikan sumber daya anak-anak Anda agar dapat bermain secara kreatif sesuai dengan usia mereka. Sediakan berbagai penunjang seperti cat, boneka, tokoh-tokoh kecil, kotak, kain, sendok kayu, kardus, dan apapun yang bisa digunakan bermain namun tetap aman.

4. Bacakan cerita kepada anak-anak Anda dan tumbuhkan minat mereka dalam bicarakan berbagai hal seperti hewan, monster, peri, mesin, mobil, alam, bunga, dan sebagainya.

5. Nikmati musik yang menyenangkan dan eksplorasilah bersama anak-anak. Luangkan waktu untuk menggambar, bercerita dan bermain bersama mereka.

6. Menggunakan warna-warni saat bermain dan belajar
Mengapa mainan anak-anak berwarna-warni? Mungkin sebagian dari kita warna-warni hanya digunakan untuk menarik minat anak-anak untuk membeli mainan yang ditawarkan. Namun sebenarnya ada fungsi lain yang lebih bermanfaat. Warna-warni yang biasa dipakai dalam mainan anak ternyata juga bisa mengaktifkan otak kanan. Jadi pada saat buah hati kita belajar menulis, menggambar, dan mewarnai, usahakan menggunakan pensil atau peralatan lain yang berwarna-warni.

7. Melatih kemampuan otak kanan
Dengan mengajak anak-anak bernyanyi, berpuisi, menggambar, dan berbagai macam kegiatan kreatif lainnya, kemapuan otak kanan akan bekerja dengan lebih optimal. Di sekolah, biasanya anak-anak akan lebih cenderung menggunakan otak kiri, dan bila kemampuan otak kanan dan kiri bisa bekerja dengan baik dan seimbang, maka anak-anak tidak hanya akan berpeluang mendapatkan prestasi di bidang akademisa saja, melainkan bisa meraih prestasi-prestasi di bidang yang lain, misalnya kesenian.

• VIVAnews

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 Serang Banten

Friday Morning Show & Pembukaan Latihan DNO

Serang 13 Desember 2019, Telah terlaksana Friday Morning Show Sekaligus Pembukaan latihan Darunnajah Open (DNO) Ke-10, Seluruh Santri Nurul Ilmi Darunnajah 14 menghadiri acara ini