MAOS TRAINING OF TRAINER AL-QUR'AN
Menu

MAOS TRAINING OF TRAINER AL-QUR’AN

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Maos Training Of Trainer Al-qur’an adalah nama pelatihan guru yang diselenggarakan oleh ustadz Hasan Darojat atas usulan pimpinan pesantren Darunnajah 1 Ulujami, di Cipanas Puncak villa Darunnajah dekat dengan taman bunga Nusantara, pada tanggal 14-17 Juli 2017, yang diikuti oleh seluruh cabang Darunnajah kurang lebih sebanyak 30 orang ustadz dan ustadzah, dari Darunnajah 2 Cipining sendiri mengutus 5 orang guru yaitu ustadz Mulyadi Abbas S.Pd, Ustadz Sopyan Sauri S.H, ustadz Fajar Dzikriansyah, ustadzah Nur Halimah dan ustadzah Muliani Citra Insani. Adanya acara ini dengan tujuan memperbaiki bacaan Al-qur’an dan meningkatkan kualitas dalam membaca maupun menghafal Al-qur’an, (Tahsin) juga menjadikan para peserta ini menjadi trainer of Al-Qur’an.

Maos training of trainer Al-qur'an
Maos training of trainer Al-qur’an

Para peserta datang dilokasi pada malam hari diawali dengan makan bersama,  pembukaan dilaksanakan ketika esok hari nya di pagi hari. Sambutan pertama diisi oleh ketua pelaksana training Al-qur’an yaitu Ustadz Hasan Darojat, dilanjut dengan pembacaan kalam illahi, selanjutnya di Isi oleh Narasumber Prof Dr. Azhar sahil dari Malaysia sampai dzuhur,  lalu istirahat sejenak untuk shalat dan makan, acara berlanjut sampai pukul 22:00 Malam disela waktu itu peserta shalat dan makan malam, Selama 3 hari jadwal sama tidak berubah.

Suasana yang dirasa para peserta sangat nyaman, dan memotivasi serta saling silaturahmi antar Darunnajah pun berjalan dengan sangat baik dan bersahabat.

Pelatihan ini sangat menarik sekali, semua peserta diajarkan cara mengajar Tashsinul Qiro’ah dari metode awal yaitu :

  1. Qiroah, disini di ajarkan bagaimana agar murid tersebut harus bisa membaca Al-qur’an.
  2. Tahsin, setelah murid mampu       membacanya, dilanjut dengan belajar tahsin agar bacaan tersebut baik dan benar, makharijul huruf juga di bahas disini.Tadrib sudah betul bacaannya.
  1. Tafhim, murid faham dari ayat ayat maupun surat yang ada dalam Al-qur’an.
  2. Tahfidz, setelah murid bacaannya sudah baik dan benar dan juga faham, barulah murid di ajarkan bagaimana cara menghafal, dan itu banyak sekali metodenya.
  3. Tadzawwuq (Ihsan), setelah murid mampu dari semua yang di atas, dilanjut dengan bagaimana cara ia mengamalkan nya makna kandungan dari isi Al-qur’an itu sendiri.

kesan yang didapat dari para peserta ialah sangat bersyukur dan senang dapat mengikuti Training ini, karna narasumber sekaligus guru yang mengisi training Al-qur’an ini baik dan juga friendly, beliau tinggal di Malaysia yang sebenarnya asli orang indonesia akan tetapi sudah lama tinggal di Malaysia, maka dari itu beliau sering di sebut ustadz/prof/Cekgu.

Dan yang sangat berkesan bagi para peserta, sebelum mengakhiri Training ini beliau ingin dari seluruh peserta training untuk adakan acara perpisahan disertakan dengan penampilan – penampilan antara lain : Nasyid dan beat box, puitisasi Al-qur’an, shalawat, stand up comedy,  pidato yang berisi kesan dan pesan selama pelatihan bersama prof Azhar.

Semoga dengan di adakan nya Training ini menjadikan para asatidz maupun ustadzat Tahfidzul Qur’an menjadi uswah hasanah, dan dapat mengamalkan ilmu sebaik-baik nya.

(WARDAN/Shohwa)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait