Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar bulan Dzulhijjah? Selain ibadah haji yang dilaksanakan pada bulan kesebelas dalam penanggalan Hijriyah ini, dibahas juga tentang Hari Raya Idul Adha dan juga ibadah qurban.

Ibadah qurban diawali dalam sejarah Nabi Ibrahim dan Ismail, yang kisahnya tertuang di dalam al-qur’an surat Ash Shaffaat: 102-107.

 “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:“ Hai anakku sungguh aku melihat dalam mimpi itu aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! ”Ia menjawab:“ Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang menunggu ”. Tatkala berdua telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan dua atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran antara), dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, apakah kamu telah memperbaikinya?” Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata, dan Kami tebus anak itu dengan permainan sembelihan yang besar. “

Berqurban adalah salah satu perintah Allah yang jelas dicantumkan di Al-Qur’an. Ibadah qurban akan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah

Manfaat Qurban bagi diri sendiri

  1. Meningkatkan ketaqwaan kepada Allah

Berqurban adalah salah satu perintah Allah yang jelas dicantumkan di Al-Qur’an. Ibadah qurban akan meminta Peningkatan ketaqwaan kita kepada Allah. Membuat kita memiliki iman yang semakin kuat dan tidak mudah untuk mendapatkan hawa nafsu

  1. Sarana mendekatkan diri pada Tuhan

Kurban berasal dari kata  qaruba  (dekat),  taqarrub  (mendekatkan diri),  aqriba ‘  (kerabat). Seiring bertambahnya usia akan semakin dekat pula dengan kematian, semakin meningkat perjumpaan dengan Tuhan, dengan kurban minimal membuat kita mengingat dan insaf, yang pada akhirnya berjumpa dengan-Nya dalam kenyamanan.

  1. Mengharapkan kesucian diri dan harta

Setiap kebaikan adalah sedekah, yang berfungsi untuk mensucikan diri dan harta. Ibadah kurban adalah amal yang sangat bermanfaat bagi Allah di Hari Raya Idul Adha. (HR Tirmidzi)

  1. Sebagai penebus dosa, untuk mendapatkan pengampunan

“Hai Fatimah, berdirilah di sisi korbanmu dan saksikanlah ia, sungguhlah titisan darahnya yang pertama kali pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR Al-Bazzar dan Ibnu Hibban)

  1. Memupuk sifat mahmudah dan memupuskan sifat mazmumah

Melaksanakan kurban dengan mendukung penghayatan dapat memupuk sifat mahmudah yang terdiri dari ketaatan, ketundukan atas perintah-Nya, pemurah terhadap sesama, bertobat, menambah rasa syukur, dan lainnya. Di samping itu juga memupuskan sifat  mazmumah  seperti cinta dunia, kikir, pelit, sombong, dendam, hasad, dan dengki.

  1. Pahala dan biarkan meniti di atas shirat

“Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada hari raya kurban, yang lebih dicintai Allah selain menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban pada hari kiamat kelak akan datang berserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya, dan sungguh-sungguh sebelum darah kurban itu dibuat dari tanah, ia (pahalanya) telah disis disisi Allah, maka dapatlah kamu melihat semua dengan (pahala) kurban itu. ”(HR Al-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim).

(DN COM / adam)