Majelis Fajar Perdana di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta
Menu

Majelis Fajar Perdana di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

blank

Majelis Fajar merupakan kegiatan wajib asatidz di Pondok Pesantren Darunnajah. Acara ini berisikan pembacaan do’a dan juga kultum dari para asatidz yang sudah dijadwalkan sebelumnya. Kegiatan Majelis Fajar sendiri merupakan program yang dicanangkan oleh Biro Kemasyarakatan yang sekarang di pimpin oleh Ust. Nasirin Kastama, S.Pd.I.

Kegiatan ini dilaksanakan selepas shalat subuh berjamaah di Masjid Jami’ Darunnajah. Untuk tempat pelaksanaannya, biasanya dilaksanakan di Gedung Rektorat lantai 1 tapi, saat ini dilaksanakan di Masjid Jami’ Darunnajah. Pada kegiatan majelis fajar perdana ini, kultum disampaikan oleh Kepala Biro Pengasuhan Santri, Ust. Muchtar Ghozali, M.M. dan juga do’a yang dipimpin oleh Ust Ahmad Mubassir.

Mengapa diadakan kegiatan majelis fajar ini ? kegiatan ini berguna untuk melatih kemampuan berbicara asatidz dan juga sebagai forum keilmuan yang jelas sangat menambah khazanah keilmuan. Dikarenakan dua alasan kuat inilah, kegiatan majelis fajar ini diwajibkan untuk para asatidz. Kegiatan ini tidak diadakan di setiap hari Jum’at pagi dikarenakan Jum’at pagi merupakan waktu senam dan juga olahraga lainnya karna disebutkan bahwa ” akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat pula “ inilah yang menjadi perhatian pula oleh Darunnajah.

Majelis Fajar ini tentu memiliki banyak sekali manfaat diantara lain adalah, secara tidak langsung melatih asatidz untuk mengawali hari dengan segar dan insyallah penuh dengan rencana serta ambisi untuk pengembangan diri kedepannya. Mengapa demikian ? karna, waktu subuh merupakan waktu paling baik untuk memikirkan rencana rencana penting dalam kehidupan kita, disaat subuh, tubuh hanya menerima udara segar dan basahan air wudhu yang semakin membuat tubuh terasa lebih segar dibandingkan dengan waktu waktu lainnya.

membudayakan untuk tidak tidur setelah subuh. Mengapa kita tidak dibolehkan untuk tidur setelah shalat subuh ? Tidur setelah subuh juga dapat mengakibatkan kita tidak dapat memperoleh kebaikan atau pahala yang berlimpah. Karena itu, waktu tersebut harus diisi dengan kegiatan yang positif Ibnu Qayyim menjelaskan :

“Di antara hal yang makruh menurut para ulama adalah tidur setelah shalat subuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu memanen ghonimah (waktu meraih kebaikan yang banyak.” (Madarijus Salikin, 1 : 369).

Itulah beberapa manfaat dari kegiatan majlis fajar ini, semoga kita semua dapat memanfaatkan waktu pagi kita dengan kegiatan kegiatan positif dan juga menghasilkan rencana rencana besar di kemudian hari.

 

(darunnajah.com/auliichsanul)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Rapat Koordinasi Musyrif Kamar Pengasuhan Santri

Ahad (09/08/2020) Biro Pengasuhan Santri melakukan rapat bersama dengan para musyrif kamar seluruh rayon untuk menyampaikan beberapa poin mengenai peran musyrif sebagai pembimbing kamar setiap

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Tadabbur Al Qur’an, Memetik makna hikmah yang sesungguhnya

يُؤْتِى ٱلْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ ٱلْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِىَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ “Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya.