Menu

‘Harakah Tabkir’ Eliminir Keterlambatan Hingga Titik Nadir

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Pendidikan Pondok Pesantren merupakan pendidikan yang integral dan komperehensif. Semua yang dilakukan, disaksikan, didengar bahkan yang dirasakan selama 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu dan 4 minggu dalam sebulan oleh segenap warga pesantren merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri.  Pemahaman tersebut di atas sering diungkapkan di dunia pesantren modern dalam bahasa arab : attarbiyyatu ajzaa’un laa tatajazza’u.

Athii'uu Annidzaama Mahabbatan Laa Makhaafatan!

Salah satu aspek yang sangat penting dalam mencapai kesuksesan pendidikan  adalah kedisiplinan. Kedisiplinan ini harus meliputi segala proses pendidikan, baik secara formal di lingkungan sekolah, maupun secara informal di asrama. Setiap santri hendaknya dibiasakan untuk berdisiplin agar kelak terbiasa ketika kembali ke masyarakat. ‘Athi’uu annidzaama mahabbatan laa makhaafatan’ artinya setiap santri disadarkan bahwa kedisiplinan merupakan salah-satu kunci penting dalam menggapai kesuksesan, bukan semata-mata berdisiplin karena takut hukuman atau sangsi.

Terkait dengan proses pembiasaan kedisiplinan ini, jajaran biro pengasuhan santri yang dikepalai Ust. Ahmad Rosikhin Wasyraff, S.Pd.I dalam beberapa minggu terakhir kembali mengaktifkan gerakan on time masuk kelas atau yang juga familiar dengan istilah ‘Harakatu Tabkir’. Sesuai dengan jadwal yang telah ditempel di berbagi papan informasi, setiap pagi seusai kegiatan ta’lim shubuh dan atau majlis ilmi beberapa dewan guru bergerak ke kamar-kamar santri, kamar mandi dan dapur umum untuk mengingatkan seluruh santri agar segera masuk kelas sebelum pukul 07.00 wib. Mereka juga kembali menggerakkan santri untuk masuk kelas setelah jam istirahat pertama (pukul 09.30 – 09.50 wib) dan menjelang jam pelajaran kedelapan dan kesembilan seusai sholat Dzuhur berjama’ah di masjid.

Setiap petugas ‘Harakah Tabkir’ juga mengecek para santri yang tidak masuk kelas. Bagi santri yang bertugas jaga malam (bulis lail), harus menunjukkan surat keterangan (tashrikh) dari bagian keamanan, maka santri tersebut mendapatkan rukhshoh tidak masuk kelas  untuk istirahat hingga jam pelajaran ke empat, dan harus kembali masuk kelas pada jam pelajaran kelima hingga jam pelajaran kesembilan. Bagi santri yang tugas piket siang (bulis nahar) harus membawa tashrikh dari bagian keamanan. Demikian pula bagi santri yang sakit atau pulang maka diharuskan memiliki tashrikh dari wali kamar atau kepala unit atau kepala asrama. Tashrikh tersebut sebanyak 2 lembar; warna putih untuk diserahkan ke kelas dan warna kuning atau merah untuk dipegang oleh santri yang bersangkutan.

Untuk mengotimalkan ‘Harakah Tabkir’ ini, setiap petugas dimintai konfirmasi pada musyawarah mingguan yang diadakan ba’da sholat Jum’ah di ruang sekretariat pesantren. Musyawarah ini dipimpin oleh pimpinan pesantren,KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc dan wajib diikuti oleh seluruh dewan guru. Tidak ketinggalan juga, dalam musyawarah tersebut para wali kamar senantiasa diingatkan untuk menggerakkan para santri anggota kamarnya membiasakan diri menyiapkan buku-buku pelajaran dan seragam sekolah pada sore atau malam hari. Dengan adanya ‘Harakah Tabkir’ para santri  akan menjadi berfikir untuk tidak terlambat. Dan bagi santri yang masih terlambat juga datang ke sekolah, maka di pintu gerbang kampus dua akan diberikan sangsi oleh petugas penjaga gerbang  atau guru BP berupa pengambilan sampah, istighfar 100 kali, teguran dan sangsi edukatif lainnya.  (WARDAN/ Mr.MIM)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Informasi Perubahan Kalender Pendidikan Tahun 2019-2020 Kelas 3 TMI Darunnajah Jakarta

Perihal  : Informasi Perubahan Kalender Pendidikan  Tahun 2019/2020                                  31 Maret 2020                                                                 Yang terhormat, Bapak/Ibu Orang Tua Santri Kelas III