Darunnajah Cipining yang berlokasi di Desa Argapura Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor ini memiliki peluang berkembang dengan baik. Salah satu perkembangan yang cukup signifikan adalah kepercayaan masyarakat untuk menuntut ilmu. Dalam 2 tahun ini saja, pesantren sudah memperlebar sayap dengan membangun berbagai infrastruktur baru untuk hunian santri. Bahkan, pada tahun depan, Darunnajah Cipining bersiap memusatkan asrama putra di kampus terbaru yaitu kampus 3.

Dalam pembangunan infrastruktur ini, pengasuh pesantren, KH Jamhari Abdul Jalal, Lc dibantu oleh biro rumah tangga (BRT). Biro yang kini dikepalai oleh Ustadz Mustajab Anwar, S.PdI tengah sibuk mengingat penerimaan santri baru tinggal 3-4 bulan lagi. Kesibukan lain dari biro ini adalah mengurusi soal listrik, air, dan inventarisasi bangun, serta maintenance yang telah ada. Biro ini juga sedang menyiapkan almari dan ranjang baru untuk calon santri.
Untuk mendanai pembangunan infrastruktur tersebut, salah satunya adalah bersumber dari kegiatan usaha yang dilakukan pesantren.
Pesantren memiliki berbagai unit usaha yang dikelola secara sistematis di bawah tanggung jawab biro usaha. Biro ini mengelola koperasi, kantin, waserda (warung serba ada), peternakan hingga pengelolaan hutan sebagai investasi.
Kepala biro usaha adalah Ustadz Trimo, S.Ag. Guna meningkatkan usaha pesantren, biro ini aktif mengikuti berbagai peluang usaha yang dilakukan terutama oleh pemerintah dan pihak-pihak yang ingin turut membangun pesantren.
Sumber lain pendanaan pesantren adalah iuran bulanan santri. Pesantren memberi kemudahan bagi wali santri atau pihak lain dalam donasi keuangan kepada pesantren melalui biro keuangan. Biro ini bertanggung jawab atas keseluruhan keuangan pesantren. Pejabat biro keuangan adalah Ustadz Ismail Amin, S.Pd.I.
Pesantren juga membebaskan santri dari iuran bulanan dengan berbagai macam katagori. Katagori pertama adalah beasiswa tahfizhul Qur’an. Santri pada program ini mendapatkan keistimewaan karena berada pada program super excellence. Sistem yang digunakan adalah kesepakatan calon santri untuk mengkhatamkan hapalannya selama 5 tahun dari kelas VII s.d. XI MA.
Program beasiswa selanjutnya adalah bagi calon santri yang memiliki prestasi baik namun berasal dari keluarga kurang mampu. Santri pada program ini disebut santri Ashabunnajah. Santri Ashabunnajah menjadi salah satu bagian dari program pengkaderan pesantren. Karena pesantren juga memiliki program kaderisasi baik pra alumni maupun pasca alumni. Program pasca alumni di antaranya adalah pengiriman kader untuk pesantren-pesantren rekanan yang tersebar secara nasional. Biro pengkaderan dikepalai oleh Ustadz Isa Abdillah, SE.
Biro yang terakhir dibentuk seiring dengan kebutuhan dan representasi perkembangan teknologi serta informasi yang kini kian merambah di antaranya pesantren adalah biro yang khusus menangani IT. Maka biro ini bernama Biro IT. Biro ini kini dikepalai oleh Ustadz Musthofa Zahir, Lc.
Kesibukan biro ini adalah menyediakan fasilitas internet untuk warga pesantren. Selain sinyal internet itu disebar melalui wifi, koneksi internet tersambung ke laboratorium komputer. Internet ini mendukung kegiatan pesantren dalam akses website, email, dan berselancar di dunia maya.
Dengan akses internet ini, semua pihak dapat melihat kegiatan pesantren. Pesantren pun dapat berinteraksi dengan dunia luar sebagai dakwah. (red)