Di usianya yang menjelang ke-26 pada Juli nanti, pesantren yang diasuh oleh KH Jamhari Abdul Jalal, Lc ini menorehkan progresifitas dalam berbagai sisi. Potensi lahannya yang mencapai luas 70 hektare menjadi daya dukung pesantren ini terutama lokasi. Di awal berdirinya, pesantren memusatkan kegiatan di kampus 1. Tidak lama kemudian, kampus 2 dibuka. Kini, giliran kampus 3 telah dialokasikan full untuk seluruh santri putra pada tahun ajaran mendatang. Kampus 1 yang sebelumnya ditempati santri putra di kawasan depan atas, pada tahun 2013-2014 dikhususkan pure untuk santri putri. Sedangkan kampus 2 masih tetap diperuntukkan santri SMP-SMK yang tinggal di pesantren. Para santri yang masih di bangku SD/MI kini tengah dibangunkan asrama masih di sekitar kampus 2.

Guna menangani pembinaan santri di asrama, pengasuh dibantu oleh biro pengasuhan santri. Kepala biro kini dijabat oleh Ustadz Achmad Rosichin, S.PdI. Karena luasnya lokasi santri, kepala biro mendelegasikan kepala-kepala asrama untuk menjadi penanggung jawab asrama. Kepala asrama dalam tugasnya dibantu juga oleh wali-wali kamar dan pembimbing organisasi santri.
Pembinaan santri lainnya adalah pada bakat dan minat. Santri yang berprestasi dikelola oleh biro yang bernama BP3S (Biro Pramuka dan Pengembangan Prestasi Santri). Biro ini konsen pada kegiatan ekstra maupun akademik yang biasanya diperlombakan, seperti di antaranya adalah pramuka, silat, pidato, LCC, marawis, dll. Selain bidang pramuka dan seni, biro yang dipimpin oleh Ustadz Syaeful Hadi, S. PdI ini juga bertanggung jawab pengembangan olah raga.
Pada pendidikan formal sendiri, terdapat biro yang mengurusinya. Biro ini bernama biro pendidikan, kepalanya dijabat oleh Ustadz Faruq Abshari, S.PdI. Kepala biro ini membawahi kepala-kepala sekolah/madrasah. Lembaga-lembaga pendidikan yang telah ada adalah MA (Madrasah Aliyah), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), MTs (Madrasah Tsanawiyah), SMP (Sekolah Menengah Pertama), MI (Madrasah Ibtidaiyyah), MD (Madrasah Diniyyah), dan RA (Raudhatul Athfal). Untuk sekolah tinggi, Darunnajah Cipining masih menyelenggarakan STAIDA (Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah) bekerja sama dengan Darunnajah Jakarta.
Kurikulum yang dikembangkan di pesantren adalah kolaborasi dan elaborasi dari 3 sumber, yaitu kurikulum diknas (umum), madrasah, dan Gontor (lokal/pesantren). Penekanan intelektualitas santri pada pendalaman Bahasa Arab dan Inggris. Bahasa Arab sebagai pengantar pemahaman santri terhadap kitab-kitab keislaman sedangkan Bahasa Inggris guna mendukung penguasaan teknologi informasi dan lainnya.
Salah satu point yang dilakukan oleh Darunnajah Cipining adalah mengikuti kegiatan pertukaran antarpelajar pada program beasiswa YES (Youth Exchange and Study) atau AFS. Program ini bekerja sama dengan yayasan Bina Antarbudaya. Peserta kegiatan ini adalah santri yang duduk di kelas X MA-SMK.
Di sisi lain, pembinaan santri diprioritaskan pula dalam dakwah kepada masyarakat mengingat salah satu tugas seorang muslim adalah amar ma’ruf nahyi mungkar. Penanggung jawab urusan ini adalah biro dakwah dan humas di bawah tanggung jawab Ustadz Katena, S.PdI.
Program dakwah santri di antaranya adalah kegiatan safari dakwah. Safari dakwah merupakan perwujudan dari kegiatan dakwah yang dikemas dalam kepramukaan. Rombongan safari dakwah berjalan sepekan sekali dengan anggota 10 orang menggunakan waktu selama 2 hari, Kamis dan Jum’at. Safari dakwah dilakukan juga secara massal pada akhir semester di awal liburan santri.
program lain di biro humas adalah menyelenggarakan khitanan massal, santunan sosial, buka puasa bersama, dan praktik dakwah & Pengembangan masyarakat (PDPM) untuk santri kelas XII. kegiatan tersebut sifatnya tahunan. Kegiatan yang bersifat mingguan atau berkala juga ada seperti pengajian majelis ta’lim dan pengajian lainnya. (Bersambung_____red)




