Mampu bergaul dengan baik dalam suatu lingkungan masyarakat adalah sikap yang mesti dimiliki oleh setiap individu. Menguasai seni bergaul dengan sebaik-baiknya akan dapat mengantarkan seseorang kepada pengetahuan tentang banyak hal, termasuk memahami kelebihan dan kekurangan yang ada dalam lingkungan tempat ia tinggal.

Pesantren Darunnajah Cipining dengan model kurikulum dan program kemasyarakatan yang telah dicanangkan menaruh harapan besar agar para santrinya kelak memiliki pengetahuan agama dan umum yang luas, sebagai modal dasar hidup bermasyarakat dan beribadah. Lebih dari itu para santri di dalam bermasyarakat juga diharapkan memiliki sensitifitas tinggi terhadap segala permasalahan yang timbul di dalamnya. Mereka hendaknya juga mampu berimprovisasi, mencarikan solusi paling bijak atas permasalahan tersebut berdasar keahlian dan keterampilan yang telah ditekuni sebagai perwujudan kiprah (khidmah) untuk agama dan umatnya.

Praktik Da’wah dan Pengembangan Masyarakat (PDPM) adalah salah satu program yang mengarah kepada hal-hal tersebut diatas. Kegiatan yang wajib diikuti oleh santri senior (Kelas VI TMI) ini dilaksanakan di Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor dan Kecamatan Curug Kabupaten Tanggerang, mulai tanggal 26 Desember 2006 s/d 4 Januari 2007.

Kullu Syai in bil I’dad (segala sesuatu harus berdasarkan persiapan yang matang). Ungkapan filosofis ini selalu dijadikan pedoman dalam setiap pelaksanaan kegiatan. Demikian halnya PDPM. Para santri diberikan pengarahan tentang tahsinul qiro’ah, tadribul imamah, tahlil dan juga ta’lim jauh hari sebelum pelaksanaan. Mereka dibimbing langsung oleh Ustadz M. Zakariya, Ustadzah Sri Rahayuni dan Ustadz Nasikhun, SE. selaku panitia. Disamping itu juga diadakan ‘Pembekalan Massal’ sebagai penyegaran selama 2 hari,mulai tanggal 24-25 Desember 2006. Diantara materi yang disampaikan adalah Menyikapi Perbedaan Madzhab dalam Masyarakat oleh KH. Jamhari Abdul Jalal Lc, Materi Didaktik Pengajaran MI/SD oleh Ustadz Atijan Yani, A.Ma, Konsep Penulisan Laporan oleh Ustadz Amin Songgirin S.H.I, dan Materi Aneka Kegiatan PDPM Oleh Ustadz Muhlisin S.H.I.

Peserta seluruhnya berjumlah 68 santri terbagi menjadi 5 kelompok Santri Asrama berlokasi di Kecamatan Curug dan 4 kelompok Santri Non Asrama berlokasi di Kecamatan Parung Panjang, dengan rinncian sebagai berukut:

Kel

Ketua

Anggota

Tuan Rumah

Lokasi

I

Fikri Indra Silmi

9 org

Bp.TB.Alif

Kel.Suka Bakti, Curug

II

Usman Usmana

8 org

Bp.Cecep

Kel.Suka Bakti,

III

Abdul Hamid

8 org

Ust. Harits

Kel.Suka Bakti, Curug

IV

Sinta Komalasari

6 org

Bp.H.Uci

Kel.Kelapa Dua, Curug

V

Deasy Yudiana

6 org

Bp.Akhyarudin(Amil)

Kel.Kelapa Dua, Curug

VI

Asep Fikrul Yakin

7 org

Kel.Cibunar, Parung Panjang

VII

Surya Syarif

6 org

Ust.Zaenal Adnan

Kel.Cibunar, Parung Panjang

VIII

Nani Karmila

9 org

Ibu Iyah

Kel.Cibunar, Parung Panjang

IX

Yayah Rumdoyah

9 org

Bp.Sudaryono

Kel.Cibunar, Parung Panjang

Takbir, Sholawat Badar dan Mars Darunnajah dilantunkan oleh para santri menjelang keberangkatan menuju ‘medan jihad’. Hal ini cukup menjadi simbol semangat mereka dalam mengikuti PDPM. Sebelumnya mereka berkumpul di halaman Gedung Sekretariat untuk mendapat ‘wejangan’ dari Pimpinan Pesantren. Satu ungkapan yang menghujam dalam hati mereka adalah “dalam waktu yang hanya 10 hari ini gunakanlah waktu sebaik-baiknya, aktif dalam mengamalkan ilmu yang selama ini ditekuni” .

Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam waktu 10 hari ini para santri dapat lebih berkhidmah kepada masyarakat berkenaan dengan Hari Raya Idul Adha yang bertepatan dengan tanggal 31 Desember 2006. Kelompok putra terjun membantu proses penyembelihan dan distribusi daging qurban di lokasi masing-masing. Cukup membuat masyarakat setempat lebih simpatik kepada para peserta.

Wajah-wajah ceria nan optimis jelas terlihat ketika Pimpinan Pesantren bersama beberapa guru mengunjungi mereka di lokasi PDPM. Layaknya orangtua sendiri, kedatangan beliau cukup memberikan ‘hawa sejuk’ bagi para peserta.

Satu, dua, hingga akhirnya sepuluh hari telah dilalui dengan sepenuh perjuangan. Saatnya para santri berpisah, pulang ke Pesantren. Tak ubahnya keluarga sendiri, masyarakat setempat begitu berat melepas kepergian mereka. Namun kegiatan ini masih belum usai karena para santri harus mempresentasikan kegiatan ini di hadapan Kepala Madrasah Aliyah, Panitia Pelaksana juga adik-adik kelas mereka guna dijadikan bahan evaluasi dan motivasi khususnya bagi adik kelas. Laporan secara tertulispun wajib dibuat sebagai persyaratan mengikuti Ujian Akhir Sekolah.