Laporan Pertanggungjawaban Organisasi Santri Darunnajah Masa Bhakti 2025-2026

Laporan Pertanggungjawaban Organisasi Santri Darunnajah Masa Bhakti 2025-2026

Laporan Pertanggungjawaban Organisasi Santri Darunnajah Masa Bhakti 2025-2026
Laporan Pertanggungjawaban Organisasi Santri Darunnajah Masa Bhakti 2025-2026

Rabu, 7 Januari 2026, Organisasi Santri Putri Darunnajah (OSDN) melaksanakan kegiatan Laporan Umum Pertanggungjawaban yang bertempatan di GOR Putri Pesantren Darunnajah. Kegiatan ini diikuti oleh 640 santriwati serta dihadiri oleh para asatidz dan asatidzah. Acara tersebut diawali dengan sambutan yang disampaikan langsung oleh K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs.

Dalam penyampaiannya, K.H. Hadiyanto Arief menegaskan bahwa kegiatan Laporan Umum Pertanggungjawaban ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus bagian dari proses kaderisasi yang berkelanjutan di Pondok Pesantren Darunnajah. Menurut beliau, kaderisasi bukanlah proses sesaat, melainkan rangkaian pendidikan yang terus berjalan untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas.

“Pondok Pesantren Darunnajah adalah pabrik pemimpin. Visi Darunnajah sudah jelas, yaitu sebagai lembaga kaderisasi yang mutafaqqih fiddin,” ungkap beliau. Santri tidak hanya dididik untuk memahami ilmu agama, tetapi juga dipersiapkan menjadi pemimpin yang siap tumbuh dan berkontribusi di mana pun berada.

Beliau juga menjelaskan konsep ri‘ayah, yaitu pemeliharaan, penjagaan, dan perawatan yang disertai perhatian penuh. Dalam dunia pendidikan, santri diibaratkan sebagai penggembala. Penggembalaan menjadi metafora peran pendidik dalam membimbing dan mengarahkan. Hal ini sejalan dengan sejarah para nabi yang seluruhnya pernah berprofesi sebagai penggembala, sebagai bentuk latihan kepemimpinan dan tanggung jawab sejak dini.

Nilai-nilai kepemimpinan santri dibangun melalui prinsip Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Seluruh santri dilatih sesuai dengan kadar dan perannya masing-masing, karena pendidikan pesantren bertujuan membentuk manusia yang utuh, berkarakter, dan bertanggung jawab.

“Hari ini adalah hari penting. Di sinilah santri belajar memahami makna menjadi pemimpin yang utuh di tengah masyarakat,” jelas beliau. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW: Kullukum ra‘in wa kullukum mas’ulun ‘an ra‘iyyatihi — setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.

Kegiatan Laporan Umum Pertanggungjawaban OSDN ini bukan sekadar show atau tampilan semata, melainkan bagian dari proses pendidikan kepemimpinan yang nyata di Pesantren Darunnajah. Melalui kegiatan ini, para santriwati dilatih untuk memahami makna tanggung jawab, amanah, serta peran kepemimpinan dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat dan ilmu yang berharga bagi seluruh santriwati sebagai bekal dalam melanjutkan estafet kepemimpinan di masa depan.

Pendaftaran Santri Baru