Lantik 326 Santri, Darunnajah Siapkan Estafet Kepemimpinan Tahun Depan Lantik 326 Santri, Darunnajah Siapkan Estafet Kepemimpinan Tahun Depan

Lantik 326 Santri, Darunnajah Siapkan Estafet Kepemimpinan Tahun Depan

Sebanyak 326 santri putra dilantik sebagai pengurus kepanitiaan pada Jumat, 5 Juni 2026, di Aula Kampus 3. Acara berlangsung selepas salat Isya. Pelantikan sengaja digelar jauh sebelum para pengurus benar-benar menjabat, sebagai bagian dari persiapan menyambut tahun ajaran baru.

Para santri yang dilantik kini masih duduk di kelas 3, 4, dan 5. Tahun ajaran mendatang, mereka akan memegang kepanitiaan kelas 4, 5, dan 6. Pelantikan dini ini bertujuan mengisi benak mereka dengan agenda dan tanggung jawab berikutnya, sekaligus menguatkan niat untuk meneruskan pendidikan di pesantren.

Susunan pengurus disiapkan lebih dulu, diajukan ke Departemen Pengasuhan, lalu ditetapkan sesuai kapasitas masing-masing. Jabatan ketua sengaja digilir agar pengalaman memimpin tidak menumpuk pada orang yang sama. Sore harinya, calon pengurus menjalani gladi membaca teks pelantikan. Malam harinya, acara dibuka pembawa acara, dilanjutkan pembacaan Al-Qur’an, sambutan, lalu pemaparan agenda kelas 4, 5, dan 6.

Puncak acara terjadi ketika seluruh peserta berdiri membacakan ikrar pelantikan yang dipandu santri kelas 5 dan diikuti serentak. Sesi ditutup dengan nasihat dan doa. Total peserta tersebar di tiga jenjang: Kelas 3 sebanyak 118 santri, Kelas 4 sebanyak 94 santri, dan Kelas 5 sebanyak 114 santri.

Tantangan terbesar ada pada tahap awal, yaitu menyusun struktur serta menempatkan ketua, sekretaris, bendahara, dan bagian lain pada orang yang tepat. Sebagai tindak lanjut, setiap kepanitiaan kini telah memiliki musyrif atau guru pendamping agar persiapan bisa dicicil sejak dini.

Lantik 326 Santri, Darunnajah Siapkan Estafet Kepemimpinan Tahun Depan

Antusiasme terlihat begitu acara usai. Para pengurus langsung mengajukan desain dekorasi, menyiapkan surat izin, dan berkumpul membahas hal teknis bersama pendamping. Bagi pesantren, malam pelantikan itu menjadi titik berangkat. Publik pesantren kini menanti bagaimana para pengurus muda menerjemahkan ikrar mereka menjadi kerja nyata di lapangan.