Lantik 30 Penegak Bantara Apa Harapan Mabikori?

Dingin dan pekatnya malam bukanlah menjadi soal bagi duapuluh lima siswi kelas XI Aliyah nonasrama yang malam itu menjadi peserta pelantikan penegak bantara. Dengan menyisihkan rasa takut dan malas, jadwal pelantikan yang banyak mengambil waktu malam hari itu, dapat diikuti dengan tertib, penuh kedisiplinan.

Kamis sore (27/03/2008), segala perlengkapan pelantikan sudah dipersiapkan. Runtutan acara dimulai dengan melaksankan shalat Maghrib berjamaah, pembacaan surat Yasin dan dilanjutkan dengan shalat Isya. Selepas makan malam, siraman rohani dan renungan oleh Ustadz Muhrizal mengantarkan mereka pada detik-detik menuju tes mental (ujian terberat karena membutuhkan kesiapan mental yang prima).

Memasuki pukul 23.00 WIB, dengan hanya berbekal do’a, peserta mendapatkan tugas berjalan mengelilingi kampus 2 yang diselimuti gulita. Berbagai gangguan teror dan sedikit kejutan oleh panitia menjadi warna night adventuring sekaligus pembuktian nyali mereka. Di pos pertama, peserta mengerjakan soal-soal kepramukaan dan keagamaan.

Pukul 00.00-02.00 WIB merupakan waktu istirahat. Tepat pukul 02.00 WIB, peserta kembali berjalan menuju pos 2 yang terletak di vila pemancingan untuk mengambil atribut bantara pertama. Karena berada di kolong, mereka terpaksa mengambilnya dengan merangkak. Ini adalah cermin perjuangan pengorbanan dalam mencapai tujuan.

Berhasil mendapat bantara pertama, selanjutnya mereka menuju lapangan sepak bola untuk mendapatkan bantara kedua. Syarat pengambilannya adalah bermain bola. Mereka dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu persija dan perkutut. Bagi yang memenangkan permainan bola, mendapatkan giliran pertama mengambil bantara di dalam bak yang berisi air dan penuh dengan dedaunan.

Saat menanti shubuh, peserta menyalakan api unggun. Beberapa atraksi kesenian secara sederhana ditampilkan menjadi tontonan sesama peserta. Usai shalat Shubuh, mereka istirahat kembali untuk mempersiapkan pelantikan. Jum’at pagi (28/03/2008), tepat pukul pukul 09.00 WIB pelantikan dilakukan oleh Ka Mabikori, Kak Syaiful Hadi Scada, M.T., S.Pd.I. di lapangan kampus 2 Darunnajah Cipining. Rasa bangga dan haru mengiringi proses pelantikan pagi itu, ucapan selamat pun menjadi kata terakhir pada kata sambutan Kak Ipul, sapaan akrab Mabikori.

Sementara itu, pelantikan penegak bantara juga dilaksanakan untuk 5 siswa, 2 orang dari kelas 5 MA dan 3 orang dari kelas 1 MA pada satu pekan selanjutnya yaitu Kamis, 03 April 2008. Rute pelantikan mengambil setting antara Pesantren Darunnajah hingga Kampung Nanggung.

Menanggapi pertanyaan WARDAN atas dilantiknya 30 penegak bantara, Ka Mabikori menyampaikan harapan agar pramuka Darunnajah Cipining dapat berkembang lebih baik dan siap terjun. “Be prepare, be compatible, khususnya bagi pramuka TMI nonasrama”, ucap beliau yang kini telah dianugerahi 3 putera tersebut. Dalam kesempatan lain, Teti Maryati, Ka Koordinator yang memobilisasi kegiatan tersebut menjelaskan, tujuan kegiatan ini adalah membentuk pemimpin yang berani dan bertanggung jawab.

Selain itu, program pengurus koordinator gerakan pramuka yang sudah menjabat mulai bulan Desember 2007 lalu adalah persiapan untuk perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan April 2008 ini. Rencananya, Persami akan diikuti oleh murid dari seluruh Sekolah Dasar (SD) yang berada di sekitar lingkungan pesantren Darunnajah Cipining.