Pondok Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 memperingati milad ke-34 pada Senin, 26 Januari 2026, dengan suasana yang khidmat, tertib, dan penuh kebersamaan. Seluruh santriwati bersama dewan asatidz/ah berkumpul di Aula Fathan Mubina untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun secara sederhana namun sarat makna. Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan bertambahnya usia pesantren, tetapi juga dimaknai sebagai momentum reflektif untuk menelusuri kembali perjalanan panjang berdirinya Pondok Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 serta mengenang jasa para pendiri dan tokoh yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan dan pengembangannya.
Sejak awal acara, suasana religius sudah terasa kuat ketika seluruh peserta bersama-sama melantunkan pembacaan Surah Yasin. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema di dalam aula, menghadirkan nuansa ketenangan yang menyelimuti seluruh hadirin. Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai fondasi utama dalam kehidupan pesantren. Para santriwati tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan, mencerminkan kedisiplinan serta kekhidmatan yang telah tertanam dalam keseharian mereka.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Al-Ustadz Asep Saepudin. Dalam doa tersebut, dipanjatkan harapan agar Pondok Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan keberkahan dalam setiap langkahnya, serta terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya saing. Doa tersebut juga menjadi simbol harapan bersama seluruh civitas pesantren terhadap masa depan lembaga yang lebih baik dan berkelanjutan.
Memasuki inti acara, prosesi simbolis pemotongan tumpeng dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas perjalanan 34 tahun pesantren. Tradisi ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mengandung makna filosofis tentang harapan akan keberkahan, kesejahteraan, serta kesinambungan perjuangan dalam dunia pendidikan. Momen tersebut disambut dengan antusias oleh seluruh peserta yang hadir, sekaligus menjadi salah satu bagian yang mempererat kebersamaan di antara santriwati dan dewan asatidz/ah.
Setelah prosesi pemotongan tumpeng, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Interaksi yang terjalin selama kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan yang menjadi ciri khas kehidupan di lingkungan pesantren. Tidak terlihat sekat antara santriwati dan asatidz/ah, melainkan terbangun hubungan yang harmonis dalam bingkai kebersamaan dan saling menghormati.
Lebih dari sekadar perayaan, milad ke-34 ini juga berfungsi sebagai sarana edukatif bagi para santriwati untuk memahami sejarah dan nilai-nilai perjuangan yang melatarbelakangi berdirinya Pondok Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3. Dengan memahami perjalanan tersebut, diharapkan para santriwati mampu menumbuhkan rasa memiliki serta tanggung jawab untuk menjaga, melestarikan, dan melanjutkan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh para pendiri.
Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberlangsungan sebuah lembaga pendidikan tidak terlepas dari kontribusi seluruh elemen di dalamnya. Kebersamaan yang terbangun dalam momentum milad ini menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang. Dengan semangat yang terus terjaga, Pondok Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 diharapkan mampu terus berkembang dan berkontribusi dalam mencetak generasi yang unggul, tidak hanya dalam aspek keilmuan, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan akhlak.
Milad ke-34 ini pada akhirnya tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan, penguatan komitmen, serta peneguhan nilai-nilai kebersamaan yang telah menjadi fondasi utama Pondok Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 sejak awal berdirinya.
