Kyai Mahrus Amien Bersama Peserta FUI Kunjungi Habib Riziq Shihab

Jakarta/DN.Com Hari Jum'at 27 Juni 2008, Kyai Mahrus Amien beserta peserta pertemuan FUI mengunjungi Habieb Riziq Shihab dan Munarman di polda Metro Jaya Jakarta. Rombongan yang berjumlah 80 orang berangkat dari Darunnajah pukul 08.00 dengan menggunakan bus yang telah di sediakan panitia pertemuan FUI.

Rombongan tiba di Polda pukul 09.30 WIB dan dengan di pandu beberapa orang polisi langsung menuju ruang tahanan. Dengan sistem kelompok sepuluh orang  secara bergantian rombongan menemui Habib Riziq Shihab yang di tahan di lantai dasar dan Munarman di lantai 3 tahanan Polda Metro Jaya.

Pesan Habib Riziq
Darunnajah.com yang masuk bersama Kyai Mahrus Amien mendapat kesempatan menjadi kelompok pertama yang mengunjungi Habib Riziq Shihab. Bersama beberapa kyai dari daerah lain kami menungu Habib Riziq selama beberapa menit.

Ketika akhirnya kami bertemu, para kyai menyampaikan dukungan dan supportnya kepada Habib Riziq dan mengatakan bahwa mereka mewakili jamaah mereka di masing-masing Daerah. Habib Riziq dengan wajah gembira dan berseri-seri mengatakan, "Alhamdulillah ummat mendukung saya, dan ternyata hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa yang lalu seperti saya dengar membuat para ulama dan habaib di seluruh indonesia bersatu" ujarnya.

"Dan pesan saya satu jangan sampai ulama, habaib dan umat kita bercerai-berai kita harus satu seiya sekata karena dengan persatuan dan kesatuan, kita bisa mewujudkan misi memperbaiki negara ini" tambahnya lagi sebelum kemudian mengakhiri pertemuan sekitar 15 menit itu dengan  memimpin doa bersama.

Bertemu panglima laskar FPI Munarman
Setelah bertemu dengan Habib Riziq rombongan lalu bertemu dan berbincang-bincang dengan Munarman. Sosok Munarman yang sempat diberitakan beberapa media masa berbicara sendiri di kamar mandi ternyata sangat jauh dari gambaran stress. Munarman bahkan terlihat lebih putih bersih dan tanpa beban.

Beberapa kyai sempat bertanya tentang laki-laki yang membawa pistol dalam insiden monas, dan dengan enteng Munarman menjelaskan, "pistol yang di bawa laki-laki itu asli karena tidak mungkin seorang polisi membawa pistol mainan kan? dan laki-laki itu adalah juga penganut Ahmadiyah, jadi kalo kita baca sekarang orang-orang AKKBB itu memang sudah mempersiapkan diri dengan baik" jelasnya. Dan kembali kami melakukan doa bersama yang kali ini di pimpin oleh kyai Mahrus Amin untuk kemudian keluar ruang tahanan untuk bergantian dengan kelompok lain.