Kairo – Rumah dari pemilik percetakan Darussalam, disambangi oleh tiga guru utusan Pondok Pesantren  Darunnajah dengan ditemani oleh Bapak Subhan Jaelani selaku Staff KBRI Cairo (11/11) dalam rangka menjalin silaturahmi antara Pondok Pesantren Darunnajah dan percetakan Darussalam.

Kegiatan tersebut terasa santai namun serius. Kegiatan dimulai dengan ramah tamah yang disediakan pemilik percetakan Darussalam kepada para tamu, yang berupa hidangan khas Suriah.

Kemudian dilanjutkan dengan bincang santai antara pemilik percetakan Darussalam dengan Ust Muhammad Irfanuddin Kurniawan M.Ag, Ust. Lili Muhammad Darlin, M.A dan Ust. Katena Putu Ghandi, S.Pd.I, selaku utusan dari Pondok Pesantren Darunnajah.

Pada kesempatan itu, Ust. Muhammad Irfanuddin Kurniawan M.Ag memperkenalkan Pondok Pesantren Darunnajah serta sejarah awal pondok itu sendiri.  “Pondok Pesantren Darunnajah merupakan pondok yang didirikan pada tahun 1961  oleh KH Abdul Manaf Mukhayyar, KH Qomaruddin, serta KH Mahrus Amin  yang mana pondok tersebut merupakan pesantren  alumni dari Pondok Modern Darussalam Gontor,” tuturnya.

Syaikh Abdul Qodir Bakkar, selaku pemilik percetakan Darussalam, tampak antusias mendengar penjelasan dari Ust. Muhammad Irfanudin Kurniawan M.Ag.

Setelah mendengar penjelasan mengenai Pondok Pesantren Darunnajah, Syaikh Abdul Qodir Bakkar menyempatkan untuk bertanya kepada Ust. Muhammad Irfanuddin Kurniawan M.Ag mengenai syarat untuk masuk ke Pondok Pesantren Darunnajah.

“Syarat minimal akademik untuk masuk Pondok Pesantren Darunnajah harus bisa baca Al Quran dan menulis Arab,” jawab Ust. Muhammad Irfanuddin Kurniawan M.Ag

Setelah berbincang-bincang selama 2 jam, ketiga utusan dari Pondok Pesantren Darunnajah pamit untuk pulang. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini, hubungan antara Pondok Pesantren Darunnajah dan percetakan Darussalam menguat. Dan acara diakhiri dengan salam-salaman.

(dn.com/danisha)