Konsep Otomatis Konsep Otomatis

Kunjungan Syekh Prof. Dr. ‘Adil bin Ibrahim Rifai ke Pondok Pesantren Darunnajah, Perkuat Kemitraan Keilmuan Al-Qur’an  dengan Universitas Islam Madinah Sejak 2012

Pondok Pesantren Darunnajah kembali mendapatkan kehormatan besar, Syekh Prof. Dr. ‘Adil bin Ibrahim bin Muhammad Rifai, Guru Besar sekaligus Ketua Departemen Qira’at Fakultas Al-Qur’an al-Karim Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, kunjungi Pesantren Darunnajah dalam rangka silaturrahim dan penguatan kerjasama keilmuan yang berlangsung pada 16–23 Juli 2026. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan akademik yang telah terjalin antara Darunnajah dan Universitas Islam Madinah sejak tahun 2012.

Selama berada di Indonesia, Syekh Prof. Dr. ‘Adil bersama keluarga dijadwalkan mengunjungi sejumlah unit pendidikan Darunnajah di Jakarta, Bogor, Banten, hingga Cianjur. Rangkaian kegiatan meliputi pembinaan guru, kuliah umum, tausiyah kepada santri, serta silaturrahim dengan beberapa pesantren mitra Darunnajah.

Sebagai salah satu ulama terkemuka di bidang ilmu qira’at, Syekh Prof. Dr. ‘Adil memiliki rekam jejak akademik yang panjang di Universitas Islam Madinah. Beliau pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Fakultas Al-Qur’an al-Karim Program Pascasarjana, Sekretaris Senat Fakultas, anggota Dewan Penelitian Ilmiah, dan kini mengemban amanah sebagai Ketua Departemen Qira’at. Kiprahnya juga diakui secara internasional melalui keterlibatannya dalam berbagai lembaga ilmiah di bawah naungan Rabithah al-‘Alam al-Islami serta sejumlah pusat kajian Al-Qur’an.

Dalam kunjungan kali ini, Syekh Prof. Dr. ‘Adil dijadwalkan memberikan materi pada kegiatan In House Training (IHT) guru-guru Darunnajah Jakarta di GOR Darunnajah pada Sabtu (18/7), kemudian melanjutkan pembinaan serupa di Darunnajah 2 Cipining. Selain itu, beliau juga akan mengunjungi Pondok Pesantren Daarul Qur’an, Daar El-Azhar Rangkasbitung dan Pondok Pesantren Kun Karima Pandeglang sebagai bagian dari penguatan jejaring pendidikan Islam.

Menjelang akhir kunjungan, Syekh Prof. Dr. ‘Adil akan menyampaikan tausiyah kepada para santri Darunnajah Jakarta, termasuk tausiyah Subuh yang diharapkan dapat memberikan motivasi spiritual sekaligus memperkuat kecintaan santri terhadap Al-Qur’an.

Kunjungan Syekh Prof. Dr. 'Adil bin Ibrahim Rifai ke Pondok Pesantren Darunnajah, Perkuat Kemitraan Keilmuan Al-Qur’an  denga

Bagi keluarga besar Darunnajah, kehadiran seorang guru besar qira’at dari Universitas Islam Madinah bukan sekadar agenda kunjungan akademik. Kehadiran beliau menjadi kesempatan berharga bagi para guru dan santri untuk belajar langsung dari ulama yang memiliki sanad keilmuan kuat dalam bidang Al-Qur’an, sekaligus memperkaya wawasan dalam pengembangan pembelajaran qira’at di lingkungan pesantren.

Hubungan Darunnajah dengan Universitas Islam Madinah sendiri telah berlangsung lebih dari satu dekade. Kerja sama tersebut bermula melalui penyelenggaraan Dauroh Universitas Islam Madinah di Darunnajah pada tahun 2012 dan terus berkembang melalui berbagai program pembinaan, pelatihan tahsin, serta kunjungan para masyayikh dari Madinah pada tahun-tahun berikutnya, termasuk pada 2023 dan 2024.

Konsistensi hubungan tersebut mencerminkan komitmen kedua lembaga dalam memperkuat pengembangan pendidikan Islam berbasis Al-Qur’an. Bagi Darunnajah, kemitraan ini menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pendidikan yang berorientasi pada penguatan sanad keilmuan, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta perluasan jejaring akademik dengan berbagai institusi Islam terkemuka di dunia.

Kunjungan Syekh Prof. Dr. ‘Adil juga melanjutkan tradisi panjang Darunnajah dalam menjalin hubungan dengan para ulama dan akademisi internasional. Selama hampir lima dasawarsa, pesantren Darunnajah telah menerima kunjungan tokoh-tokoh dari berbagai negara, khususnya dari Arab Saudi dan Mesir, sebagai bagian dari penguatan ukhuwah Islamiyah, pengembangan pendidikan, serta diplomasi keilmuan yang berkelanjutan.

Dari Arab Saudi, Darunnajah telah dikunjungi antara lain oleh:

  • Syekh Ali Al-Harakan, Sekretaris Jenderal Rabithah al-‘Alam al-Islami (1980 dan 1982) di masa-masa awal berdirinya pesantren;
  • Syekh Abdul Wahab Ahmad Abdul Wasi’, Menteri Wakaf Arab Saudi (1988);
  • Syekh Ibrahim, Imam Besar Masjid Nabawi (1993);
  • Syekh Dr. Su’ud bin Ibrahim Asy-Syuraim, Imam Masjidil Haram (2002);
  • Prof. Dr. Muhammad bin Ali Al-‘Uqla, Rektor Universitas Islam Madinah (2011 dan 2012), bersama para guru besar UIM seperti Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Ali Al-‘Ubaid (2011, 2015) dan Prof. Dr. Muhammad Yusuf Ahmad Afifi (2011);
  • Syekh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsri dan Syekh Abdullah bin Muhammad Al-Mutlaq (2015);
  • Prof. Dr. Hasan bin Abdul Hamid Bukhari dari Universitas Ummul Qura (2013 dan 2019) serta Dr. Adil bin Ahmad Bana’mah (2014);
  • Prof. Dr. Mahmud Ad-Dausari, Prof. Dr. Sulaiman bin Salim As-Suhaimi, dan Syekh Shalih bin Tsunayyan (2015);
  • Dr. Abdullah bin Abdul Muhsin At-Turki, Sekretaris Jenderal Rabithah al-‘Alam al-Islami (2016);
  • Syekh Dr. Ahmad bin Ali Al-Hudzaifi, Imam Masjid Nabawi (2024);
  • Prof. Dr. Fahad Muhanna Al-Ahmadi dari Universitas Islam Madinah dan Syekh Ahmad bin Isa Al-Hazimi, Atase Agama Kedutaan Arab Saudi (2025).

Kedekatan dengan Kerajaan Arab Saudi juga terwujud dalam amanah program Buka Puasa Bersama Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud yang dipercayakan kepada Darunnajah (2024), serta undangan umrah dari Raja Salman untuk pendiri Darunnajah, K.H. Mahrus Amin (2016).

Adapun kunjungan ke Darunnajah dari Mesir, khususnya Al-Azhar Asy-Syarif, tercatat antara lain:

  • Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq, Menteri Wakaf Mesir (1997);
  • Dr. Muhammad Said Daud dari Universitas Al-Azhar (2013), yang kemudian kembali hadir bersama rombongan masyayikh Mesir pada 2023;
  • Prof. Dr. Eatimad Abdel Shadeq El-Afify dan Prof. Dr. Nahla Shobry El-Saedy dari Al-Azhar Kairo (2017) — Prof. Nahla kemudian kembali pada 2025 dalam kapasitas Penasihat Grand Syekh Al-Azhar;
  • Prof. Dr. Asyraf Atiyah Ali Al-Badwih dan Prof. Dr. Ibrahim Sholah (2018);
  • Prof. Dr. Toha Ibrahim Ahmed Badri serta Dr. Shawki Elsayed Yasin Elattar (2019);
  • Syekh Essam Elsayed Mohamed Youssef dan Prof. Dr. Yaser Abd Mohamed Aly (2022);

Puncaknya yaitu kunjungan Grand Syekh Al-Azhar Imam Akbar Prof. Dr. Ahmad At-Tayyeb pada 11 Juli 2024, yang menjadikan Darunnajah satu-satunya lembaga pendidikan yang beliau kunjungi dalam lawatannya ke Indonesia, disusul Syekh Prof. Dr. Abbas Shouman, Wakil Grand Syekh Al-Azhar pada 2025.

Deretan nama ini bukan sekadar daftar nama melainkan sanad silaturahim dan bukti bahwa selama puluhan tahun para ulama Haramain dan Al-Azhar memandang Darunnajah sebagai mitra yang amanah dalam menjaga dan mengembangkan pendidikan Al-Qur’an dan ilmu-ilmu keislaman di Indonesia.

Melalui kunjungan ini, diharapkan hubungan antara Pondok Pesantren Darunnajah dan Universitas Islam Madinah semakin erat serta memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan Al-Qur’an dan lahirnya generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan memiliki wawasan global.

“Ahlan wa sahlan, ya Syaikhana. Semoga Allah memberkahi setiap langkah kunjungan ini, dan semoga ilmu yang tercurah selama sepekan menjadi cahaya bagi 13.000 lebih santri Darunnajah di seluruh cabang. Amin.” sambutan hangat diucapkan Kyai Sofwan, Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah.

Ditulis oleh Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si.