Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Sabtu siang matahari menyegat terik. Selepas murojaah wajib ba’da Dhuhur, seperti biasanya para santri bergegas mengambil makan siang dengan lauk seadanya. Yah, namanya juga pondok masih awal berdirinya, juga fasilitasnya pun belum semuanya ada.

Terdengar dari kejauhan suara garang mesin mobil perlahan menghampiri para santri yang sedang asyik makan siang. Tak lama kemudian pintu mobil terbuka dan.. Ternyata Kyai Sofwan menyempatkan waktu untuk mengunjungi kami di cabang Darunnajah yang ke 13 ini

Beliau tidak sendirian, ditemani dengan supirnya dan pakar bangunan Darunnajah yakni Insyinyur Angga. Kunjungan beliau tak lain adalah megevaluasi pembangunan di Darunnjah cabang. Beliau menuturkan tentang pembangunan kamar mandi baru untuk santri putri.

Pembangunan 4 lokal kamar mandi

Para pekerja saat ini sedang berkonsentrasi pada 4 kamar mandi shower untuk sanri putri. Beliau juga menuturkan apabila 4 kamar mandi masih serasa kurang, untuk menerima santri baru tahun depan, maka aka nada penambahan 6 kamar mandi baru di lokasi tersebut

Penambahan fasilitas jemuran

Di samping proses pembangunan kamar mandi, para pekerja juga telah menyelesaikan fasilitas jemuran pakaian untuk putri. Dengan bertambahnya santri jumlah jemuran yang ada kurang memadai. Sebab itulah, sejumlah buah bambu dirancang sedemikian rupa untuk menjadi jemuran.

Pemberian 12 unit kipas angin

Beliau juga memberi bantuan berupa 12 buah kipas angin untuk kamar-kamar santri, naik putra maupun putri. Karena memang cuaca di desa Cidokom pada siang hari yang cukup panas.Kipas angin tersebut rencananya akan dipasang di tiap kamar sejumlah 2 buah.

Torn air bertambah

Para santri juga difasilitasi sebuah torn air baru untuk memasok air untuk mandi dan keperluan lainnya. Yah.. sudah menjadi kebiasaan beberapa santri putri mungkin sedikit berlebihan dalam pemakaian air. Proyek ini akan dikerjakan setelah kamar mandi selesai dibuat.

Perencanaan pemasangan kawat untuk fentilasi juga akan dikerjakan seusai pembangunan kamar mandi tersebut. Tak bisa berlama-lama, beliau harus melanjutkan perjalanan ke darunnajah 8.

Cukup singkat pertemuan kami dengan beliau, tapi sudah cukuplah untuk memacu kembali semangat kami dalam menghafal Al-Qur’an. Mobil Pajero pun dating untuk kembali mengantar perjalan beliau selanjutnya. Semoga dengan percepatan pembangunan ini Darunnajah 13 Rabiul Qulub bisa juga berkembang pesat. Mengingat zaman sekarang ini para walisantri berlomba-lomba untuk mencari Ponpes Tahfizh Al-Qur’an.

Semoga Bermanfaat

(ghofur /13)