Pondok Pesantren Darunnajah menerima kunjungan dari Dr. Amr Ahmad Mukhtar, Wakil Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Republik Indonesia. Pada Rabu, 15 April 2026. Kunjungan ini berlangsung di Baitun Nadwah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Darunnajah.
Di antaranya K.H. Busthomi Ibrahim, M.Ag., Ph.D., Dr. Much Hasan Darojat, Ust. H. Hasyim Sya’ban, S.Pd.I, H. Robby Muhammad Syarief, Lc., M.H., Syekh Ubaid Mabrouk, H. Imam Khairul Anas, Lc., M.A., Ust. Fathu Naim, Lc., Ust. Nurul Intan Dien, Lc., dan Ust. Minka Nafhatin, Lc.
Dr. Amr Ahmad Mukhtar melanjutkan kunjungan dengan mengadakan kuliah umum bersama santri Pondok Pesantren Darunnajah. Dr. Amr Ahmad Mukhtar menyampaikan rasa senang dapat berkunjung ke Darunnajah dan bertemu langsung dengan para santri.
Beliau juga mengucapkan terima kasih atas undangan yang diberikan kepada beliau untuk melakukan kunjungan ini. Dalam sambutannya, Dr. Amr menyampaikan salam dari Grand Syekh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad ath-Thayyib, untuk Pimpinan, guru-guru, dan santri-santri Darunnajah.
Dr. Amr Ahmad Mukhtar menekankan pentingnya pengamalan Islam Wasathiyah kepada santri-santri, yaitu ajaran Islam yang moderat, tidak Ifrath (berlebih-lebihan, melampaui batas, dan ekstrem) serta tidak tafrith (meremehkan, mengabaikan, melalaikan, dan terlalu longgar).
Beliau mengingatkan bahwa ajaran Islam yang Wasathiyah adalah jalan tengah yang selalu menjunjung tinggi nilai keseimbangan dan kedamaian.
Beliau juga mengungkapkan bahwa hubungan antara Indonesia dan Mesir sudah terjalin lama dan terus berkembang, terutama dalam bidang keagamaan, pendidikan, budaya, dan lainnya. Dr. Amr menganggap dirinya hanya sebagai penyambung hubungan tersebut dan berharap agar kerja sama antar kedua negara ini dapat terus maju.
Sebagai penutup, Dr. Amr berharap agar hubungan antara Pondok Pesantren Darunnajah dan Al-Azhar semakin baik, berkembang, dan memberikan manfaat yang besar, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mempererat solidaritas antar umat Islam di seluruh dunia.
