Krisis Adab Pendidikan Islam Rekonstruksi Kurikulum Metodologi Penelitian Krisis Adab Pendidikan Islam Rekonstruksi Kurikulum Metodologi Penelitian

Krisis Adab Pendidikan Islam Rekonstruksi Kurikulum Metodologi Penelitian

Adab: Struktur Epistemologis yang Hilang
Salah satu diagnosis paling tajam tentang krisis umat datang dari Syed Muhammad Naquib al-Attas. Ia menyatakan bahwa krisis umat adalah krisis adab, hilangnya pengakuan dan penempatan sesuatu pada tempatnya yang benar.

Dr. Ahmad Alim dalam “Filsafat Ilmu: Perspektif Barat dan Islam” memperdalam konsep ini.

Seorang yang beradab adalah ia yang:

1. Mengakui Tuhan sebagai sumber ilmu tertinggi.
2. Menempatkan wahyu sebagai otoritas tertinggi.
3. Mengakui keterbatasan akal dan indra.
4. Menggunakan ilmu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
5. Menghormati guru.
6. Menyebarkan ilmu dengan ikhlas.
7. Menghidupkan Tradisi dalam Ruang Kelas
Pertama: Merekonstruksi Kurikulum dengan Tauhid sebagai fondasi.

Di sebuah perguruan tinggi Islam, kami pernah mengamati mata kuliah Fisika Dasar. Dosennya mengajar dengan baik, tetapi tidak pernah mengaitkan ilmu alam dengan kebesaran Pencipta.

Kurikulum berbasis worldview Islam harus mengubah ini dengan pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang makna penciptaan dan tujuan ilmu.

Membangun Metodologi Penelitian yang Berkarakter
Salah satu tantangan terbesar pendidikan tinggi Islam adalah metodologi penelitian. Selama ini mahasiswa mempelajari paradigma Barat tanpa mengkritisi fondasi filosofisnya.

Penulis: Muhammad  Irfanudin Kurniawan