Kisah Inspiratif – Harapan dari orang tua kepada anaknya ialah untuk menjadikan anaknya sukses dalam hal apapun khususnya dibidang pendidikan, akan terasa bangga jika anaknya bisa belajar menuntu ilmu di negeri orang, lebih dari itu orang tua juga akan bangga jika anaknya bisa meraih prestasi dengan baik.

Dijaman modern sekarang banyak universitas atau peguruan tinggi menyediakan berbagai macam beasiswa untuk mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah diluar negeri, sudah banyak pelajar atau mahasiswa asal Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa kuliah diluar negeri dengan keyakinan, semangat, perjuangan dan do’a yang tiada hentinya akhirnya mereka bisa berhasil kuliah di luar negeri.

Apa yang menyebabkan mereka bisa berhasil? Karena pendidikan yang mereka pelajari di pesantren merupakan aset yang sangat berharga bagi mereka, kenapa? Karena pesantren mendidik mereka untuk mencari ilmu kapanpun, siapapun dan dimanapun. sampai negeri china dan sampai liang lahat seperti dalam ilmu mahfudzot

أطلب العم من المهد الى اللحد

“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”

أطلبوا العلم ولوبالشين

“Tuntutlah Ilmu Sampai ke negeri China”

Bagi santri, mahfudzot diatas tentunya tidak asing lagi, namun dampaknya sangat berpengaruh bagi masa depan mereka, bukan hanya itu, tetapi itu juga bisa menjadikan motivasi bagi mereka yang akan menentukan kehidupan yang akan mendatang. Bagi dunia pendidikan tentunya hal ini sangat berpengaruh bagi kecerdasan anak Indonesia karena dari kata kutipan saja bisa menjadi inspirasi bagi mereka.

Berikut adalah salah satu mahasiswa alumni pesantren Darunnajah 2 Cipining yang sedang melanjutkan pendidikannya di luar negeri semoga menjadi inspirasi bagi pelajar di seluruh Indonesia.

Profil Singkat

Kisah Inspiratif Muhammad Fariz Khaerul Fazri

Kisah Inspiratif Muhammad Fariz Khaerul Fazri

Dia adalah Muhammad Fariz Khaerul Fazri alumni Pesantren darunnajah 2 cipining angkatan ke-22 pada tahun 2015 remaja kelahiran Tangerang Jum’at, 14 Maret 1997  ini telah banyak aktif di pesantren, diantaranya pernah mengikuti program pertukaran pelajar ke jepang, mengukir prestasi dengan nilai mumtaz (istimewa) pada ujian kelas akhir TMI. Dan lain sebagainya.

Kisah Inspiratif – Latar Belakang

Kisah Inspiratif - Di Kota Kerajaan Maroko

Kisah Inspiratif – Di Kota Kerajaan Maroko

Fariz terlahir dari lingkungan keluarga yang sederhana. Ayahnya, beliau sebagai seorang tukang kayu sedangkan Ibunya sehari-harinya hanya sebagai Ibu rumah tangga. Fariz adalah anak ke-4 dari 4 bersaudara, dan satu-satunya anak laki-laki di keluarganya. Keserdehanaan keluarganya tidaklah menjadi hambatan bagi Fariz untuk giat belajar. Fariz dikenal sebagai orang yang pintar, cerdas, pandai, rajin, memiliki segudang prestasi dan mudah bergaul dengan siapapun, sosok seseorang yang sangat ceria, memilik banyak pengalaman di bidang keorganisasian, humoris, motivator bagi bagi adik-adik kelasnya dan teman-temannya, senang berbagi ilmu dan pengalaman.

Pendidikan di Pesantren

Kisah Inspiratif - Fariz Mengisi Materi tentang tips kuliah di luar negeri

Kisah Inspiratif – Fariz Mengisi Materi tentang tips kuliah di luar negeri

Menempuh pendidikan Sekolah Dasar di MI Baitussa’adah tahun 2003 – 2009. Fariz waktu kecil sudah akrab dengan berbagai macam prestasi, ia berhasil meraih juara kelas sejak kelas 1 (Satu) MI s/d kelas akhir atau kelas 6 (enam) MI dan menjadi Juara umum.

Fariz mulai pertama kali menginjakan kaki di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor pada tanggal 15 Juli tahun 2012. terdapat keistimewaan pada dirinya untuk menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining. Biasanya, untuk calon santri lulusan SMP/MTs yang bukan berasal dari Pondok Pesantren, Terlebih dahulu diwajibkan belajar di kelas Intensif untuk pendalaman Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Pelajaran-pelajaran agama Islam lainnya, sebelum lanjut ke kelas 4 TMI atau kelas 4 Madrasah Aliah. Namun, Fariz langsung diterima untuk melanjutkan pendidikannya ke kelas 4 TMI.

Awal pendidikannya di Pesantren cukup membanggakan. Karena meskipun Fariz masih terbilang awal untuk mengikuti pendidikan di Pesantren. Namun, ia langsung berhasil meraih peringkat pertama semester gasal di kelas X A pada saat itu. Namun, hanya mampu meraih nilai rata-rata 77,50 karena belum terbiasa mengikuti kultur dan alur ujian di Pondok Pesantren.

Usaha dan Do’a

Singkat cerita, setelah lulus dari darunnajah 2 cipining, fariz mengabdikan dirinya di pondok pesantren darunnajah 2 cipining sambil mencari lowongan kesempatan untuk belajar kuliah diluar negeri, dengan mengikuti berbagai test dan seleksi baik jalur penerimaan mahasiswa baru di Madinah, Turki maupun Maroko sudah dia coba. Alhamdulillah, Di antara ketiga kesempatan tersebut salah satunya adalah maroko yang bisa menerima fariz untuk belajar di sana. Lewat pengumuman dari via email. Dari ratusan pendaftar hanya 15 orang saja yang diterima. Tentunya sebuah kesyukuran bagi dia sendiri, keluarga, teman dan juga pesantren.

Perpisahan & Perjalanan

Musim Salju di Maroko

Musim Salju di Maroko

Tepatnya hari kamis, 22 September 2016 adalah hari keberangkatan menuju kerajaan maroko pada hari itu fariz beserta keluarga dan sahabtnya menuju bandara international Soekarno-Hatta tepatnya di terminal 2 F gate 4 guna untuk mengantarkan sampai ke bandara. Tiba di bandara langsung melaksanakan sholat dzuhur secara berjamaah, Selesai melaksanakan ibadah shalat dzuhur berjamaah perwakilan kementrian agama memberikan pengarahan kepada calon mahasiswa maroko, sebelum jadwal keberangkatan tiba. Pukul 14.25 fariz berpamitan dengan keluarga dan sahabat karena pada saat itu harus melakukan check in. Selama proses tersebut suasana menjadi haru biru karena titik awal perjuangan segera tiba. Karena harus berhijrah sementara selama tiga tahun ke depan untuk berjuang di tempat yang asing bagi dia, bahkan dia juga belum mengenal dekat satu sama lain. Disisi lain fariz juga harus berpisah dengan keluarga dan sahabat untuk sementara. Pukul 16.30 WIB Pesawat yang naiki lepas landas (take off) menuju Bandara International Changi Singapura untuk transit terlebih dahulu.

Perjalanan menuju maroko ditempuh selama kurang lebih delapan jam lamanya. hari Jum’at, 23 September 2016 Pukul 12.30 waktu Maroko tibalah di Bandara International Muhammad Khomis Casablanca Maroko. Sesaat kemudian langsung mengurus keimigrasian untuk check pasport dan mengambil barang bawaan. Di Bandara fariz dan mahasiswa lainnya disambut oleh ketua PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Maroko dan rombongan. Setelah itu langusng bersama-sama menuju ibu kota Rabat untuk proses administrasi dan orientasi selama kurang lebih 3 hari.

Kegiatan Selama Di Maroko

Banyak kegiatan yang telah dilakukan oleh fariz diantanya kegiatan sehari-hari seperti kuliah, berkomunikasi dengan masyarkat sekitar,

Tulisan di salju Maroko

Tulisan di salju Maroko

Kejutan Tak Terduga

Tidak disangka selama 1 semester (enam bulan) lamanya belajar di maroko, secara resmi website universitas madinah mengumumunkan daftar nama-nama mahasiswa yang lolos seleksi kuliah di universitas madinah, diantara ratusan calon mahasiswa madinah, ada satu nama yang mengejutkan, ternyata itu Fariz terasuk dalam daftar nama-nama tersebut, Alhamdulillah, akhirnya fariz memilih untuk melanjutkan studi nya di kota suci yaitu madinah, sebelum mendapatkan panggilan dari pihak madinah, fariz kembali ke tanah air. dan pada 10 Oktober kemarin fariz berangkat dari indonesia menuju Madinah, Saudi Arabia, alhaldulillah sampai sekarang fariz sudah berada di kota madinah untuk menuntut ilmu disana. (Wardan/Bim-bim)

Fariz Di kota Masjid Nabawi Madinah

Fariz Di Masjid Nabawi Madinah

https://www.youtube.com/watch?v=po3y_ppmyBo&feature=youtu.be