Kiat Sehat Ala Rasulullah saw
Menu

Kiat Sehat Ala Rasulullah saw

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Rasulullah saw adalah teladan terbaik dalam segala hal, terutama dalam menjaga Kesehatan tubuh. Pada Kesempatan Pengajian bersama Ulama dan Umara, Pimpinan Pesantren Darunnajah Cipining yang juga sebagai tuan rumah, menyampaikan sambutannya tentang pentingnya menjaga kesehatan. Beliau mengutip sebuah ayat Al-Qur’an Surat Al-Ma’idah Ayat 3 yang berbunyi;

اَلْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكٌمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ اْلاِسْلاَمَ دِيْنًا

…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu”. (QS Al-Ma’idah : 3)

Dari ayat tersebut sudah sangat gambalng kita pahami bahwa Islam sudah sempurna, aturan apapun yang ada didunia ini, semuanya sudah lengkap. Termasuk dalam hal medis atau kedokteran. Rasulullah saw adalah teladan terbaik, sebagai umatnya kita harus mencontoh beliau saw. Termasuk bagaimana Nabi saw mempertahankan kesehatannya. Berikut adalah kebiasaan Rasulullah saw yang membuat fisik beliau saw tetap sehat;

1. Beliau Senantiasa Selalu Bangun Sebelum Shubuh

Rasulullah senantiasa bangun sebelum shubuh datang. Beliau tidak pernah meninggalkan sholat fajar yang pahalanya lebih baik dari dunia dan isinya. Selain itu, rahasia terbesar yang terdapat pada saat sebelum shubuh adalah;
– Pahala yang berlimpah, dan waktu do’a yang mustajab
– Udara shubuh yang bagus untuk kesehatan,
– Memperkuat Otak untuk berpikir

2. Senantiasa Menjaga Kebersihan

Rasulullah saw selalu menjaga Kebersihan  Tubuh, Pakaian dan Tempat tinggal. Dalam haditsnya dapat kita jumpai, Rasulullah menyuruh kita untuk menjaga kebersihan, terutama dalam lima perkara, yakni: mencukur bulukemaluan, berkhitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku. (HR Bukhari 5550, 5552, 5939. Muslim 257. Abu Dawud 4198. Tirmidzi 2756 dan ini lafalnya. Nasai 10. Ibnu Majah 292), dan beliau saw juga menyampaikan bahwa “Bersuci adalah sebagian dari Iman” (HR Muslim)

3. Tidak Banyak Makan
Pusat segala macam adala perut. Betapa banyak manusia yang sembarangan mengkonsumsi makanan, yang tidak jelas mengandung gizi yang dibutuhkan atau tidak. Apalagi kehalalannya, orang sudah tidak perduli. Yang penting enak diperut dan mengenyangkan. Rasulullah saw mengajarkan kita untuk tidak blankberlebihan dalam makan dan minum. Beliau saw mengajarkan untuk memberikan ruang udara 1/3 dalam perut kita, setelah 1/3 diisi makanan dan 1/3 lagi diisi air.

Beliau saw tidak akan makan sebelum datangnya rasa lapar. Dan beliau berhenti makan sebelum kekenyangan. Maka dari itu, zat-zat makanan yang masuk kedalam tubuh beliau saw dapat dicerna dengan baik, asupan gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh. “Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak ( tidak sampai kekenyangan)“(Muttafaq Alaih) dalam sabda beliau saw.

4. Gemar Berjalan kaki

Dengan sering berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori-pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar, Ini penting untuk mencegah penyakit jantung. Demikian Rasulullah saw senantiasa berjalan kaki ketika hendak ke Masjid, ke rumah sahabat, dan kemedan jihad.

5. Tidak Pernah Marah

Rasulullah saw selalu memberikan nasihat kepada sahabatnya untuk tidak marah. Bahkan beliau saw mengulang-ulang “Jangan Marah” sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَوْصِنِي، قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَاراً، قَالَ: لاَ تَغْضَبْ [رواه البخاري]

Dari Abu Hurairah”Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi صلی الله عليه وسلم : “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau : “Janganlah engkau mudah marah”.   (HR. Al- Bukhari )
Ada terapi yang tepat untuk menahan marah, ini juga berdasarkan petunjuk Rasulullah saw :
– Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
– Membaca Ta ‘awwudz, karena marah itu dari Syaithon
– Segeralah berwudhu

6. Optimis dan tidak putus asa.

Sikap optimis akan menumbuhkan kelapanan jiwa dan sikap tawakal pada Allah. Orang yang optimis tidak gampang berputus asa, dan selalu mencari sisi-sisi positif yang solutif. Rasulullah sendrii pernah mencontohkan sikap optimistis saat beliau dilempari batu oleh penduduk Yastrib yang menolak diajak ke kalan Islam. Ketika malaikat menawarkan untuk menghukum mereka Rasulullah menolak. “Mungkin mereka menolakku kini, namun anak keturunan mereka akan beriman kepada Allah” kata Rasulullah.

7. Tak pernah iri hati.

 Supaya hati selalu tenang dan ikhlas, jauhi selalu sifat iru hati. Jauhi selalu sifat iri hati. Selain merusak mental, sifat membuat derita hati berkeoanjangan, karena tak pernah bisa melihat orang lain bahagia. Rasulullah sendiri pernah bersabda. “Dengki dan iri hati itu ibarat api membaka rkayu bakar sampai habis. “Sikap iri hanya akan menghilangkan pahala dan membuat jiwa tidak sehat.

Itulah petunjuk Rasulullah saw tentang bagaimana menjaga kesehatan. Sangat mudah untuk dijalani. Dan konsekuensi bagi orang yang meneladani Rasulullah saw adalah mendapatkan pahala, juga badan yang terhindar dari penyakit. Sementara jika kita bersikap acuh dan tidak menjadikannya sebagai pedoman hidup, maka tentu saja tidak mendapatkan pahala, hanya mungkin mendapatkan penyakit yang tinggal menunggu waktu. [WARDAN/Kang DR]

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait