Anak usia balita berpuasa? Mengapa tidak! Ikuti 10 kiat di bawah ini ya.
1. Siapkan hati ananda dengan menjelaskan dengan singkat kegembiraan dan kehebohan suasana dan aktivitas berpuasa di bulan Ramadhan.
2. Jangan lupa siapkan fisik ananda dengan olah raga ringan teratur, memeriksakan kesehatan ke dokter anak, dan meminta pertimbangan medis.
3. Siapkan akalnya juga ya dengan menjelaskan manfaat puasa bagi kesehatan serta hal-hal darurat yang membolehkan seseorang boleh berbuka atau tidak berpuasa.
4. Strategikan cara membangunkan sahur ananda tanpa trauma. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja sering enggan untuk bangun di dini hari untuk makan.
5. Strategikan agar ananda dapat berpuasa dengan nyaman dengan menjauhkan segala makanan dan minuman dari pandangan, tidak ada anggota keluarga yang berhalangan puasa terlihat makan atau minum.
6. Merancang buka puasa dengan heboh. Saat berbuka adalah saat paling ditunggu semua orang. Untuk itu jangan kecewakan ananda dengan makanan yang belum siap atau menu yang mengecewakan. Mintalah pendapat ananda untuk menu-menu favorit buka puasa.
7. Menyiapkan hadiah berjenjang. Pada pengalaman pertama puasa ananda, sangat mungkin hanya beberapa hari saja. Siapkan hadiah menarik dengan berjenjang sesuai pencapaian puasa anak-anak.
8. Mengendalikan kegiatan fisik selama puasa. Anak-anak tidak memiliki strategi pemanfaatan tenaga selama berpuasa. Jika kita tidak mengondisikan, mereka tetap akan bermain sepeda, berlari, sepak bola, dan lain-lain di pagi hari puasa mereka. Ini berpotensi menggagalkan puasa hari itu.
9. Mengondisikan teman ananda. Tidak banyak orang tua yang membiasakan balitanya berlatih puasa Ramadhan. Untuk itu, kondisikan ananda agar bermain dengan teman-temannya yang berpuasa juga atau ajari cara menolak ajakan bermain dengan berkata, “Maaf ya, Aku sedang puasa lho”.
10. Bertawakal pada Allah Swt. Setelah 9 kiat di atas dijalankan, bermohonlah pada Allah Swt agar seluruh keluarga diberkahi menjalani Ramadhan tahun ini dengan khidmat.
(dj)