Khutbah Jum’at Masjid Darunnajah Jakarta, Induk Segala Dosa

Khutbah Jum’at Masjid Darunnajah Jakarta, Induk Segala Dosa

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email
Share on telegram

Oleh: Ust. Abdurrahman M. Soleh

Assalamualaikum wr wb

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيِّأتِ أعمالنا مَن يهده الله فلامُضِلَّ لَه وَمن يُضْلِلْهُ فَلَاهَادِيَ لَه، أشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده و رسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين، أما بعد. فياعباد الله أوصيكم ونفسى بتقوى الله

Bismillahirrahmanirrahim

Kaum muslimin jamaah sholat jumat yang insya Allah dicintai Allah
Mari kita sama-sama memperkuat benteng keimanan kita,mempererat tali silaturrahim kita serta selalu berusaha semaksimal mungkin untuk menggapai ridho Allah SWT. Kita bersyukur kepada Allah SWT atas segala bentuk kasihsayangNYA yang telah diberikan kepada kita,atas semua kenikmatan yang diberikan kepada kita,bahkan sebagian dari kita mungkin tidak tahu atas hal itu,semua itu allah berikan karena Allah maha RAHMAN maha RAHIM,Allah maha bijaksana,yang memberikan dengan pemberian yang seadil-adilnya dan sebaik-baiknya agar manusia selalu sadar selalu tunduk dan selalu patuh terhadap apa yang Alllah perinthkan.

Sholawat sert salam kit kirimkan kepada pemimpin terbaik dunia pemimpin yang selalu sayang kepada ummatnya,panutan kita,teladan kita,beliau adalah Nabi Muhammad Rasulullah SAW.semoga kita selalu mendapatkan syafaatNya.amiin yaa robbal alamiin

Kaum muslimin kekasih Allah

manusia adalah tempat salah dan lupa,maka sebaik baik dari manusia adalah mereka yang selalu tunduk dan patuh terhadap apa yang diperintahkan Allah SWT dan selalu senantiasa menjauhi dari apa yang merupakan larangan Allah SWT.yang paling terpenting dari itu adalah sikap kehati-hatian agar tidak terperosok ke lobang dosa dan kesalahan. Didalam kitab muntabihat ala isti’dad liyaumil miaad Rasulullah SAW bersabda

أَوْحَى اللهُ تَعَالَى إِلَى مُوْسَى بْنِ عِمْرَان فِي التّوْراتِ: إِنَّ أُمَّهَاتُ اْلخَطَايَا ثَلَاثٌ: الكِبْرُ وَالْحَسَدُ وَالْحِرْصُ، فَنَشَأَ مِنْهَا سِتَّةٌ فَصِرْنَ تِسْعَةٌ: الأُوْلى مِنَ السِّتَّةِ: الشِّبَعُ وَالنَّوْمُ وَالرَّاحَةُ وَحُبُّ الْأَمْوَالِ وَحُبُّ الثَّناَءِ وَالْمَحْمَدَةِ وَحُبُّ الرِّيَاسَةِ

“Allah menurunkan wahyu kepada nabi musa ibnu imran dalam kitab Taaurat : sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada 3,yakni takabbur,hasud,dan tamak.ketiganya melahirkan enam hal,yaitu rasa kenyang,tidur,waktu senggang,cinta harta,gila pujian,dan cinta jabatan”

Yang PERTAMA adalah TAKABBUR,angkuh,atu sombong.ini merupakan sifat yang dapat mendekatkan kita kepada kesalahan,yang dapat membuat seorang hamba dibutakan oleh perasaan lebih daripada orang lain,lebih hebat,lebh baik,bahkan seolah-olah tidak ada tandingan lagi,dan disaat bersamaan selalu memandang rendah orang lain.ingatkah kita,ketika iblis diperintahkan untuk hormat,sujud kepada nabi adam? Karena sifat inilah iblis membangkang kepada Allah SWT iblis lebih memilih jatuh kedalam jurang kegelapan selamanya ketimbang manaruh rasa hormat kepada nabi Adam.

Tampaklah bagaimana al kibru atau keangkuhan memunculkan rasa paling benar sendiri,paling mulia sendiri,dan karenanya,secara sadar atau tidak sadar merasa pantas untuk merendahkan yang lainnya. Sifat takabbur juga berakibat kepada hilangnya rasa hormat kepada sesama,karena telah silap akan kekurangan dan kesalahan diri sendiri

الكِبْرُ بَطْرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“takabbur merupakan sifat mengingkari kebenaran dan memandang remeh manusia yang lain”

KEDUA,adalah hasud,iri,atau dengki.orang yang hasud,iri,atau dengki memiliki ciri menjilat ketika sedng berada didepan atau berhadapan,dan mengumpet saat berada dibelakang.orang yang dihinggapi penyakit hati ini,sealu dilipiti rasa susah dikala menyaksikan orang lain gembira,dan sebaliknya,merasa gembira dikala menyaksikan orang lain susah. Penyakit hati ini juga,selain menyiksa batin,menyiksa diri sendiri,hasud juga menggerogoti amal kebaikan kita

إيَّاكم والحسدَ، فإنَّ الحسدَ يأكلُ الحسناتِ كما تأكلُ النَّارُ الحطبَ

“jauhilah hasud karena sesungguhnya hasud menggerogoti kebaikan-kebaikan sebagaimana api menggerogoti kayu bakar”

Biang kesalahan yang ketiga adalah al-hirsu atau tamak.yang dimaksud dalam hal ini adalahserakah terhadap kehidupan duniawi.sebagai mana yang diberikan kepada iblis dan binatnag,Allah juga menganugrahi kita keinginan-keinginan,hanya saja Allah memberikan kita batasan-batasan sehingga keinginan tersebut dapat disauirkan secara manusiawi dan sewajarnya. Tamak tk kalah membahayakan dari takabbur dan hasud.orang yang dijangkiti sifat serakah biasanya tidak peduli dengan kondisi disekelilngnya,bahkan kadang kondisinya sendiripun ia tidak memikirkannya. Kesilapan dengan keuntungan materi yang besar bisa membuat sebuah perusahaan tambang terus mengeruk kekayaan bumi meski berakibat buruk bagi keseimbangan alam dan kehidupan warga sekitar.seorang politisi rela melalukan riswah (suap) dan fitnah karena serakah terhadap jabatan,seorang pemimpin rela melakukan ketidak adilan demi mencari nama,jabatan bahkan kedudukan,kita berlindung kepada Allah deri semua sifat buruk dan keburukan.

Kaum muslimin kekasih Allah

Ketiga sifat tersebutlah yang dimaksud dengan ummahatul khotaayaa,biang kesalahan,kenapa dikatakan biang ? karena dengan ketiga sifat tersebutlah yang menjadi faktor utama dan pemicu munculnya dosa-dosa yang lain.khotib mengajak kepada diri sendiri dan kepada jamaah seluruhnya untuk senantiasa mengevaluasi diri,seberapa jauh kita dihinggapi ketiga penyakit hati tersebut. Dan mari sama-sama kita perbaiki,saling mengingati,selagi kesadaran masih bersemayam didalam hati. Karena Nabi Muhammad SAW bersabda :

كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّبُوْنَ. رَوَاهُ التِّرْمـِذِيُّ

“setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat” (HR At-Tirmidzi)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah