KETIKA BAHASA JADI ALAT UKUR PRESTASI

Memeriahkan hari jadi pesantren Darul Qolam, Gintung, Balaraja ke-42, salah satu event yang diselenggarakan ialah jambore bahasa yang dinamai dengan Language Jambore. Dengan mengusung tema ‘No Language No Live’, kegiatan ini diselenggarakan selama 4 hari, yaitu 31 Januari s.d. 3 Februari 2010.

Dalam perhelatan 22 pesantren se-Jawa Sumatra ini, Pesantren Darunnajah Cipining turut berpartisipasi aktif dengan mengirimkan 1 tim putra dan 1 tim putri. Adapun prestasi para andika pramuka Darunnajah Cipining adalah sebagai beri berikut:
a. Male Best Performent
b. The Most Cheerful Male Tim
c. Juara 1 English Story Telling Contest, Gita Marsela
d. Juara 1 Listening to an English Story, Winda Heriyana
e. Juara 2 Undersatnding an English Article, Dicky Fajar Anugerah
f. Juara 2 English Writing Project, Andi Rahman dan Chairul Rahmat
g. Juara 2 English Presentation, Andi Rahman dan Chairul Rahmat
h. Juara 2 Listening to an English Radio, Haniah
i. Juara 2 LKBB Putri, Tim putri (English)

Menurut pembimbing sekaligus official kontingen, Ustadz Muallim Fajri, kegiatan yang dibuka langsung oleh menteri pemuda dan olah raga, Dr. Andi Malarangeng ini sangat efektif untuk mengembangkan bahasa asing santri. Masih menurutnya, dalam jambore tersebut atmosfir berbahasa sangat hidup. Setiap individu merasa harus menampilkan performance bahasa, baik saat perlombaan berlangsung maupun tidak, sehingga bahasa asing menjadi alat komunikasi primer.

Terkait dengan hasil perlombaan, Ustadz Muallim masih belum merasa puas dengan hasil yang didapat. Dan harapannya, pada perlombaan sejenis ini di waktu mendatang akan lebih dipersiapkan sebaik mungkin. “Experience is the best teacher” ungkapnya meyakinkan.