Darunnajahkindergarten, 28/11
Keterlambatan bicara adalah salah satu penyebab gangguan perkembangan yang paling sering ditemukan pada anak. Gangguan ini semakin hari tampak semakin meningkat pesat. Beberapa laporan menyebutkan angka kejadian gangguan bicara dan bahasa berkisar 5 – 10% pada anak sekolah. Penyebab gangguan bicara dan bahasa sangat luas dan banyak, terdapat beberapa resiko yang harus diwaspadai untuk lebih mudah terjadi gangguan ini.
Beberapa faktor penyebab mengapa anak telat/sulit belajar bicara :
1. PERKEMBANGAN OTOT YANG LAMBAN
Ketika anak mengalami keterlambatan perkembangan otot sangat sulit/berat bagi anak untuk melakukan gerakan yang cepat yang dibutuhkan untuk berbicara dan produksi suara. Hampir 90% anak mengalami kelemahan otot-otot tubuh (trunk) terutama termasuk otot leher (neck muscle) konsekuensinya anak tidak mampu/ sulit memproduksi suara dan otot sulit untuk bergerak dengan cepat untuk berbicara (firing saraf untuk menggerakan otot-otot leher, lidah dan mulut
lambat) sehingga anak kesulitan.
2. ANAK JARANG BERINTERAKSI DENGAN ORANG LAIN
Beberapa anak kurang banyak bergaul dengan orang lain disekelilingnya, sehingga waktu untuk berinteraksi berkurang ..so..anak engga bisa mempraktekkan ketrampilan bicaranya dengan orang lain. Tipe ini saya jumpai pada anak yang tinggal di condominium/high rise building, punya rumah di tepi jalan raya..dan..jarang main ke tetangga karena takut ketabrak kendaraan, masuk angin, debu, etc.
3. BAHASA NON VERBAL BERKEMBANG DULUAN
Pada keluarga tertentu anak diajari untuk berbahasa dengan gesture/isyarat/ kial..efektif di rumah tetapi tidak bisa diterapkan di teman temannya akhirnya anak jarang menggunakan kata-kata. Kesimpulannya berbicaralah dengan anak walaupun mereka belum bicara.
4. HARAPAN/ EKSPEKTASI DARI KELUARGA ATAU YANG LAIN RENDAH
Banyak orang di sekeliling anak tidak berbicara dengan anak karena mereka tidak mengharapkan anak harus bicara pada mereka atau pembicaraannya harus dimengerti oleh anak, akhirnya anak juga tidak bicara ketika mereka berbicara dengan anak. Walaupun anak sudah bisa bicara ..ya
ajaklah berbicara.
5. TIDAK BANYAK WAKTU UNTUK BICARA
Nah kebiasaan ini dialami ketika orang tua tidak memberikan jeda waktu yang cukup untuk memberikan kesempatan anak untuk merespon apa yang akan dikatakan..akhirnya ortu atau pengasuh tidak sabar. Jika anak tidak diberi kesempatan untuk ngomong/ merespon anak akan males juga akan pasif karena mereka tidak diberi kesempatan untuk merespon.
6. Stimulasi yang berlebihan garis miring OVERSTIMULATION
Jangan memberikan pelajaran yang berlebihan terutama dalam hal bahasa anak. Misal banyak orang tua yang anaknya ahli dalam hal berbicara bahasa asing seperti inggris, arab, mandarin dll. Pilihlah salah satu pembelajran yang tidak membebani anak, awalilah dengan berbahasa indonesia karena kita tinggal di indonesia. Setelah itu pilih satu pelajaran yang bisa diterima anak.
7. ANAK BERMAIN SENDIRI
Ketika para orang tua sibuk dengan pekerjaan, anak-anak hampir semua mengalami kondisi “anak bermain sendiri” . Tidak ada lawan bicara, tidak ada komunikasi bahkan sosialisasi berbicara. Sesering mungkin orang tua harus pandai mengatur waktu untuk mengajak anak berbicara.
Nah ketika ada putra-putri bapak ibu ada yang belum bisa bicara atau sulit bicara..ketahui dengan baik..penyebabnya kira..kira apa anatomi, gangguan pendengaran, gangguan auditory processing, faktor lingkungan, pola asuh, kurang stimulus bermain atau retardasi mental, atau faktor yang lain. Setelah itu datang ke tempat terapi yang cocok.