Kerjasama Pesantren dengan Lembaga Riset Nasional untuk Pengembangan Kajian Islam — Kolaborasi Intelektual Berkelanjutan
Bagi orang tua yang membayangkan pesantren sebagai institusi yang aktif dalam ekosistem intelektual Indonesia, ada dimensi kerjasama yang sering tidak terlihat dari luar. Pesantren modern besar Indonesia biasanya aktif dalam berbagai kerjasama dengan lembaga riset nasional untuk pengembangan kajian Islam. Kerjasama ini menghasilkan kolaborasi intelektual yang berdampak pada tradisi ilmiah Islam Indonesia dan menjadi indikator kualitas institusional pesantren.
Bagi keluarga Muslim Jabodetabek kelas menengah-atas yang mempertimbangkan pesantren dengan orientasi intelektual, memahami dinamika kerjasama pesantren dengan lembaga riset menjadi hal yang bermakna. Asumsi yang sering muncul adalah bahwa pesantren fokus hanya pada pendidikan santri tanpa aktivitas riset. Padahal pesantren modern yang berkualitas biasanya sangat aktif dalam berbagai kolaborasi riset yang menghasilkan publikasi ilmiah dan pengembangan pemikiran.
Kerjasama pesantren dengan lembaga riset melibatkan berbagai institusi mulai dari Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI sebelum digabung ke BRIN, berbagai lembaga riset di universitas, sampai lembaga riset independen. Pola kerjasama bervariasi sesuai kebutuhan dan fokus riset masing-masing.
Sudut Pandang Orang Tua tentang Dimensi Intelektual Pesantren
Bagi orang tua yang memikirkan pengembangan intelektual anak, memahami bahwa pesantren memiliki dimensi intelektual yang mendalam menjadi hal yang penting. Persepsi umum tentang pesantren biasanya terbatas pada aspek pendidikan formal dan ibadah. Padahal pesantren modern yang berkualitas juga menjadi pusat aktivitas intelektual yang bermakna.
Yang sering tidak terbayang orang tua adalah bahwa pesantren modern menjadi tempat berkumpul akademisi Muslim dari berbagai latar. Ustadz-ustadz di pesantren berkualitas biasanya juga aktif sebagai peneliti dengan publikasi di jurnal ilmiah. Beberapa bahkan menjadi rujukan nasional untuk topik-topik tertentu di kajian Islam.
Yang sering tidak terlihat adalah bahwa santri di pesantren modern berkualitas mendapat exposure ke aktivitas intelektual yang tidak tersedia di sekolah biasa. Diskusi akademis dengan ustadz-ustadz yang aktif riset, kesempatan menghadiri seminar ilmiah, akses ke perpustakaan yang komprehensif, menjadi bagian dari pengalaman pendidikan.
Yang sering tidak terapresiasi adalah kontribusi pesantren pada pengembangan pemikiran Islam Indonesia. Berbagai gagasan tentang moderasi beragama, integrasi tradisi klasik dengan modernitas, atau kontribusi Islam pada wacana publik banyak muncul dari pemikiran para ustadz pesantren. Pesantren menjadi think tank informal yang berdampak.
Sudut pandang lain yang jarang dipertimbangkan adalah bahwa jaringan intelektual pesantren membuka peluang bagi santri yang berminat karir akademis. Santri yang menunjukkan minat riset bisa mendapat mentoring dari ustadz peneliti, akses ke aktivitas riset, atau bahkan kesempatan menjadi asisten peneliti muda. Ini menjadi jalur yang mempersiapkan santri untuk karir akademis di kemudian hari.
Sudut pandang lain adalah bahwa kerjasama pesantren dengan lembaga riset menghasilkan publikasi ilmiah yang menjadi rujukan komunitas akademik. Beberapa publikasi kolaboratif dari pesantren-lembaga riset menjadi referensi standar dalam kajian tertentu. Ini menempatkan pesantren sebagai kontributor tradisi ilmiah bukan sekadar institusi pendidikan.
Sudut pandang lain adalah bahwa aktivitas riset di pesantren membangun budaya intelektual yang menular ke santri. Santri yang tumbuh dalam atmosfer riset biasanya mengembangkan kecintaan pada pembelajaran seumur hidup, kapasitas berpikir kritis, dan orientasi pada substansi bukan sekadar formalitas. Karakter intelektual ini menjadi bekal yang sangat berharga.
Sudut pandang lain adalah bahwa jaringan intelektual pesantren memberi santri akses ke berbagai lembaga akademis nasional. Alumni yang berminat kuliah S1 sampai S3 di bidang studi Islam atau bidang terkait bisa memanfaatkan jaringan ini. Ini menjadi asset yang mempermudah kelanjutan pendidikan.
Bentuk Kerjasama Pesantren dengan Lembaga Riset
Bentuk kerjasama pertama adalah proyek riset kolaboratif tentang berbagai topik kajian Islam Indonesia. Ustadz-ustadz pesantren dan peneliti lembaga riset bekerja sama dalam proyek yang meneliti berbagai aspek Islam Indonesia. Hasil riset menghasilkan publikasi bersama yang bermakna.
Topik riset yang sering dikaji mencakup dinamika Islam Indonesia kontemporer, tradisi keilmuan pesantren, moderasi beragama, ekonomi syariah, pendidikan Islam, hubungan Islam dengan budaya lokal, atau isu-isu spesifik seperti fatwa tentang isu kontemporer.
Bentuk kerjasama kedua adalah pertukaran peneliti antara pesantren dan lembaga riset. Ustadz pesantren mendapat kesempatan menjadi fellow di lembaga riset untuk periode tertentu. Peneliti lembaga riset mendapat kesempatan mendalami tradisi pesantren dengan berada langsung di lingkungan pesantren.
Bentuk kerjasama ketiga adalah pengembangan program pascasarjana bersama. Beberapa pesantren memiliki program magister atau doktoral kolaboratif dengan lembaga riset atau universitas. Mahasiswa mendapat pembelajaran yang mengintegrasikan tradisi pesantren dengan metodologi riset modern.
Bentuk kerjasama keempat adalah publikasi bersama dalam bentuk buku, jurnal, atau seri publikasi. Beberapa pesantren memiliki penerbit sendiri yang bekerjasama dengan lembaga riset untuk publikasi berkualitas. Hasil publikasi menjadi rujukan komunitas akademik.
Bentuk kerjasama kelima adalah penyelenggaraan konferensi akademik bersama. Konferensi internasional atau nasional tentang kajian Islam sering diselenggarakan kolaborasi pesantren dengan lembaga riset. Ini menjadi ajang pertukaran ide dan networking akademik.
Bentuk kerjasama keenam adalah pengembangan digital library atau repository tradisi keilmuan. Beberapa proyek digitalisasi manuskrip pesantren tradisional dilakukan kolaborasi dengan lembaga riset yang memiliki kapasitas teknologi. Ini menjadi pelestarian warisan intelektual.
Bentuk kerjasama ketujuh adalah pengembangan program orasi ilmiah dengan menghadirkan ulama atau akademisi ternama. Pesantren dan lembaga riset saling mengundang untuk memberi kuliah umum yang memperkaya wacana intelektual.
Bentuk kerjasama kedelapan adalah pengembangan kurikulum untuk institusi pendidikan Islam. Riset yang dilakukan bersama menghasilkan rekomendasi kurikulum yang menjadi rujukan pengembangan pendidikan Islam di berbagai lembaga.
Bentuk kerjasama kesembilan adalah pengembangan program pemberdayaan komunitas berbasis riset. Beberapa proyek pengembangan komunitas Muslim menggunakan pendekatan berbasis riset yang dikembangkan bersama pesantren dan lembaga riset.
Bentuk kerjasama kesepuluh adalah pengembangan bank data tentang berbagai aspek Islam Indonesia. Data-data komprehensif tentang pesantren, ulama, ormas Islam, atau dinamika Muslim Indonesia dikumpulkan dan dianalisis. Hasil ini menjadi sumber data yang berharga untuk kebijakan dan riset lanjutan.
Lembaga Riset yang Aktif Bekerjasama
Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN sebagai institusi riset terbesar Indonesia aktif dalam berbagai kolaborasi dengan pesantren. Berbagai pusat riset di BRIN yang berkaitan dengan kajian Islam, sosial, atau budaya sering berkolaborasi dengan pesantren untuk berbagai proyek.
Pusat Kajian Islam di berbagai universitas menjadi mitra natural. Center for the Study of Islam and Society di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, PPIM UIN Jakarta, atau berbagai center di universitas lain aktif dalam kolaborasi dengan pesantren.
Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta yang memiliki program studi Islam mendalam sering bekerjasama dengan pesantren-pesantren besar untuk berbagai proyek riset. Mahasiswa pascasarjana dari berbagai program berkolaborasi dengan pesantren untuk riset thesis atau disertasi.
Lembaga Nahdlatul Ulama dan Lembaga Muhammadiyah di bidang riset dan pengembangan menjadi mitra untuk pesantren yang berafiliasi. Berbagai kajian yang dihasilkan menjadi rujukan internal ormas dan wacana publik.
International Institute of Islamic Thought Indonesia atau IIIT Indonesia menjadi lembaga riset yang aktif dalam pengembangan pemikiran Islam. Kerjasama dengan pesantren menghasilkan berbagai publikasi tentang islamisasi ilmu pengetahuan atau topik lain.
Center for Islam and State di berbagai universitas mengkaji hubungan Islam dengan sistem ketatanegaraan modern. Kerjasama dengan pesantren memberi perspektif tradisional yang memperkaya kajian.
Beberapa think tank independen tentang isu Islam dan kebijakan publik seperti Wahid Foundation, Setara Institute, atau Maarif Institute juga bekerjasama dengan pesantren untuk berbagai kajian dan program.
Lembaga riset internasional yang fokus pada Islam Asia Tenggara seperti ISEAS Singapore, Australia National University, atau universitas Barat lainnya sering bekerjasama dengan pesantren Indonesia untuk berbagai kajian bilateral.
Beberapa lembaga riset ekonomi syariah seperti Islamic Research and Training Institute atau IRTI juga aktif dalam kolaborasi dengan pesantren untuk riset ekonomi syariah dan keuangan Islam.
Beberapa lembaga riset di bidang moderasi beragama seperti Wahid Institute, Nurcholish Madjid Society, atau LP3ES juga menjadi mitra untuk berbagai kajian tentang Islam moderat Indonesia.
Bagi keluarga Muslim Jabodetabek kelas menengah-atas yang mempertimbangkan pesantren dengan orientasi intelektual, jenjang pesantren modern dengan jaringan riset yang aktif menjadi pilihan yang bermakna. Anak mendapat pendidikan di institusi yang menjadi bagian dari ekosistem intelektual Indonesia dengan berbagai manfaat institusional.
Kerjasama pesantren dengan lembaga riset nasional seperti yang dibahas di sini memang menjadi salah satu asset yang membedakan pesantren modern berkualitas. Yang efektif adalah kolaborasi yang menghasilkan output bermakna baik dalam bentuk publikasi maupun program. Pesantren Darunnajah 2 Cipining aktif dalam berbagai kolaborasi intelektual yang memperkaya pendidikan bagi santri yang dititipkan di sana. Tentu setiap keluarga punya cara sendiri untuk menilai dimensi intelektual pesantren yang dipertimbangkan.
Bila Ingin Berbincang Lebih Jauh
Bila Bapak atau Ibu ingin berbincang lebih jauh, bisa langsung menghubungi WhatsApp di wa.me/62812111180. Pertanyaan apapun akan dijawab dengan tenang dari pengalaman keseharian, bukan dari brosur. Kunjungan langsung juga terbuka setiap hari tanpa perlu janji terlebih dahulu, dan biasanya pengamatan sendiri memberi gambaran yang lebih utuh dari apa yang bisa dijelaskan dalam tulisan.