Banyak hal yang dilakukan pesantren untuk peningkatan kualitas Keimanan, Ubudiyah dan SDM civitas Darunnajah Cipining Bogor. Hal tersebut dapat dilihat dengan maraknya kegiatan training, workshop, seminar, dauroh, shimposhium, pertukaran guru, PLPG yang diikuti oleh dewan guru, baik di dalam forum intern pesantren atau luar pesantren, bahkan luar negri.
Berikut ini adalah hasil wawancara reporter WARDAN dengan ustdaz Trimo Abu Labib, S.Ag yang belum lama ini mengadakan rihlah diniyah ke India.
Kapan pelaksanaan Training Iman ini dilakukan?
Mulai hari Senin, 8 Oktober – 18 Nopember 2012
Ke mana saja perjalanan yang ditempuh/lokasi yang dituju?
Tujuan utama adalah Negara India dan Bangladesh. Transit di markas Tabligh Sripetaling Malaysia selama 2 hari satu malam.
Siapa saja yang terlibat dalam kegiatan ini?
Dari pesantren, saya sendiri, namun di Masjid Kebon Jeruk/Markas, saya digabung bersama 8 orang jama’ah Banjarnegara, Tasik, Ciamis dan Bandung. Umumnya teman saya ini ustadz kecuali yang dari Bandung dan 1 jama’ah Banjar.
Apa yang menjadi alasan dan tujuan antum mengikuti kegiatan ini?
Sejujurnya tujuan saya keluar ada 3 hal:
1. Pertama saya ingin melepas sementara rutinitas di pesantren dengan I’tikaf tanpa ada keluarga atau teman yang tahu jati diri/ identitas saya.
2. Kedua saya ingin belajar mendalami apakah “ Jama’ah Tabligh” itu?
3. Ketiga saya penasaran kenapa Jama’ah Tabligh ini pengikutnya selalu bercita-cita pergi ke IPB (India, Pakistan, Bangladesh).
Kegiatan apa saja yang dilakukan selama perjalanan training tersebut?
Kegiatan yang bisa diikuti sebenarnya banyak sekali, namun dapat dirangkum menjadi 5 pokok kegiatan:
1. Pembekalan atau Bayan-Bayan, terutama 4 hari pertama di masjid Banglawali,Hzrt Nizamudin New Delhi.
2. Mudzakarah dan Musyawarah
3. Ta’lim wa Taqrir (belajar dan mengulang-ulang)
4. Ikhtilat / belajar bergaul
5. Praktek Da’wah
Seluruh kegiatan tersebut tidak boleh keluar dari koridor 6 sifat utama para sahabat Rasulullah SAW yang selalu didawamkan oleh Jama’ah Tabligh, yaitu:
1. Iman yaqin terhadap Laa Ilaaha Illallah dan Muhammadur Rasuulullah
2. Sholat khusu’ wal khudhu’
3. Ilmu ma’a dzikir
4. Ikraamul muslimin (menghormati orang Islam)
5. Tahsinunniyat (memperbaiki niat)
6. Da’wah wa tabligh
Bagaimana kesan ustadz setelah ikut terjun kangsung dalam kegiatan ini?
1. Subhanallah, Allah Maha Besar, sulit dilukiskan dengan kata maupun tulisan. Saya hanya bisa bersyukur termasuk salah-satu orang yang dipilih untuk bisa ke India. Semua alasan/tujuan saya dicapaikan oleh Allah SWT, kecuali satu hal yaitu “ saya belum faham/tahu apakah jama’ah tabligh itu” boleh dibilang kentutnyapun saya belum faham.
2. Ketika orang Islam faham terhadap agamanya, sungguh kita tidak ada jurang pemisah antara kaya miskin, hitam putih, sesama muslim adalah saudara yang wajib dicintai, dibantu, dibela dan didakwahi.
3. Belum pernah saya merasa sedekat ini dengan Allah SWT dan dalam kepasrahan total kepadanya. 40 hari tanpa komunikasi dengan keluarga dan teman dekat.
4. Saya ingin kembali ke IPB dan keliling dunia.
Apa pesan untuk civitas Darunnajah secara khusus dan umat Islam secara umum terkait dengan kegiatan ini?
Buat teman-teman di Darunnajah Cipining:
‘Cobalah pasti anda akan tahu!’, program ini bermanfaat ganda dunia akhirat, kita bisa mempraktekkan Bahasa Arab atau Inggris tanpa takut salah, manfaat buat diri kita dan orang lain, kita juga akan mengalami perjalanan ruhani dan pengalaman spiritual yang mantap.
Untuk umum :
a. Sebaiknya jangan berkomentar bila kita belum faham terhadap hal apapun. Jangan-jangan ucapan kita membuat orang lain tersesat.
b. Kalau toh dalam praktek kesehariannya Jama’ah ini dianggap aneh, kumuh bahkan menyimpang. Janganlah dicela, dihujat tapi berikan masukan dan solusi
Adakah Catatan atau hal-hal penting untuk diketahui oleh civitas Darunnajah dan umat Islam terkait kegiatan ini: tahapan kegiatan, organisasi, donasi, ada di Negara mana saja….?
a. Tahapan kegiatan: Dalam jama’ah ini kegiatannya sangat sederhana,’intinya adalah megajak/dakwah kepada saudara muslim untuk taat perintah Allah SWT’. Dalam kegiatan tidak lepas dari musyawarah.
b. Organisasi kegiatan: namanya tidak jelas, terserah anda: boleh jama’ah Tabligh, jama’ah da’wah, jama’ah khuruj, JT. Tidak ada ketua / direktur yang mengepalai , yang disebut markas dunia pun ternyata hanya sebuah masjid dengan amir harian yang selalu berganti dan tempat musyawarah yang sangat tidak layak bagi organisasi lain apapun dan dimanapun.
c. Donasi: tidak ada donatur khusus atau terpampang di papan pengumuman, kalau toh tertulis hanya hamba Allah saja.
d. Di Negara mana saja? Ini yang harus kita syukuri, jama’ah tanpa kop surat atau stempel organisasi ini adalah menurut saya ‘ satu-satunya jama’ah’ yang mampu mengirim dai-dainay ke seluruh penjuru alam. Bila kita melihat buku istiqbal (penerimaan tamu-red) dan tasykil (pembentukan kelompok-red), maka lebih dari 180 negara dan konon 200 negara telah ada jama’ah ini. Lantas bagaimana dan darimana Jama’ah ini bisa mengirim da’I kalau tanpa donator?, pengikut jama’ah ini akan suka rela mengorbankan hartanya, waktunya bahkan jiwanya, demi sebuah kata-kata kunci “dakwah”. Dakwah sampai mati, mati dalam dakwah, karte-karte martehe, marte-marte kartehe.subhanallah. (WARDAN/ ABU EZZAT EL WAZIRA).