Kenapa Kita Melakukan Sholat Istisqa?

Shalat Istisqa Sebagai Aplikasi Tauhid Uluhiyah & Tauhid Rububiyah
بسم اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ.
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ 9x
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَمُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ
أشهد أن لا إله ألا الله وحده لا شريك له, إيّاه نعبد وإيّاه نستعين. وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله, إمام المجاهدين, سيّد الأوّلين والأخرين.
اللهمّ صلّ على سيّدنا محمّد عبدك ونبيّك ورسولك النبيّ الأميّ وعلى أله وصحبه وسلّم تسليما, عدد ما أحاط به علمك وخطّ به قلمك واحصاه كتابك وارض اللهمّ عن ساداتنا أبي بكر وعمر وعثمان وعلى وعن الصحابة أجمعين وعن التابعين وتابعيهم بإحسان إلى يوم الدين, يوم لا ينفع مال ولا بنون إلاّ من أتى الله بقلب سليم.
أمّا بعد. فياإخوة الايمان, اِتَّقُوا اللهَ… اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
قال الله تعالى وتبارك وتقدّس في محكم تنزيله:أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم, بسم الله الرحمن الرحيم:
وَاسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا. وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالِ وَبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ اَنْهَارًا.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ ….
إِسْتَغْفِرُوْ رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا… إِسْتَغْفِرُوْ رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا….. إِسْتَغْفِرُوْ رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا…..

Hadirin Jama’ah Sholat Istisqa, Rahimakumullah!.
Sebab-sebab umum terjadinya kekeringan, kemarau yang berkepanjangan, bencana alam serta musibah-musibah lain adalah karena banyaknya manusia yang telah berbuat maksiat kepada Allah, menyelisihi Sunnah Rasulullah, jauhnya umat muslim dari Agama Islam dan aneka perilaku kedzoliman terhadap lingkungan; seperti pembakaran hutan, ilegal loging, buang sampah sembarangan dan lain-lain.

Allah SWT mengingatkan di dalam firman-Nya :
ظهر الفساد في البرّ و البحر بما كسبت أيدى الناس ليذيقهم بعض الذى عملوا لعلهم يرجعون ( الروم : 41).
Artinya: “Telah nampak kerusakan di daratan dan lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
Artinya: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30).

Selain merebaknya maksiat dan kedzoliman yang menjadi sebab-sebab umum terjadinya sebuah bencana, juga ada beberapa penyebab khusus terjadinya suatu musibah, seperti dijelaskan oleh baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu ’Alaihi Wasallam dalam sebuah hadits Abdullah ibnu Umar RA:
يامعشر المهاجرين، خمسٌ إذا ابتليتم بهنّ و أعوذ بالله أن تدركوهنّ وما لم تظهرِ الفاحشةُ في قوم حتّى يعلنوا بها إلا ظهر فيهم الأمراض التي لم تكن في أسلافهم، وما منعوا زكاة أموالهم إلاّ مُنعوا القطرَ من السماء ولولا البهائم لم يمطَروا، وما لم يطفّفوا الكيل و الميزان إلاّ أخذوا بجَوْرِ السلطان و بشدّة المؤونة والسنين، وما لم تحكم أئمّتهم بكتاب الله ويتخيّروا ممّا أنزل الله إلاّ جعل الله بأسَهم بينهم شديد
“Wahai sekalian kaum muhajirin, kalian akan diuji dengan lima perkara dan aku memohon perlindungan Allah agar kalian tidak ditimpa hal-hal tersebut.
(1)Ketika perbuatan keji merajalela di tengah-tengah kaum hingga mereka berani terang-terangan melakukannya, akan menyebar penyakit menular dan kelaparan yang belum pernah mereka alami sebelumnya.
(2)Ketika orang-orang gemar mencurangi timbangan, akan ada tahun-tahun yang menjadi masa sulit bagi kaum muslimin dan penguasa berbuat jahat kepada mereka.
(3)Ketika orang-orang enggan membayar zakat, air hujan akan ditahan dari langit. Andaikata bukan karena hewan-hewan ternak, niscaya hujan tidak akan pernah turun.
(4)Ketika orang-orang mengingkari janji terhadap Allah dan Rasul-Nya, Allah akan menjadikan musuh dari selain mereka berkuasa atas mereka, kemudian mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka,
(5)Ketika para penguasa tidak berhukum dengan Kitab Allah dan mereka memilih selain dari apa yang diturunkan oleh Allah, Allah akan menjadikan kehancuran mereka dari diri mereka sendiri”. (HR. Ibnu Majah).
Ikhwani fillah, a’azzakumullah!
Sesungguhnya pelaksanaan Sholat Istisqa pagi ini merupakan perwujudan Tauhid Uluhiyah yang dilandasi oleh keyakinan Tauhid Rububiyah kita, bahwa segala sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi karena kehendak Allah SWT. Tugas dan kewajiban kita adalah melakukan berbagai macam ihtiyar lahir dan batin, adapun hasilnya merupakan keputusan mutlak Allah SWT, sesuai Iradah dan QudraNya.
Dalam musim kemarau, kalau Allah menghendaki tidak turun hujan, maka tidak akan turun hujan. Dalam musim kemaraupun, kalau Allah menghendaki turun hujan, maka akan turun hujan. Dalam musim hujan, kalau Allah menghendaki turun hujan, maka akan turun hujan. Dalam musim hujanpun, kalau Allah menghendaki tidak turun hujan, maka tidak akan turun hujan. Kita juga menyaksikan, jangankan satu negara, satu provinsi, satu kabupaten, satu kecamatan, bahkan satu desapun bisa jadi di satu kampung turun hujan dan di kampung lainnya tidak turun hujan. Segala sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi karena kehendak Allah SWT. Inilah makna Tauhid Rububiyah.
Dengan makan, kalau Allah menghendaki kita kenyang, maka kita akan kenyang. Dengan makanpun,kalau Allah menghendaki kita tidak kenyang, maka kita tidak akan kenyang. Tanpa makan, kalau Allah menghendaki kita tidak kenyang, maka kita tidak akan kenyang. Tanpa makanpun, kalau Allah menghendaki kita kenyang, maka kita akan kenyang. Segala sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi karena kehendak Allah SWT. Inilah makna Tauhid Rububiyah.
Api itu rasanya panas, itulah hukum kebiasaan. Dan itulah kehendak Allah. Jika Allah menghendaki api tidak terasa panas, maka apipun tidak akan terasa panas. Seperti yang dirasakan oleh Khalilullah Ibrahim AS, ketika Allah berfirman :
يا النار كوني بردا وسلاما على إبراهيم
Artinya: ‘Wahai api, jadilah engkau terasa dingin dan selamatkanlah Ibrahim!’.(QS Al Anbiya : 69).
Segala sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi karena kehendak Allah SWT. Inilah makna Tauhid Rububiyah.
Cicak tidak bisa terbang, namun makanannya adalah nyamuk yang terbang. Kucing itu takut air, tapi makanan favoritnya justru ikan yang hidupnya di dalam air. Nampaknya memang tidak masuk akal, tapi jika Allah SWT menghendaki, maka itulah yang terjadi.
إنّما أمره إذا أراد شيئا أن يقول له كن فيكون
Ikhwani fiddin, arsyadakumullah!.
Secara ilmiah bahwa proses hujan terjadi sebagai berikut :
1. Seluruh wilayah pada permukaan perairan bumi seperti sungai, danau, laut akan menguap ke udara karena panas matahari.
2. Uap air kemudian naik terus ke atas kemudian menyatu dengan udara.
3. Suhu udara yang semakin tinggi akan membuat uap air itu melakukan kondensasi atau menjadi embun, yang menghasilkan titik-titik air yang berbentuk kecil
4. Suhu yang semakin tinggi membuat butiran uap yang menjadi embun tersebut semakin banyak jumlahnya, yang kemudian berkumpul membentuk awan.
5. Awan kemudian terus berwarna menjadi kelabu dan gelap yang dikarenakan butiran airnya sudah terkumpul dalam jumlah banyak.
6. Lalu suhu yang sangat dingin dan semakin berat, membuat butiran-butiran tersebut akan jatuh ke bumi yang dinamakan hujan.

Dan secara Tauhid kita diajarkan bahwa Allah akan menurunkan hujan dari langit ketika kita mau dan mampu memperbanyak istighfar dan disertai taubat nasuha. Seperti dijelaskan dalam QS Hud : 52
و ياقوم استغفروا ربّكم ثمّ توبوا إليه يرسل السماء عليكم مدرارا
Artinya: “Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan dari langit untukmu hujan yang sangat lebat”.
Sebagian manusia berpandangan bahwa dirinya akan bahagia,sukses dan Berjaya jika memiliki harta yang melimpah, namun pertanyaannya kalau memang demikian adanya mengapa Qorun yang notabene sang hartawan di masanya, justru mati terhina ditelan bumi?.
Sebagian manusia juga berkeyakinan bahwa dirinya akan bahagia, sukses dan Berjaya ketika bisa meiliki pangkat jabatan dan kekuasaan yang tinggi, namun pertanyaan kritis yang perlu diajukan adalah jika benar demikian halnya, mengapa Fir’aun yang pada zamannya menjadi Raja yang sangat berkuasa, justru meninggal terhina tenggelam di laut Merah?.
Sebagian manusia ada yang berfikiran bahwa dirinnya akan bahagia, sukses dan Berjaya dengan kemajuan ilmu pengetahuan, kecanggihan tehnologi dan tingginya peradaban, sekali lagi kita bertanya, seandainya hal ini benar, mengapa kaum Ad dan kaum Tsamud yang pada waktu itu sudah maju dari sisi ilmu pengetahuan dan peradaban, justru ditimpa adzab hujan batu dan amukan petir yang sangat mengerikan?.
Jawabanya adalah bahwa kebahagian hakiki hanya dapat diperoleh dalam Agama Islam sebagai agama yang sempurna lagi paripurna.
Hadirin Jama’ah Sholat Istisqa, Ahabbakumullah!
Allah SWT telah menciptakan aneka mahluq beserta tempat kebahagiaanya. Allah SWT telah menciptakan Ikan, dan Ikan akan senantiasa bahagia, sukses dan Berjaya selama dia masih berada di dalam air. Ketika Ikan sudah keluar dari air, sangat mungkin dia akan mati kekeringan.
Allah SWT telah menciptakan Cacing, dan Cacing ini akan senantiasa bahagia, sukses dan Berjaya ketia dia masih mau berada di dalam tanah. Ketika Cacing mencoba keluar dari tempat-tinggalnya, kemungkinan besar yang terjadi dia akan mati kepanasan.
Allah SWT telah menciptakan Burung, dan Burung ini akan senantiasa bahagia, sukses dan Berjaya ketika dia masih terbang bebas di udara. Jika Burung hinggap di daratan, bisa jadi dia akan ditangkap dan akhirnya hidup merana terbelenggu dalam sangkarnya.
Lantas pertanyaan pentingnya adalah di mana letak/tempat kebahagian kita sebagai manusia mahluq Allah yang paling mulia?, apakah di air seperti Ikan?, di dalam tanah seperti Cacing?, atau di udara seperti Burung?.
Jawabannya kita akan senantiasa bahagia, sukses dan Berjaya di manapun kita berada selama kita Istiqomah memegang teguh dan menjalankan sepenuh hati Agama Allah SWT dengan mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.
Akhirnya, marilah kita segera bertaubat, marilah kita memperbanyak membaca istighfar, semoga Allah ampuni dosa-dosa kita. Dosa yang lama maupun dosa yang baru. Dosa yang besar maupun dosa yang kecil. Dosa yang disengaja maupun dosa karena lupa. Dosa yang nampak maupun dosa yang tersembunyi. Ampuni kami Yaa Ilaahi Rabbii.
Dan marilah kita semua bertekad bulat serta berniat kuat untuk melaksanakan segala amanat, sehingga kita semua akan mendapat Rahmat, dan bahagia hidup di dunia dan akhirat. aamiin.
جعلنا الله و إيّاكم من المحترمين و المكتوبين بسعادة الدارين و المغفورين من كل الذنوب والمثائم و الصالحين المخلصين في كل أقوال و أعمال و المخرجين من عذاب الجحيم، أمين يا مجيب السائلين.

Khutbah kedua, posisi imam/khatib berbalik menghadap kiblat.
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ 7X
, اَلَّذِيْ لاَ اِلٰهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ.
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ غَفَرَ ذُنُوْبَ التَّائِبِيْنَ وَمَنْ اَنَاب.
وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ يَرْجُوْ مِنْ رَبِّهِ خَيْرَ الثَّوَابِ.
وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْهَادِىْ اِلَى الصَّوَابِ.
اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ اُوْلِى اْلاَلْبَابِ.
اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَتُوْبُوْا اِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوْحًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
وَقَالَ اللهُ تَعَالَى : اِنَّ اللهَ وَمَلٰئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ. فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ جَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
يا حي يا قيوم برحمتك تستغيث،
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. إنّك سميع قريب مجيب الدعوات, يا قاضي الحاجات.
اَللّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ.
اَللّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا هَنِيْئًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا سَحًّا عَامًّاغَدَقًا طَبَقًا مُجَلَّلاً دَائِمًا اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اللهم حوالينا ولا علينا، اللهم على الأكام والظراب وبطون الأودية ومنابت الشجر.
اللهم سهل أمورنا في حفر الأبار و أخرج لنا منها مياه كافية واجعل ما أخرجت قوة و بلاغا إلى حين.
اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ اِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا. اَللّهُمَّ اِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ مِنَ الْجَهْدِ وَالْجُوْعِ وَالضَّنْكِ مَالاَ نَشْكُوْا اِلاَّ اِلَيْكَ.
اَللّهُمَّ اَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَاَدِرَّلَنَا الضَّرْعَ وَاَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ اْلاَرْضِ وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلاَءِ مَالاَ يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ.
اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الْمَعَاصِى الَّتِىْ تُزِيْلُ النِّعَمَ وَنَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الْمَعَاصِى الَّتِىْ بِهَا تَحُلُّ النِّقَمَ وَنَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الْمَعَاصِى الَّتِىْ بِهَا تُثِيْرُ اْلاَذٰى وَنَسْتَغْفِرُكَ مِنَ الْمَعَاصِى الَّتِىْ بِهَا تَحْبِسُ غَيْثَ السَّمَاءِ.
اَللّهُمَّ اِنَّكَ اَمَرْتَنَا بِدُعَائِكَ وَوَعَدْتَنَا بِإِجَابَتِكَ, وَقَدْ دَعَوْنَاكَ كَمَا اَمَرْتَنَا فَأَجِبْنَا كَمَا وَعَدْتَنَا.
اَللّهُمَّ فَامْنُنْ عَلَيْنَا بِمَغْفِرَةِ مَا قَارَفْنَا وَاِجَابَتِكَ فِيْ سُقْيَانَا وَسَعَةٍ فِى رِزْقِنَا.
اللهمّ إنّك تعلم أنّ هذه القلوب قد اجتمعت على محبّتك والتقت على طاعتك وتوحّدت على دعوتك وتعاهدت على نصرة شريعتك, فوثّق اللهمّ رابطتها و أدم ودّها واهدها سبلها واملأها بنورك الذى لا يخبو واشرح صدورها بفيض الإيمان بك وجميل التوكّل عليك و احيها بمعرفتك و امّتها على الشهادة في سبيلك, إنّك نعم المولى ونعم النصير.
اللهم إنّا عبيدك بنو عبيدك بنو إمائك, نواصينا بيدك ماض فينا حكمك , عدل فينا قضائك , نسألك اللهمّ بكلّ اسم هو لك, سمّيت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علّمته أحدا من خلقك أو استأثرت في علم الغيب عندك, أن تجعل القرأن ربيع قلوبنا ونور صدورنا وجلاء أحزاننا وذهاب همومنا و غمومنا
اللهمّ اقسم لنا من خشيتك ما تحول به بيننا وبين معصيتك ومن طاعتك ما تبلّغتا بها جنّتك ومن اليقين ما تهوّن علينا مصائب الدنيا، اللهمّ متّعنا باسماعنا وأبصارنا وقوّتنا ما أحييتنا واجله الوارث منّا واجعل ثارنا على من ظلمنا وانصرنا على من عادانا ولاتجعل الدنبا أكبر همّنا ولا مبلغ علمنا ولا تسلّط علينا بذنوبنا من لا يخافك ولا يرحمنا.يا أرحم الراحمين
اللهم رحمتك نرجو فلا تكلنا إلى نفسنا طرفة عين و أصلح لنا شأننا كلّه لا إله إلاّ أنت سبحانك، إنّا كنّا من الظالمين.
ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكوننّ من الخاسرين
اللهمّ أعزّ الإسلام و المسلمين و اهلك الكفرة و المشركين، اعداءك اعداءنا اعداء الدين. اللهمّ انصر إخواننا المسلمين المجاهدين في فلسطين وانصر من نصر الدين في أي مكان و وقت!!!!
لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ.
لاَ اِلٰهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السّمٰوَاتِ وَرَبُّ اْلاَرَضِيْنَ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ.
ربّنا تقبّل منّا إنّك انت السميع العليم وتب علينا إنّك انت التوّاب الرحيم
رَبَّنَا اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَخْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْا مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ.

Khutbah Kedua

Disampaikan dalam Sholat Istisqa yang dipimpin KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor Jawa Barat Indonesia, Rabu 22 Muharram 1437 H / 4 November 2015 M, oleh Kepala Biro Pengasuhan Santri (Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I).