Kemenpora RI Berwasiat Untuk Wisudawan Angkatan 18

Dari tahun ke tahun, haflah at takhrij di Pesantren Darunnajah selalu berkesan istimewa dan berbeda, begitu halnya dengan haflah di angkatan ke 18 ini, demi memenuhi undangan khusus Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc, hadir Bapak Drs. Imam Gunawan, selaku perwakilan Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI, dimana beliau menjabat Kepala Deputi Peningkatan Kapasitas Pemuda di lembaga tersebut.

Kehadirannya yang tepat waktu bersama Pimpinan Pesantren di gedung auditorium (selasa, 17/05/2011) Darunnajah 2 Cipining Bogor ini, kehadirannya cukup inspiratif dan memberi pencerahan bagi ratusan hadirin yang hadir, baik bagi asatidz dan asatidzat, juga wali santri dari wisudawan, khususnya bagi wisudawan/wati sendiri. Setelah panjang lebar mengawali orasinya dengan perkenalan diri di depan hadirin, staff Kemenpora yang juga latar belakngnya santri ini, langsung mengeluarkan  kata-kata motivasi berdaya kekuatan tinggi bagi wisudawan, berikut kutipannya “saat ini adalah saatnya menorehkan lebih tajam lagi cita-cita bagi kalian, tugas adik-adik juga lebih tinggi, yaitu tugas da’wah, tugas melakukan perubahan ke a rah yang mulia”.

Di tengah-tengah orasi, beliau juga menceritakan bagaimana proses panjang beliau sebagai santri dulunya, hingga memiliki sepak terjang di lembaga lain sebelum di Kemenpora yaitu di BPPT Jakarta, hingga akhirnya kemudian di Kemenpora saat ini, semua dipaparkan semata-mata motivasi bagi wisudawan, khususnya mengenai betapa pentingnya menjaga ketinggian dan kemuliaan akhlak sebagai santri ketika sudah terjun ke masyarakat.

Bahkan di dalam orasinya, bapak yang juga mensekolahkan ke 2 anaknya di Darunnajah ini, memaparkan jauh mengenai pelik dan rumitnya persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia, dari musibah ke musibah, kasus demi kasus kenegaraan, konflik dan berbagai peristiwa lain di Indonesia, yang semuanya mengundang keprihatinan semua pihak, tak terkecuali Bapak Imam Gunawan sekalipun, maka dalam kesempatan tersebut beliau menjawab bahwa kunci penyelesaian dari semua itu, sejak dini terjaganya akhlakulkarimah (akhlak yang mulia) di semua kalangan, dan beliau melanjutkan dengan tegas mewasiatkan kepada para wisudawan/wati yaitu “  ketinggian akhlak dengan menjaga 3 hal dimanapun berada” satu, bertaqwalah di manapun berada. Dua, kembalilah kepada Allah ketika berbuat salah di manapun berada. Tiga, berakhlakul karimah di manapun berada, tanpa membeda-bedakan dalam berhubungan baik dengan siapapun.

Di akhir orasi ilmiah, sebelum menutupnya, beliau mengungkapkan keharuanya dan ketidakmampuannya mengendaliakan emosi pada saat 3 santri tahfidzul qur’an diwisuda, juga menyampaikan harapan-harapannya di tahun-tahun ke depan ada program-program Kemenpora RI menggelinding di Pesantren Darunnajah 2 Cipining, dalam bentuk apa saja, yang langsung disambut dengan tepuk tangan hdirin sebagai ekspresi kterbukaan dan penerimaan. (Ela H/WARDAN)