Setelah menyelesaikan berbagai kegiatan yang sangat padat di kelas akhir (6 TMI), Ahad pagi (17/05/09), keempat puluh tujuh siswa/i kelas 6 TMI atau kelas XII MA Darunnajah Cipining nonasrama mengadakan tasyakuran bersama dewan guru dan seluruh adik-adik kelas mereka di Masjid Jam’i Darunnajah Cipining kampus 3. Dengan berseragam hitam putih, santri kelas akhir ini menempati ruang samping berhadap-hadapan. Sementara itu, bagian depan diisi oleh kepala sekolah, kepala Biro Pengasuhan, dan jajaran dewan guru yang menghadap ke belakang berhadapan dengan seluruh siswa-siswi dari kelas VII MTs hingga XI MA dan SMK.
Tampil mengawali acara, Teti Maryati dan Yayan Husnayanni sebagai pembawa acara mengajak para undangan dan hadirin untuk memuji dan mensyukuri atas segala karunia yang Allah berikan hingga saat itu, mereka dapat melaksanakan agenda tasyakuran. Kemudian acara dibuka bersama-sama dengan membaca Ummul Qur’an, Surah Al-Fatihah.
Menyusul kemudian lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara tilawah oleh Rofiqul Ummat. Usai pembacaan kalam ilahi, pembawa acara kembali memohon kepada Allah atas kelancaran dan keberkahan dari acara tersebut.
Dalam kesempatan ini, kepala Biro Pengasuhan, Ustadz Rosihin, S.Pd.I. memberikan sambutan yang berisi tentang apresiasi dan harapan pengasuhan kepada para calon alumni tersebut. Selain itu, Awan Maulana, sebagai ketua panitia tasyakuran juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kepala MA dan jajaran dewan guru yang telah mendidik mereka selama belajar di Madrsah Aliyah Darunnajah Cipining 3 tahun ini dan yang bersedia pada kesempatan pagi itu menghadiri undangan mereka. Rasa terima kasih juga diberikan kepada adik-adik kelas mereka yang telah mendukung dalam setiap program yang telah diagendakan. Dengan do’a dan dukungan adik-adik kelas semua mereka akhirnya mampu menyelesaikan pendidikan di Darunnajah.
Sementara itu, kepala sekolah, Drs. Abdur Rosyid Sholeh, Dalam wejangannya banyak mengingatkan tentang eksistensi mereka setelah menjadi alumni nanti. Amanat beliau, selepas dari Darunnajah, agar para siswa/i dapat mengamalkan ilmu yang telah dimiliki untuk menyongsong masa depan dengan kesiapan dan perbekalan yang selama ini didapat. Terus belajar, baik secara otodidak kepada masyarakat langsung maupun meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Karena apa yang telah didapat saat ini merupakan hasil dari perjuangan dan pengorbanan. Jika berhenti samapai disini, tiada gunalah apa yang telah dilakukan selama ini.
Dalam sesi kesan-pesan, pada kesempatan pertama, Ucu Musyarofah (kelas XI) sebagai perwakilan dari adik kelas putri mengucapkan terima kasih karena telah membimbing mereka dalam kepengurusan Organisasi Siswi Darunnajah Cipining (OSIDC) dan telah menjadi kakak yang baik bagi adik-adik kelasnya. Kemudian harapan dari siswi asal Cipining ini, agar setelah menjadi alumni, kakak-kakak kelas 6 nantinya tidak berubah, baik dalam penampilan maupun tingkah laku.
Di samping itu, Bahrul ulum yang mewakili para siswa juga berharap agar kakak kelas 6 dapat terus menjadi kakak-kakak mereka meski sudah tidak lagi bersama mereka di MA Darunnajah. Selain itu, dia mengungkapkan banyak kesan yang tidak mudah dilupakan saat bersama-sama dengan kakak-kakak kelasnya tersebut. Biarlah menjadi kenangan yang tiada akan dilupakan selama-lamanya.
Memasuki acara inti yang berupa Dzikir dan Munajat, hadirin mengkonsentrasikan diri masing-masing agar dapat mengikuti dengan tertib dan tenang. Ustadz Muhlisin, S.H.I. yang bertindak memimpin acara mengajak seluruh hadirin untuk khusu’ dalam bertaqorrub kepada Allah. Dimulai dengan beristighfar 3 kali lalu membaca awal Surah Al-Boqoroh, ayat Kursi dan 3 ayat terakhir dari surah Al-Baqoroh disusul kemudian surat-surat pendek, hadirin tenggelam dalam kedamaian suasana saat itu.
Dzikir-dzikir dengan memuji dan mengagungkan Asma-Nya kian terasa merasuk ke dalam jiwa. Dan untuk menambah kecintaan kepada Baginda Nabi, hadirin bersholawat kepada Nabi. Sebagai pungkasannya, Ustadz Muhlisin yang akrab disapa Mr. MIM ini memimpin munajat dengan do’a-do’a panjang kepada Allah SWT memohon afiyah, ziyadatan fil ilmi, keberkahan rizki, taubat, rahmat dan maghfiroh. Tiada kuasa, air mata kehambaan mengalir menjadi saksi amalan hadirin saat itu. Tiada yang membahagiakan kecuali terampuni dosanya oleh Allah. Tiada yang lebih indah kecuali saat bertaqorrub kepada-Nya.
Sebagai kata terakhir, Teti Maryati, dengan kerendahan hati dan kelapangan dada, mengungkapkan seribu apresiasi atas segala hal yang masih mengganjal dalam hati. Akhirnya, pukul 11.00 WIB acara ditutup dengan berjabat tangan. Saling memafkan dan saling memberi selamat. Selamat berjuang!