
KARAWANG, DARUNNAJAH.COM – Dalam rangka mempersiapkan generasi pengurus dan pembimbing rayon yang berkarakter, bijaksana, serta penuh rasa tanggung jawab, Pondok Pesantren Dar Sulaimany Darunnajah 19 Karawang menggelar penutupan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi santri kelas 4 pada Senin malam, 14 September 2026.
Kegiatan LDK ini berlangsung selama 5 hari berturut-turut pada sesi malam hari, bertempat di Ruang Rapat Pondok Pesantren Dar Sulaimany Darunnajah 19. Pelatihan intensif ini khusus diikuti oleh 5 orang santri pilihan kelas 4—terdiri dari 3 santriwan dan 2 santriwati—yang disiapkan untuk mengemban amanah baru sebagai mudabbir dan mudabbirah rayon pengasuhan santri.


Acara penutupan yang berlangsung khidmat tersebut dipandu oleh santriwati kelas 4, Intan Patinah Ulpah, selaku Pembawa Acara (Master of Ceremony). Pembukaan diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara merdu oleh santriwan Fathu Qodri Ar-ramdhani, menambah kekhusyukan suasana.
Memasuki acara inti, Pimpinan Pondok Pesantren Dar Sulaimany Darunnajah 19, Ust. M. Alih Kuasa, M.Pd., menyampaikan taujihat, pembekalan materi kepemimpinan, sekaligus menutup secara resmi rangkaian LDK.



Dalam nasihatnya, Ust. M. Alih Kuasa menegaskan bahwa hakikat seorang pemimpin bukanlah sosok yang ditakuti, melainkan sosok yang membawa dampak positif bagi orang yang dipimpinnya.
“Seorang pemimpin itu membawa anggotanya keluar dari masalah, bukan menambah masalah dengan sekadar memberikan hukuman. Kepemimpinan itu bukan tentang berapa banyak orang yang takut padamu, tetapi tentang berapa banyak orang yang berubah menjadi lebih baik karenamu,” tutur beliau di hadapan para peserta LDK.
Beliau juga memaparkan empat pilar utama yang harus dipegang teguh oleh seorang mudabbir:
- Gunakan Akal untuk mengambil keputusan.
- Gunakan Ilmu untuk menentukan arah.
- Gunakan Ketegaskan untuk menegakkan aturan.
- Gunakan Hati untuk memperlakukan manusia.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya rasa empati serta keadilan yang proporsional dalam mengayomi adik-adik santri di rayon. Pemimpin yang hebat adalah mereka yang mampu membuat orang lain merasa dihargai dan dibimbing.
“Adil itu proporsional, yaitu memberikan sesuatu sesuai dengan porsinya masing-masing. Mudah-mudahlah merasakan apa yang orang lain rasakan,” tambah Ust. M. Alih Kuasa.
Rangkaian acara ditutup dengan penuh semangat kebersamaan melalui jargon “Mudabbir Ada untuk Antum, Amanah Next Level”. Melalui pelatihan ini, diharapkan para santri kelas 4 siap mengemban amanah kepemimpinan di rayon dengan penuh integritas, kearifan, dan rasa kasih sayang.
