Kedasyatan Do’a Seorang Ibu
Menu

Kedasyatan Do’a Seorang Ibu

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

blankOrang tua anda masih hidup? Sayangilah mereka. Karena merekalah sebenar benarnya sumber kebaikan. Rasulullah saw bersabda, “orang tua adalah pintu surga yang paling tengah, maka jangan sia siakan pintu itu atau jagalah ia” (HR. Tirmidzi).

Dalam sebuah hadits yang mashur, Abu Hurairah berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah dan berkata, ‘wahai Rasulullah, kepada siapa aku harus berbakti pertama kali?’ Rasulullah bersabda, “Ibumu”. Orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’, Rasulullah bersabda, “Ibumu”. Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’, Rasulullah bersabda, “Ibumu”.  Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’, Rasulullah bersabda, “kemudian ayahmu”.(HR Bukhari Muslim).

Tidak akan pernah selesai kalau kita akan membahas kebaikan seorang ibu, berawal mengandung dengan susah payah, melahirkan dengan bertaruhkan nyawa dan penuh kesabaran dalam mendidik diwaktu kecil disaat ketidak tauan kita dalam bertingkah, akan tetapi ia menjelma bagai malaikat di kehidupan kita.

Maka tidak ada alasan bagi kita untuk menelantarkannya, namun kita memiliki berjuta juta alasan untuk membalas kasih sayangnya. Banyak kisah yang menceritakan kebaikan seorang ibu dalam membesarkan putra putrinya, dialah yang mempunyai peran besar akan makmur atau rusaknya Negara.

Disisi lain yang lebih dahsyat adalah Do’anya, do’anya yang diijabah oleh Allah swt, do’anya tidak terhalang untuk sampai kepada Allah. Ada sebuah kisah yang menarik yang bisa kita ambil pelajaran.

Suatu ketika ada seorang anak sedang asyik bermain tanah. Sementara ibunya sedang sibuk menyiapkan hidangan untuk acara makan makan. Setelah makanan sudah siap dihidangkan diatas meja ruang makan, tiba-tiba kedua tangan anak kecil tadi menggenggam debu/tanah dan menaburkannya keatas makanan yang tersaji.

Ketika ibunya melihat yang dilakukan oleh anaknya, maka marahlah sang ibu dan berkata seraya berteriak, “Pergi kamu, agar jadi imam di Haramain!”

Singkat kisah, maha suci Allah, anak kecil yang di marahin ibu nya tersebut telah dewasa dan kemarahan ibunya tersebut di ijabah oleh Allah. Anak tersebut kini menjadi imam di Masjidil Haram, beliau adalah Syeikh Abdurrahman as-Sudais.

Dikisah lain, ada seorang Habaib Sepuh yang diyakini banyak orang bahwa do’anya diijabah oleh Allah. Maka datanglah orang orang untuk dido’akan oleh beliau. Namun ketika orang orang datang kepadanya, beliau selalu bertanya, “Apakah kamu masih memiliki permata (Ibu) di rumahmu?” jika jawabannya masih, maka beliau dengan halus berkata, “Tahukah kamu?, bahwa do’a seorang ibu untukmu lebih mulia dan makbul dari pada Do’a seorang wali besar sekalipun”.

Oleh karena itu beruntunglah mereka yang ibunya masih diberi umur panjang, beruntunglah mereka yang memuliakan ibunya. Beruntunglah mereka yang masih bisa mencium tangan ibunya, melihat senyumnya, merasakan lembutnya sentuhan tangannya dan selalu mendapatkan do’a-do’a mustajab darinya. Wallahu ‘Alam

(red/A.A)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Tiga Tanda Kebahagian Seorang Muslim

Tidak ada satupun manusia di dunia ini kecuali dia sedang mencari dan mengharapkan suatu kebahagian, yaitu: “Kebahagiaan di dunia yang fana dan terlebih lagi kebahagian