Salah satu kelebihan Islam adalah akan diterimanya wudhu dan shalat seseorang, jika pakaian orang tersebut bersih dan tidak ternodai dengan benda-benda najis. Benda-benda najis baik yang berupa bau maupun warnanya, harus dibersihkan terlebih dahulu. Allah telah berfirman didalam kitab suci Al-Quran;
فَوَثِيَابَكَ طَهِّرْ
“Dan Pakaianmu bersihkanlah.” (QS Al-Muddatsir : 4)
Oleh karena itu, Rasulullah – Shallallahu ‘alaihi Wasallam – sering merasa risih jika melihat seseorang muslim yang tidak rapi. Di dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu ketika, beliau melihat seseorang yang tidak membersihkan pakaiannya. Lantas beliau – Shallallahu ‘alaihi Wasallam – pun bersabda;
أَمَاكَانَ هَاذَا يَجِدُ مَاءً يَغْسِلُ بِهِ ثَوْبَهُ
“Tidakkah orang ini mendapatkan air untuk mencuci dan membersihkan pakaiannya?.” [HR Abu Daud II/449 (4062)]
Dalam kesempatan yang lain rasulullah – Shallallahu ‘alaihi Wasallam – bersabda;
لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِيْ قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak akan masuk surge orang yang di dalam hatinya terdapat rasa sombong, meskipun hanya sebesar biji dzarrah (atom).”
Tiba-tiba seseorang lelaki bertanya kepada beliau – Shallallahu ‘alaihi Wasallam – ; “Wahai Rasulullah, bagai mana jika ada seseorang dari kami yang suka memakai pakaian dan sandal yang bagus?”
Raslulullah – Shallallahu ‘alaihi Wasallam – menjawab;
إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
“Sesungguhnya Allah Subhaanahu Wata’ala itu indah dan Dia menyukai keindahan.” [HR Muslim I/93 (91)]
Lebih lanjut, Rasulullah – Shallallahu ‘alaihi Wasallam – juga mengingatkan mereka dengan membacakan firman Allah Subhaanahu Wata’ala ;
يَآبَنِى آدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid … “ [QS Al-A’raf : 31]
Adapun yang dimaksud dengan “perhiasan” dalam konteks ayat diatas bukanlah pakaian yang mahal. Namun, lebih dimaksudkan pada pakaian yang bersih, suci dan beraroma yang wangi. Hal ini disebabkan Islam selalu menitikberatkan aspek kebersihan dan keindahan serta menekankan kepada kaum Muslimin agar peduli terhadap penampilan dan budi pekerti yang indah.
Jati diri, kondisi, dan perhiasan Rasulullah – Shallallahu ‘alaihi Wasallam – sendiri begitu indah menawan. Beliau suka terhadap setiap perkataan, perbuatan dan pemandangan yang indah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah sang Pemilik Keindahan yang Hakiki. [WARDAN/@abuadara]
=========================================
Diambil dari Talim Santri Kelas VI TMI Darunnajah Cipining, Ahad 20 Januari 2013 Bakda Maghrib