Menu

Kayfa haaluka?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Mengisi hari-hari dengan bahasa Arab adalah hal yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak? Bahasa Arab adalah bahasa yang sangat indah, mempunyai tata bahasa yang unik melebihi bahasa manapun. Sebut saja tata bahasa Inggris atau grammar yang terus dikembangkan di Oxford dan Cambridge University, sampai menjadi bahasa paling global di bumi ini, namun bahasa Inggris belum mampu menandingi keunikan bahasa Arab. Dimana satu huruf dalam bahasa Arab saja bisa mengandung makna yang sangat dalam, semisal ق (qi) bermakna jagalah. Saking indahnya bahasa Arab, Allah memilihnya sebagai bahasa Al Quran, kitab suci umat Islam yang tidak berubah satu huruf pun dari awal diturunkan kepada Rasulullah SAW melalui malaikat Jibril, hingga hari ini.

image

Di Pondok Pesantren Annur Darunnajah 8, bahasa Arab digunakan sebagai bahasa sehari-hari. Pembiasaan penggunaan bahasa Arab dimulai sejak santri bangun tidur sampai tidur lagi. Bahkan, sampai mimpipun menggunakan bahasa Arab. Kegiatan bahasa secara terprogram meliputi pemberian kosa kata harian di pagi hari, latihan percakapan dua kali dalam seminggu, penulisan insya (karangan bahasa Arab) mingguan, pidato bahasa Arab satu kali dalam seminggu, mendatangkan guru-guru dan profesor bahasa Arab dari universitas terkemuka dunia seperti Al Azhar University, dan tentunya disiplin harian bahasa Arab yang dilaksanakan tiap detik kehidupan santri. Bagi yang melanggar disiplin, maka akan mendapatkan hukuman yang mendidik seperti menghafal kosakata atau percakapan.

image

Semangat berbahasa Arab adalah semangat beribadah. Karena bahasa Arab adalah bahasa untuk memahami sumber-sumber ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu-ilmu yang lain yang banyak ditulis dalam bahasa Arab, seperti buku Al Qonun fi Ilmi Thibbi-nya Ibnu Sina yang menjadi kitab rujukan kedokteran dunia hingga abad ini, atau di dunia Barat sering disebut Canon (Qonun). Dan masih banyak buku-buku lain lagi.
Selain bahasa Arab, bahasa Inggris juga dibiasakan seperti bahasa Arab. Dua minggu bahasa Arab, dua minggu bahasa Inggris. Untuk bahasa Inggris, kurikilumnya langsung diambilkan dari buku atau kursus Berlitz yang sudah sangat banyak digunakan di dunia internasional. Bahkan, pimpinan pesantren pun adalah lulusan S2 dari Bristol Inggris. Jadi, kalo tidak bisa bahasa Arab dan Inggris di pondok ini, rugi banget deh!! [Aft-Red)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait