Kampus 3, Kampus Masa Depan Ummat

Pondok pesantren Darunnajah Cipining bertunas  dari  sebuah kampus yang menaungi santri berasrama. Ketika itu berada pada tahun 1988. Para santri berasal dari berbagai daerah yang ada di Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Saat ini, kampus tersebut bernama kampus 1.

Seiring dengan perkembangan kebutuhan akan urgennya pendidikan bagi warga lingkungan pesantren, sekitar tahun 1994-1995, pesantren membuka kelas bagi mereka. Pesantren berharap, dengan dibukanya sekolah yang berbasis pendidikan pesantren, meskipun para santri (siswa) kembali ke rumah seusai jam pelajaran, ini menjadi bentuk kepedulian pesantren terhadap masyarakat sekitar. Kemudian lokasi bagi santri non asrama ini menempati kampus 2.

Dibukanya kelas non asrama di kampus 2 ini, ternyata mendapat respon positif dari masyarakat sekitar yaitu warga kecamatan Cigudeg dan sekitarnya di wilayah kabupaten Bogor. Animo masyarakat sangat baik. Kondisi transportasi dan komunikasi yang kurang mendukung, pada tahun 1998-1999, turut dibuka pula model pesantren alternatif (dalam masyarakat Sunda popular dengan nama pesantren/santri kalong).

Pesantren ini memberlakukan penginapan bagi santri di kampus 2, namun mereka memasak sendiri dengan membawa perbekalan dari rumah masing-masing. Jika perbekalan habis, santri dapat pulang ke rumah dan masuk pesantren alternatif dengan membawa bekal kembali.

Dalam perjalanannya, Darunnajah Cipining melebarkan sayap dalam berbagai bidang. Hal ini, tentunya berimbas pula pada lokasi pesantren. Beberapa perkembangannya di antaranya adalah, di kampus 1 telah berdiri pesantren putra. Telah berdiri pula pesantren khusus putri yang hingga saat ini telah menggunakan sebagian lokasi di kampus 1.  Di kampus 1 jua terdapat pesantren SD/MI putra-putri. Selain itu, pesantren Tahfizh putra-putri juga berada di kampus 1.

Di kampus 2 kini telah berdiri gedung perkantoran, asrama pesantren kampus 2 putra-putri dan gedung sekolahan untuk TK/RA, MI/SD, MTs, dan MA. Pesantren kampus 2 yang saat ini di tempati santri MTs, MA, dan SMK juga telah over kuota.

Sebagai alternatif, dari beberapa tahun sebelumnya, pesantren telah juga membangun lokasi baru yang kampus ini disebut sebagai kampus 3. Letaknya sebelah kiri kampus 1 berjarak 200-300 m. di kampus 3 pun, gedung-gedung sekolah telah berdiri. Sementara ini, santri SMP dan SMK beserta beberapa santri MA telah menempati kampus ini.

Rencana ke depan guna menghadapi tahun ajaran baru 2012-2013. Pesantren berniat mendirikan asrama santri di kampus 3 ini dengan luas bangunan mencapai 2.143 M2. Rencana ini, insyaAllah membutuhkan dana sebesar 1,8 M. Demi mewujudkan itu, pesantren membuka peluang bagi muslimin-muslimat untuk berpartisipasi.

Partisipasi ini bernama infak fi sabilillah. Apapun yang diberikan oleh donator akan menjadi amal baik. Semoga balasan dari Allah menjadi amal yang selalu mengalir pahalanya. (Wardan/Billah)