Selain dikenal sebagai Pesantren modern, ternyata memiliki sosok Kiai yang dikenal luas oleh masyarakat. Dia adalah K.H. Mahrus Amin, penggagas pendirian 1000 Pesantren Nusantara.
Lelaki berusia 70 tahun ini menggagas pendirian 1000 Pesantren Nusantara dengan Gerakan Nasional, Cinta Wakaf Zakat, Infaq, dan Shadaqoh. Impiannya untuk mewujudkan 1000 Pesantren Nusantara pada awalnya memang tampak seperti sesuatu yang mustahil diwujudkan, terleboh saat ini masyarakat lebih mengutaman pendidikan umum ketimbang agama.
Namun pelan tapi pasti keinginannya mulai terwujud, idenya mendapatkan respon dari masyarakat di berbagai daerah. K.H Mahrus Amin mengatakan gerakan pendirian 1000 pesantren ini didasari masih belum meratanya kader-kader umat Islam di pelosok nusantara. “Untuk pemerataan da’wah muslim, perlu disebar pondok pesantren di seluruh Indonesia,” ungkap K.H Mahrus Amin.
Pemilihan model pengkaderan lewat pondok pesantren adalah alasan historis dan empiris. Lembaga ini telah terbukti bisa tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, desa maupun kota. Pondok pesantren juga merupakan penerjemahan dari jejak langkah Rasulullah Muhammad SAW membangun umat di Madinah.
“Ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, hal pertama yang dilakukan oleh Rasul adalah mendirikan masjid sebagai pusat semua aspek kegiatan umat,” ungkap K.H Mahrus Amin.




