JURNAL PERJALANAN LIPUTAN PPM

JURNAL PETUALANGAN PPM PI

Oleh : Farah Aisyah dan Rose Familia

Santriwati pondok pesantren Darunnajah

Selasa, (7/01), kami tim jurnalistik DN.com berangkat ke kabupaten Pandeglang, Banten untuk meliput kegiatan tahunan yang wajib diikuti bagi kelas VI TMI Darunnajah, PPM (Praktek Pengabdian Masyarakat).

Kami berangkat dari Darunnajah sekitar pukul 05.30, menggunakan Avanza hitam fasilitas dari pondok. jalan  yang tidak rata menjadi santapan pertama kami, ketika Avanza hitam kami  melaju di tol Cikupa, jalan tol mulai terasa tidak mulus, sehingga penumpang di belakang merasa tidak nyaman dan di sambut gelak tawa penumpang yang lain. Setelah sarapan di sebuah warung tegal di sisi jalan pada sekitar pukul 07.30, kami kembali melanjutkan perjalanan ke salah satu kabupaten provinsi Banten; Pandeglang yang terletak tidak jauh dari pantai Carita dan pelabuhan Merak.

Kabupaten Pandeglang sungguh tepat sebagai tujuan kegiatan PPM yang pada dasarnya diselenggarakan di daerah terpencil dan jauh dari keramaian kota besar. Daerah tersebut masih terdiri atas barisan bukit dan pesawahan yang hijau serta laut yang tidak sempat kita kunjungi. Rumah-rumah penduduknya pun masih sangat sederhana, kebanyakan dari mereka hidup dengan bercocok tanam. Kawasannya sepi dan udaranya sejuk, sangat jauh berbeda dengan Jakarta.

Sekitar pukul 09.00, kami tiba di villa base camp panitia di kecamatan Mandalawangi yang dekat dengan situs yang dianggap keramat yaitu Sanghiang Dengdek. Setelah briefing sejenak, kami langsung meluncur ke tempat dimana tempat kami meliput dengan  berbekal peralatan lengkap satu buah tape recorder, satu buah kamera digital Nikon, dan alat tulis. Waktu itu, liputan kami bertempatkan di desa Gunung Sari dan desa Cikoneng sampai dzuhur lalu kami pulang kembali ke villa untuk istirahat.

Setelah sholat dzuhur, kami melanjutkan perjalanan ke desa Kurungkambing, yang terletak di kecamatan Mandalawangi untuk meliput perlombaan yang diadakan oleh para santriwati yang berkerja sama dengan Majlis Ta'liem setempat, tidak lupa kami sempat melakukan wawancara dengan ketua kelompok, pembimbing, tokoh masyarakat setempat, serta para penduduk, dan setelah kami merasa cukup kami meninggalkan tempat menuju ke villa untuk istirahat sampai malam.

Esok harinya Rabu,(8/01), kami kembali  bersiap – siap untuk kembali meliput. Sebelumnya, kami mewawancarai Ust. Mardhani Zuhri selaku Kepala Biro Kemasyarakatan yang mempunyai andil besar dalam kegiatan PPM. Liputan kami yang pertama pagi itu adalah kegiatan di desa Pandat. Setelah selesai meliput, kami sempat menunggu mobil yang tidak kunjung datang selama 1 jam lebih. Begitu mobil datang, kami segera melanjutkan pejalanan untuk meliput di desa Sanghiang Dengdek yang berada persis di kaki sebuah gunung dengan latar pepohonan yang masih sangat rindang.

Malam harinya, kami membereskan barang – barang bawaan kami, karena setelah meliput di desa Kadukaso, kami malam ini akan kembali ke Darunnajah. Setelah berpamitan dengan segenap panitia PPM, kami pergi ke desa tujuan untuk meliput acara perpisahan antara peserta PPM  dengan warga setempat. Kami sempat berbincang – bincang dengan  ketua kelompok, tokoh masyarakat, anak-anak, dan remaja setempat.
Dalam perjalanan pulang ke Darunnajah, kami sempat mampir dulu di restoran Padang untuk mengisi perut kami yang sudah kosong dan ke salah satu kios duren untuk oleh-oleh. Setelah selesai, kami melaju membelah jalan dan melawan udara malam yang dingin antara Banten dan Jakarta. Sekitar pukul 01.00 dini hari, kami tiba di Darunnajah dengan perasaan campur aduk. Antara puas, capek, sedih yang bercampur dengan kantuk. Di benak kami masih terbayang pemandangan indah desa Mandalawangi yang sejuk serta penduduknya yang sangat ramah. Selamat tinggal Pandeglang………

(Darunnajah,10 Januari 2008)