JOURNAL HFCS (DAY ONE)

Perjalanan jauh dari Manchester ke jakarta tampaknya memang terasa melelahkan bagi Mr Nick Eye dan Mrs Emma McConaghy, terutama bagi Mrs Emma yang katanya menghabiskan waktu di pesawat selama 8 jam dengan perasaan bosan.

perbedaan waktu yang jauh antara Inggris dan Indonesia pun turut dirasakan juga, mereka merasa sedikit berat untuk bangun pagi karena jam biologis mereka masih terasa seperti di Inggris. sarapan pagi Mr Nick dan Mrs Emma hanya dengan menyantap 2 potong roti toast dan keju, segelas jus, segelas susu dan kopi, untuk kemudian mereka bersiap untuk ikut masuk ke kelas pada hari pertama ini.

Jadwal untuk Mrs Emma yang merupakan guru History adalah masuk ke kelas 5 E pada jam ke 3, kelas 6 MB pada jam ke 4, kelas 3 A  pada jam ke 6 dan kelas 5 C pada jam ke 7. sedangkan Mr Nick yang adalah guru sains akan masuk ke kelas 5 B, kelas 2 C, kelas 6 A, kelas 1 A.

"secara umum banyak hal baru yang saya pelajari selama berkeliling pada hari pertama ini, yang sangat beda tentu adalah keadaan dan lingkungan saja, student cenderung lebih tenang di sini (darunnajah – red) dari pada di sana (ingris- red) tapi mereka juga terkesan kurang apresiatip dan sangat pemalu terutama santri – santri putri" ujar Mr Nick eyes ketika sedang bersantai setelah makan siang.

setelah menyantap makan siang Mr Nick dan Mrs Emma bersama dua ustadz pendamping ikut berkeliling menyaksikan kegiatan muhadlarah santri putra dan putri.

"luar biasa, saya sendiri belum pernah mencoba berbicara di depan audience sedemikian banyak dengan posisi yang lebih tinggi dari audience, ini sungguh – sungguh luar biasa" kometar Mrs Emma terkagum – kagum.

Mr Nick dan Mrs Emma menghabiskan waktu sore hari dengan berkeliling jakarta shoping di beberapa tempat perbelanjaan. rasa penasaran mereka akan culture Indonesia membuat mereka banyak mencoba hal – hal baru terutama dalam makanan, selama di pondok mereka di perkenalkan dengan makanan – makanan tradisonal indonesia, bahkan Mr Nick sempat mencicipi semur jengkol meski beberapa ustadz dan ustadzah melarangnya, dengan enteng kemudia dia berkata :

 "hmm it's good".

 jangan – jangan si mister ini nanti jadi juragan jengkol yah.