Lima peserta pertama Pesantren Kilat Internasional 2025 tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat (27/12).
Mereka adalah pelajar dari Australia yang akan mengikuti program edukasi keislaman dan budaya di Pesantren Darunnajah Jakarta dan Universitas Darunnajah pada 1-15 Januari 2025.
Kehadiran peserta menandai dimulainya persiapan intensif untuk program yang dirancang khusus bagi pelajar berusia 13-17 tahun ini.
Pesantren Kilat Internasional bertujuan memberikan pemahaman mendalam tentang nilai-nilai Islam dan budaya Indonesia, menjembatani kebutuhan peserta yang tumbuh di lingkungan berbeda.
“Alhamdulillah, hari ini kami menyambut kedatangan peserta pertama dari Australia. Kami optimis program ini akan memberikan manfaat besar bagi mereka,” ujar Ustaz Rivaldo Dimas Gunawan, S.I.Kom., koordinator program.
Peserta lainnya dijadwalkan tiba dalam beberapa hari mendatang, dengan total peserta mencapai 18 orang.
Program ini akan mengajarkan berbagai materi seperti Bahasa Arab, Fiqh, Tafsir, hingga pengenalan seni budaya Islami seperti khat dan kepesantrenan.
Rangkaian acara diharapkan tak hanya memperkaya ilmu agama, tetapi juga mempererat hubungan generasi muda dengan akar budaya Indonesia.