Jejak Perjuangan Santri dalam Autobiografi sebagai Warisan

Jejak Perjuangan Santri dalam Autobiografi sebagai Warisan

DNC 1201 Scaled

Sebanyak 143 Santriwati Kelas 4 TMI Pesantren Darunnajah 2 Cipining mengikuti pelatihan intensif Penulisan Autobiografi pada Rabu, 23 Oktober 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Departemen TMI ini bertujuan mengangkat pengalaman hidup personal sebagai warisan sejarah yang bernilai inspirasi. Pelatihan yang berlokasi di Pesantren ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas santri dalam kegiatan karya tulis ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Al-Ghazali Pesantren Darunnajah 2 Cipining.

Penulisan kisah diri ini memiliki makna filosofis mendalam terhadap perkembangan karakter dan literasi. Hasil nyata yang diharapkan, selain mendokumentasikan perjalanan hidup termasuk pencapaian dan tantangan yang telah dilalui, juga mampu memberikan motivasi serta semangat kepada pembaca. Perjuangan hidup yang ditorehkan menjadi memori berharga yang dapat diwariskan untuk generasi penerus.

Usth. Kunarti, M.Pd. memandu para santri untuk menentukan tujuan penulisan dan menyusun outline cerita agar penulisan lebih terarah. Beliau menekankan bahwa tantangan terbesar adalah kejujuran menceritakan pengalaman hidup secara nyata, serta pengumpulan data dan memori yang cukup memakan waktu. “Menulis otobiografi menuntut kejujuran mutlak dan kemampuan memilih fokus cerita, agar karya yang dihasilkan berkesan dan berdampak,” ujarnya saat sesi pembimbingan teknis.

Total 143 Santriwati dari seluruh kelas 4 TMI terlibat aktif dalam proses penulisan ini, mulai dari pembuatan kerangka hingga penulisan draft pertama. Kegiatan ini selain membiasakan peserta menuangkan ide dalam tulisan, juga membuka kesempatan bagi peserta untuk berbagi cerita dan mendapatkan masukan berharga, yang memperkaya pemahaman diri. Mereka dibimbing untuk memilih momen penting yang memiliki dampak besar dalam perjalanan hidup mereka.

Sebagai tindak lanjut, Departemen TMI akan memberikan apresiasi dan sertifikat kepada santri yang memiliki karya terbaik dan mengesankan. Respon positif mendorong pihak Pesantren merencanakan pencetakan buku autobiografi dengan promosi digital untuk menjangkau khalayak luas. Publikasi ini diharapkan dapat menginspirasi dan mendorong pembaca untuk mengapresiasi warisan literasi santri, serta mengambil pelajaran berharga dari kisah perjuangan yang tertuang. Diharapkan, setelah terlaksananya kegiatan ini, santri Darunnajah 2 Cipining menjadi generasi yang paham literasi dan terus mengedepankan Literasinya.

 

 

 

Pendaftaran Santri Baru