Ada yang menarik dari slogan gontor “apa yang kau di gontor” begitupun di darunnajah slogan tersebut menjadi hantaman keras bagi para santri yang membacanya membangkitkan niat awal dan tujuan awal mereka datang ke pesantren, karena “ inna ma a’malu biniat”  suatu amalan tergantung pada niat. Segala aspek pekerjan, tingkah laku, dan fikiran sebagian besar di pengaruhi oleh niat. maka suatu niat harus dilurus agar tidak salah melangkah dan salah bertingkah. Jika niat ke pesantren mencari secarik kertas ijazah, jangan pernah datang ke pesantren!. Karena ijazah tidak ada di pesantren, lal dimana? Ijazah yang sebenarnya ada di masyarakat.

Masyarakat akan memberikan ijazah terbaik, syaratnya harus ada pengalaman yang baik dan akhlak yang baik. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang berguna bagi manusia lainya?, banyak di luar sana orang yang memiliki ijazah dengan nilai yang tinggi dan gelar yang banyak namun tidak memiliki manfaat apapun di masyarakat, malah menyusahkan mereka. Koruptor sebagai contohnya, mereka memakan uang yang seharusnya untuk di pakai sarana dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Mereka korupsi padahal mereka berkependidikan tinggi. Apa yang salah? Yang salah pada mereka adalah pendidikanya, keikhlasanya, dan keimanan pada diri mereka.karena dengan keikhlasan akan timbul kekuatan yang  luar biasa untuk mengerjakan hal yangbesar. Tidak perlu banyak harta untuk menjadi oramg yang berguna, tak perlu menunggu tua untuk memulainya. Karena barang siapa yang menolong agama allah, allah pun akan menolongnya dan meneguhkan agama kedudukanya. Allah agama islam dan al-qur’an memang harus dibela. Bukan berarti allah tak mampu, namun agar kelak allah akan membantu kita di hari akhir.karena hhidup itu sekali maka jadilah hidup yang berarti.