Jangan Ngaku Cinta Lingkungan Kalo Masih Ngelakuin Hal-Hal Ini
Menu

Jangan Ngaku Cinta Lingkungan Kalo Masih Ngelakuin Hal-Hal Ini

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Banyak orang yang mengaku dirinya cinta lingkungan, namun ternyata hal itu berbanding terbalik dengan perilaku sehari-harinya. Tak sedikit pula yang menganggap hal itu adalah biasa dan tidak salah. Terkadang, orang juga tidak menyadari bahwa perbuatan kecil yang dirasa aman-aman saja bagi lingkungan, justru itulah yang berpotensi menjadi asal-muasal rusaknya lingkungan kita tercinta ini.

Maka dari itu, mari mulai memeriksa diri masing-masing. Nah, jika kamu masih menemukan hal-hal di bawah ini ada pada diri kamu, itu tandanya kecintaan terhadap lingkungan yang selama ini kamu katakan belum kamu wujudkan secara maksimal.

1. Suka menggunakan kantong plastik atau makanan dengan wadah plastik

Ilustrasi

Plastik adalah bahan yang berbahaya bagi lingkungan, karena jenis bahan ini sangat sulit untuk terurai secara alami dan memerlukan waktu yang lama. Walaupun demikian, penggunaan plastik sebagai wadah makanan atau kemasan minuman dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa. Kepraktisannya menjadi poin utama yang sangat berharga.

Namun, alangkah baiknya jika kamu mulai mengurangi penggunaan bahan yang satu ini, baik untuk membungkus makanan atau wadah barang yang kamu beli. Cobalah untuk mulai membawa air minum sendiri ketika bepergian, sehingga tak terlalu sering membeli air minum dalam kemasan. Jika memang terpaksa membeli, kamu bisa mengurangi penggunaan plastik dengan tidak usah meminta kantong plastik sebagai wadahnya.

2. Sering menggunakan wadah styrofoam

Styrofoam pada intinya sama seperti plastik, sulit diurai secara alami dan sering menyebabkan penumpukan sampah. Bahan ini biasanya digunakan untuk tempat makanan. Selain buruk bagi lingkungan tempat makan berbahan styrofoam juga sebenarnya berbahaya bagi kesehatan. Sebagai gantinya, kamu bisa membiasakan untuk membawa bekal sendiri ketika bekerja atau beraktivitas. Atau bisa juga dengan membawa tempat makan sendiri ketika membeli makanan.

3. Memanaskan kendaraan terlalu lama

Biasanya, ketika akan bepergian mengggunakan kendaraan bermotor, orang akan memanaskan mesinnya terlebih dahulu untuk meningkatkan performa kendaraan, juga agar terasa lebih nyaman ketika digunakan. Namun, apabila dipanaskan terlalu lama, asap yang keluar dari kendaraan bisa menimbulkan polusi, karena pada saat pemanasan, mesin tetap saja memerlukan bensin atau bahan bakar yang nantinya juga mengeluarkan emisi.

Selain menimbulkan polusi, perilaku ini juga dianggap mubazir, karena membuang-membuang bahan bakar yang pembentukannya sendiri memakan waktu jutaan tahun. Di samping itu, saat ini juga telah banyak jenis kendaraan bermotor yang mendukung program ramah lingkungan dengan mengunakan sistem injeksi, sehingga kamu tak perlu menghabiskan waktu berlama-lama untuk memanaskan mesinnya terlebih dahulu.

4. Menganggap jalanan adalah tong sampah raksasablank

Faktanya saat ini, kebiasaan membuang sampah di jalan masih banyak ditemukan. Barang sepele memang, tetapi jika dilakukan oleh orang banyak secara terus-menerus, tentu akan berdampak terhadap lingkungan. Kotor, banjir, polusi udara, hingga penyakit bukan berita baru lagi. Jika memang kamu ingin membuang sampah ketika sedang dalam perjalanan, baik itu di jalan raya maupun di tempat umum, cobalah untuk mencari tempat sampah atau menyimpannya terlebih dahulu hingga kamu menemukan tempat untuk membuangnya.

5. Membuang tisu bekas atau bungkus permen sembarangan

Hayo, siapa yang masih sering “khilaf” dengan membuang benda-benda kecil ini sembarangan? Walaupun kesannya kecil dan remeh, kalau terus menerus dan sering, lama-kelamaan akan berdampak juga terhadap lingkungan. Kamu bisa mengantonginya sementara atau menyelipkannya dulu di dalam tas.

6. Nonton TV, atau TV yang menonton?

Tak sedikit orang yang menyalakan TV tidak untuk ditonton, tapi untuk menemaninya ketika di rumah sendirian atau sebagai pengantar tidur. Apakah kamu salah satu orang yang suka melakukan hal seperti itu? Jika iya, cobalah untuk memikirkannya kembali.

Menyalakan peralatan elektronik yang tak difungsikan secara semestinya sama saja membuang energi, terutama energi listrik. Untuk mengasilkan listrik dari berbagai pembangkit listrik yang ada, bukanlah sesuatu yang mudah. Tak hanya menghasilkan polusi, limbah yang ada akibat aktivitas pembangkit listrik ini juga tak sedikit.

Walaupun memang bayak orang yang mampu membeli daya listrik yang tinggi, perilaku hemat energi bukanlah sesuatu yang berdosa. Masih banyak juga daerah di berbagai belahan dunia yang belum teraliri listrik lho. Maka tak ada salahnya juga jika kamu bersyukur dengan cara mematikan segala perlatan eletronik yang tidak digunakan.

7. Memainkan gas kendaraan bermotor ketika lampu merah

Terkadang, dalam keadaan buru-buru, orang merasa tidak sabar untuk menantikan lampu hijau yang berarti isyarat untuk melaju di persimpangan jalan. Ketidaksabaran ini kemudian diekspresikan dengan mamainkan gas saat tengah berhenti di lampu merah. Siapa yang masih suka seperti ini? Selain mengganggu orang lain dan menambah polusi udara, memainkan gas sama saja membuang-buang energi dari bahan bakar yang digunakan.

8 Malas ikut kerja bakti

blank

Kerja bakti pada intinya merupakan kegiatan untuk membersihkan dan merawat lingkungan, baik itu di sekitar rumah, tempat umum atau di wilayah suatu instansi. Nah, jika kamu masih merasa enggan untuk ikut dalam kegiatan ini, bagaimana lingkungan bisa bersih dan terawat? Sebagai manusia, seharusnya sadar, jika dialah yang paling banyak menggunakan sumber daya alam di bumi ini, maka sepantasnya pula menggerakkan diri sesering mungkin dalam kegiatan-kegiatan peduli lingkungan, seperti kerja bakti.

Itulah beberapa hal sepele yang menandakan masih kurangnya kecintaan terhadap lingkungan. Gimana nih? Kamu masih melakukan hal-hal di atas? Mari saling mengingatkan demi lestarinya bumi kita tercinta ini.

(Santri Tv/Rafi)

Subscribe & Dapatkan Update Terbaru

Pondok Pesantren Darunnajah

Berita Terkait

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Jaminan Allah SWT. Nyata, Tidak Fana seperti Dunia

Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah SWT dan Dia pula yang mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya, menjadi da’i dan rahmatan lil ‘alamiin. Iman,

blank
Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Seminar Table Manner, Ajarkan Pentingnya Etika di Meja Makan

Aturan table manner adalah seperangkat aturan dan prinsip yang mengatur bagaimana proses dan tata cara yang sesuai dalam jamuan resmi. Beberapa aturan table manner misalnya mengatur soal jenis jamuan,