Saat Ujian Nasional (UN) tiba bagi kelas XII Aliyah dan kelas IX MTs, biasanya kegiatan KBM di pesantren Darunnajah dialihkan dengan kegiatan lain. Begitu pun saat UN untuk kelas XII MA yang dimulai dari tanggal 20 April ini. Biro Pengasuhan telah mengagendakan beberapa kegiatan untuk santri kelas I MTs hingga kelas XI MA, diantaranya adalah Jamrana dan Nisaiyyah untuk santri putri dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) untuk santri putra.
Kegiatan Jamrana mulai dibuka pada pukul 16.00 WIB, Ahad, 19 April 2009 di lapangan basket putri dan dihadiri oleh seluruh panitia dari kelas XI B MA dengan bimbingan Ustadzah Erni Suherni, S.H.I. Dalam sambutannya, Kak Dyana Novika yang bertindak sebagai Pembina upacara pembukaan mengatakan bahwa kegiatan Jamrana ini dapat menjadi moment yang baik bagi para andika untuk mengasah berbagai skill dan ketrampilan dalam berbagai hal. Kemudian dengan ucapan basmallah, secara resmi Jamrana dibuka dengan iringan tepuk tangan para andika.
Agenda kegiatan pertama dimulai pada malam harinya selepas sholat Isya, yaitu pemberian materi tentang kepramukaan untuk penegak oleh Kak Dyana Novika dan penggalang oleh Kak Iis Apriyanti. Menjelang pukul 22.00 WIB kegiatan yang menempati ruang kelas di lokasi asrama putri tersebut dihentikan dan akan dilanjutkan keesokan harinya.
Senin (20/4/2009), berbagai kegiatan kembali dilaksanakan, diawali dengan Sholat Shubuh berjamaah dan olah raga pagi. Berikutnya materi tali menali, P3K, Tandu dan pendirian tenda dilakukan silih berganti hingga sore hari. Malam harinya, kembali materi tentang kepramukaan disampaikan dengan kelompok yang telah ditetapkan panitia.
Menjelang tengah malam, kegiatan berlanjut dengan solo bivak di kampus 2 Darunnajah Cipining. Dalam suasana hening, masing-masing andika saling mengurusi dirinya sendiri. Solo bivak merupakan media untuk mengukur kemandirian para andika ketika terpaksa harus mengalami keadaan yang emergensi. Mereka mencoba bertahan hidup dengan apa yang ada pada diri mereka masing-masing. Pada kesempatan ini pula mereka melakukan introspeksi dengan bermuhasabah dan taqarrub kepada Dzat Yang Maha Kuasa dengan mengmbil lokasi di lapangan basket kampus 1 Darunnajah Cipining.
Keesokan harinya, Selasa 21 April, kegiatan Jamrana masih berlanjut dengan wide game. Wide game kali ini, panitia memilih rute menuju mata air di pegunungan yang terletak di belakang pesantren. Mata air ini dulu menjadi sumber air yang mengalir ke pesantren Darunnajah untuk kebutuhan sehari-hari para santri. Secara berkelompok, mereka menyusuri jalan-jalan di pematang sawah, sungai, dan terkadang harus melintasi perkampungan. Suasana Kampung Cipining yang masih asri dan kicauan burung yang berebut biji padi yang mulai bernas menjadikan panorama pagi itu semakin damai.
Setelah lelah seharian menyusuri berbagai halang rintang yang menguras energi cukup banyak dalam wide game, malam harinya kegiatan Jamrana mencapai di penghujung acara. Pentas seni dan unggun gembira pun menjadi acara yang dinanti-nati oleh para andika. Setelah mempersiapkan berbagai keperluan terkait dengan acara api unggun pada sore harinya, selepas sholat Isya berjamaah dan makan malam, acara api unggun dimulai, dipandu oleh Kak Iis Apriyanti.