Sabda nabi SAW : “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya” [HR. Al-Bukhari dan Muslim].
Di jelaskan dalam hadist di atas tentang bagaimana menjadi muslim yang baik, bahwa seorang muslim yang baik adalah mampu menjaga lisan dan tangannya.
Jika kita lihat penomena yang terjadi di masyarakat, kita akan sering menjumpai orang yg dengan mudahnya menghujat, mengucapkan kata-kata kotor dan memfitnah saudara seimannya.
Hanya gara-gara perbedaan pendapat mereka saling hujat, contohnya seorang suporter sepak bola akan saling menghina dan mencaci maki karna beda team yang didukungnya, padahal itu tidak penting bagi mereka, ada pula karna masalah politik juga mereka saling membenci kala perbedaan dalam mendukung calon pemimpin yang akan di pilihnya, padahal mereka sama – sama umat muslim tapi mereka saling membenci. Dan ternyata itu di sebabkan karna ucapan kita ini yang tak bisa di saring, karena ucapan masalah kecil bisa jadi besar bahkan karna ucapan seseorang bisa saling membunuh.
Memang pada dasarnya mulut itu lebih tajam di banding pedang, jika seseorang terluka oleh goresan pedang dia masih bisa di sembuhkan dengan perantara obat, namun lain halnya dengan mulut jika sudah tergores oleh ucapan, maka sakitnya sulit di sembuhkan.
Pertikaian terjadi karna ucapannya yang tidak di jaga, kehancuran keluarga, agama dan negara itu juga di awali dengan ucapan yang tidak di jaga oleh pemiliknya. Membicarakan keburukan orang lain (Ghibah) adalah sesuatu yang di larang agama karna dengan ghibah akan menghancurkan kekeluargaan antara umat islam.
Apakah kita termasuk orang yang suka ghibah?
Apakah kita termasuk orang yang suka mencela?
Apakah kita termasuk orang yang suka memfitnah?
Apakah kita termasuk orang yang suka mengadu domba?
Jika kita termasuk di antara orang-orang yang menggunakan lisannya untuk mencela, memfitnah ,ghibah dan mengadu domba niscaya kita bukanlah seorang yang pantas di anggap seorang muslim, karna muslim yang baik adalah yang menjaga ucapan dan perbuatannya.
Jadi marilah kita sama-sama menjaga lisan kita jangan sampai kita terpengaruh oleh hujatan orang lain, karna perbedaan pendapat di antara kita. Mudah-mudahan kita termasuk orang yang kelak akan masuk ke surganya Allah karna terjaganya lisan kita.
(WARDAN/moz_art)
