Dengan perubahan waktu pola belajar santri ini, maka jadwal belajar mandiri santri dikondisikan pada saat pagi hari setelah pelaksanaan ibadah jamaah sholat subuh, setelah kuliah subuh dari Drs.KH. Mahrus Amin, namun jika "kyai" berhalangan ceramah, waktu langsung digunakan untuk belajar. Selain itu, setelah ibadah sholat ashar juga digunakan santri sebagai waktu belajar. untuk mengingat kembali mata pelajaran yang telah diajarkan pada semester ini. Untuk mendisiplinkan belajar para santri, guru pengajar materi yang diujikan pun mendapatkan tanggungjawab untuk mendampingi santri belajar, sekaligus sebagai tempat konsultasi kesulitan pelajaran. Menurut Ustadz H. Hasyim Sya'ban, S.Pd.I selaku panitia Ujian, para guru pengajar materi pelajaran yang esok hari akan diujikan diharapkan mendampingi mereka belajar yang difokuskan bertempat di Masjid Darunnajah.
JAKARTA/dn.com – Di bulan Ramadhan ini, para santri telah dihadapkan dengan situasi ujian mid semester. Hal inilah yang membuat ibadah puasa semakin diuji ketabahannya. termasuk pola belajar santriwan-santriwati dalam mensiasati ibadah ramadhan dan ibadah belajar, karena memang keduanya merupakan sebuah ibadah dan kewajiban bagi umat Islam dan status para santri sebagai pelajar. Jika pada hari biasa, setelah sholat isya' para santri sudah terbiasa dengan kegiatan belajar mandiri, namun di bulan ramadhan ini mereka dihadapkan dengan ibadah sholat tarawih. maka pada waktu ini para santri tidak dapat melaksanakan belajar malam.
Belajar pada pagi hari setelah sholat subuh memang dianjurkan, hal ini untuk menghidari para santri membiasakan tidur setelah subuh yang mempunyai efek terhadap kesehatan dan fikiran, karena memang waktu terbitnya matahari merupakan waktu yang mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Selain itu, jika para santri melanjutkan tidur pagi hari, hal ini akan mengakibatkan keterlambatan bangun, keperluan pribadi hingga akhirnya mereka akan terlambat mengikuti ujian. Inilah yang saat ini masih harus diminimalisir untuk dihindari.