Jadi Pembicara di Gedung MPR RI, Pimpinan Pesantren Darunnajah Sampaikan Lima Strategi Transformasi di Era Digital

Jadi Pembicara di Gedung MPR RI, Pimpinan Pesantren Darunnajah Sampaikan Lima Strategi Transformasi di Era Digital

Pimpinan Pesantren Darunnajah Sampaikan Lima Strategi Transformasi di Era Digital. (Foto: DNPH)

Digitalisasi pembelajaran menjadi fokus utama transformasi pendidikan pesantren dalam menjawab tantangan zaman.

Hal ini terungkap dalam Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan MPR RI bersama Center for Indonesian Reform (CIR) di Gedung MPR RI, Kamis (21/11/2024).

“Pesantren harus adaptif terhadap perkembangan teknologi sambil tetap mempertahankan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasinya,” ungkap Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., Pimpinan Pesantren Darunnajah dalam paparannya di hadapan forum.

Menghadapi era digital, Dr. K.H. Sofwan Manaf memaparkan lima strategi kunci yang perlu diterapkan pesantren.

Pertama, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pelatihan dan pengembangan kompetensi digital para pendidik.

Kedua, penguatan kurikulum yang mengintegrasikan literasi, numerasi, dan sains dengan nilai-nilai Islam.

Strategi ketiga adalah pengelolaan dana yang efektif untuk menunjang infrastruktur digital.

Keempat, optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran dan administrasi.

Kelima, peningkatan kolaborasi dan manajemen dengan berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem pendidikan pesantren.

“Kita tidak bisa menghindari arus digitalisasi. Yang terpenting adalah bagaimana pesantren dapat memanfaatkan teknologi secara bijak untuk penguatan karakter dan peningkatan kualitas pendidikan,” tambahnya.

Program peningkatan kompetensi digital para penagajar juga menjadi perhatian serius.

Pesantren Darunnajah Jakarta telah menginisiasi pelatihan teknologi informasi bagi para pengajar sebagai upaya adaptasi terhadap tuntutan zaman.

Transformasi digital pesantren diyakini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.

Integrasi teknologi dalam sistem pembelajaran pesantren diharapkan dapat memperkuat peran lembaga pendidikan Islam dalam membentuk generasi yang berakhlakul karimah dan berdaya saing global.

“Mari jadikan pesantren sebagai laboratorium pembentukan karakter di era digital. Teknologi hanyalah sarana, nilai-nilai Islam tetap menjadi ruh pendidikan kita,” pungkas Dr. K.H. Sofwan Manaf mengakhiri presentasinya.

Forum yang dihadiri 20 peserta dari berbagai kalangan ini menghasilkan rekomendasi pentingnya akselerasi transformasi digital pesantren dengan tetap mempertahankan karakteristik khas pendidikan Islam.

Pendaftaran Santri Baru