Istimewa, 2 Delegasi Yayasan Sampaikan Pembekalan ‘Amaliah Tadris

Bertempat di gedung asrama santri cilik putra, Sabtu, 11 Januari 2014 pimpinan pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Menyampaikan sambutan sekaligus membuka pembekalan ‘amaliah tadris (ujian praktik mengajar. Pembekalan ini diikuti oleh 162 santri yang terdiri dari; 69 santriwan dan 93 santriwati kelas 6 TMI/ XII MA&SMK.

Pembekalan ini berlangsung selama 3 hari; 11 – 13 Januari 2014. Dalam sesi pembukaan ini juga disampaikan sambutan Direktur TMI, ustadz Musthafa Kamal, S.Pd.I, M.Ag dan pembacaan sosialisasi tata- tertib peserta ujian praktik mengajar oleh ustadz Afif Maghfuri Tachroni, S.Pd.I selaku ketua panitia pelaksana.

Seusai pembukaan, seluruh peserta ‘amaliyah tadris segera mendapatkan pemaparan tentang metodologi pengajaran secara umum yang disampaikan langsung oleh Ust. Drs. H. Aunur Rofiq, M.Pd. beliau merupakan rektor Sekolah Tinggi Agama Islam Darunnajah (STAIDA). Kemudian dilanjutkan oleh ust. H. Agus Sugianto, MM.Pd yang memaparkan sifat guru Muthola’ah dan metode pengajarannya. Kedua narasumber tersebut merupakan delegasi dari Yayasan Darunnajah yang berpusat di Jakarta.

Hari kedua pembekalan amaliayah tadris disampaikan oleh kepala SMK Darunnajah, Ust. Fathul Mu’min Wasyraf, S.Pd.I tentang sifat guru dan metodologi pengajaran Fiqh dan Aqidah. Dilanjutkan dengan sifat guru dan metodologi pengajaran Tarikh Islam yang dipaparkan oleh Kepala MA Darunnajah, Ust. Musthofa Kamal, S.Pd.I, M.Ag. Dalam sesi ketiga para peserta UPM juga diajarkan format penulisan I’dad Tadris (RPP/satpel) oleh ustadz Irfan Nuryani, S.Ag yang juga sebagai guru PNS bidang PAI di salah-satu SMA di Cileungsi.

Masih pada hari kedua, juga disampaikan sifat guru dan metodologi pengajaran Imla oleh salah-satu guru senior Darunnajah, ustadz Muhammad Syukron, S.Ag., dan dipungkasi oleh ustadz Trimo Abu Labib, S.Ag yang menjelaskan sifat guru dan metodologi pengajaran Tafsir dan Hadits.

Pada hari ketiga, pembekalan salah-satu program puncak dan unggulan pesantren ini diisi oleh ustadz Saiful Hadi Scada, S.Pd.I, MT dengan materi sifat guru dan metodologi pengajaran bahasa Inggris. Disusul dengan pemaparan sifat guru dan metodologi pengajaran Nahwu oleh alumni perdana Darunnajah, ustadz Ahmad Rosikhin Wasyraf, S.Pd.I

Sesi ketiga pada hari ketiga dilengkapi dengan simulasi pembukaan pengajaran (ta’arruf: ilqoous salaam, tandziimul fashl, assuaal ‘anil maaddah wa kitaabatuhaa tsumma kitaabatu attaarikh alhijriy wat taarikh almiilaadiy bimusyaarokatit talaamiidz, i’laan mauqifil mudarris fil’amaliyah) yang diperagakan oleh Nurul Taufiq dan metode penyampaian kosa-kata ( syarhu mufrodaat biththoriiqoh hadiitsah) oleh Agung Mashudi dan Irjihyanto. Simulasi ini merupakan bagian dari pemyampaian sifat dan metodologi pengajaran Mahfudzot oleh ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, S.H.I

Untuk lebih memahamkan para peserta dalam memberikan kritik dalam ujian praktek mengajar, mereka dikenalkan beberapa istilah Naqd Bahasa Arab dan Inggris yang disampaikan oleh Kepala MTs, Ust. Nasihun Sugik, S.E. kritikan ini meliputi metode ( thoriiqotu tadriis wa khuthuwaatuhu), isi/materi ajar (maaddah dars), presentasi dan sifat guru (ilqoo wa shifaat/ haiaah mudarris), penggunaan alat peraga (alwasaail ta’limiyyah wa thoriiqotu istikhdaamihaa) serta kesalahan bahasa (al akhthoo allughawiyyah/al alhaan).

Agar seluruh peserta dapat memberikan kritikan dengan tepat dan baik, maka diadakan amaliyah tadris percontohan berikut tata-cara penulisan dan penyampaian kritikannya. Untuk materi pelajaran berbahasa arab dipercayakan kepada Iqbal Fathurrahman (santri kelas 6 A) dan bahasa inggris oleh Rofiqul Azizah (santri kelas 6 B). Praktek mengajar percontohan ini dilakukan pada hari Rabu, 15 Januari 2014 dihadiri oleh Kepala Biro Pendidikan, ustadz Faruq Abshori, S.Pd.I, Direktur TMI, Ketua panitia dan seluruh peserta ujian praktik mengajar.

Rofiqul Azizah yang akrab disapa Icul mengungkapkan testimoninya kepada reporter Wardan, Muhlisin Ibnu Muhtarom yang notabene juga wali kelasnya di kelas 6B TMI: “ As a pilot for teaching practice exams this year 2014, certainly I feel happy and proud. However this all is not as easy as we Think. Because little time for preparation and subjects – which for me personally-challenging, and both have great influence. But, Alhamdulillah, everything went smoothly and I get the congratulations, although there are some errors in my appearance. And this moment is very impressive in my heart!”.

Pada ujian praktik mengajar tahun pelajaran 2013 – 2014 ini melibatkan 26 musyrif/ah selaku pembimbing dan penilai. Mereka merupakan para guru senior di pesantren Darunnajah dalam beberapa satuan pendidikan; MTs, SMP, MA dan SMK Darunnajah. sebelum bertugas, para musyrif/ah mendapatkan arahan dari pimpinan pesantren pada Rabu malam Kamis, 15 januari 2014 di sekretariat pesantren.

Dalam forum sharing antar musyrif/ah tersebut bapak kyai mengingatkan agar mereka melakukan amanah ini dengan semaksimal dan sebijaksana mungkin. Panitia juga beliau minta untuk mempersiapkan segala-sesuatunya dengan baik. Pedoman bimbingan dan penilaian agar selalu diupdate. Arsip-arsip kepanitian agar juga terjaga dengan rapi sehingga akan memudahkan pada masa berikutnya.

Masih dalam forum sharing tersebut, ustadz Musthafa Kamal, S.Pd.I, M.Ag selaku direktur TMI juga menyampaikan arahannya. Beliau mengharapkan agar para musyrif/ah ‘lebih bertindak sebagai pembimbing dan bukan hakim’. Juga, dalam sidang intiqoodat (penyampaian kritikan terhadap guru praktek setelah praktek mengajar) agar guru praktek tersebut didorong untuk lebih aktif menyampaikan auto critic dan ‘pembelaannya’ terhadap penilaian/kritikan dari teman-teman sekelompoknya.

Ujian praktik mengajar pada tahun ini berlangsung selama satu minggu, 16 – 22 Januari 2014. Para peserta UPM mengajar di kelas 1,2,3 TMI / VII,VIII,IX MTs/SMP dan Intensif sesuai mata pelajaran, kelas, hari dan jam pelajaran serta kelompok yang telah diatur oleh panitia. Umumnya mereka melakukan praktek pada jam kedua (07.30 – 08.10 wib) dilanjutkan dengan sidang intiqoodat pada jam ketiga ( 08.10 – 08.50 wib) atau parktek mengajar pada jam keenam (10.30 – 11.10 wib) dan dilanjutkan dengan sidang intiqoodat pada jam ketujuh (11.10 – 11.50 wib). Meskipun UPM ini melibatkan banyak guru senior dan kelas santri shighor untuk pratikum, namun kegiatan belajar mengajar secara umum berjalan dengan baik dengan adanya guru tiket dan guru piket.

Setiap peserta ujian ‘amaliyah tadris akan dinilai dari 8 unsur: naskah I’dah/satpel/rpp, metode dan tehnik pengajarannya, isi bobot materi pelajaran, sikap dan perangainya sebagai seorang guru, penggunaan alat peraga, tingkat kefasihan dan kebenaran bahasa arab / inggris, kehadiran dalam praktikum di kelas dan sidang intiqoodat serta kemampuan mengritik diri sendiri (auto critic) maupun kepada guru praktek lain yang merupakan kawan sekelompoknya.

UPM diharapkan akan melahirkan guru-guru handal nan professional, mengingat bahwa pesantren Darunnajah menamakan dirinya pesantren TMI (Tarbiyatul Mu’allimin/at Islamiyyah) yang merupakan ‘adopsi’ dari KMI (Kuliyatul Mu’allimin/at Islamiyah) Gontor, dan bisa disejajarkan dengan istilah PGA (Pendidikan Guru Agama) pada beberapa tahun silam. (wardan/abu ezzat el wazira).