Pameran Buku Islam (Islamic Book Fair) selalu menarik kalangan muslim nusantara. Setiap tahunnya, pameran buku Islam yang diselenggarakan di Jakarta ini menjadi event yang diminati dan dinanti. Karena selain dapat berburu segala macam buku, dari semua judul buku, pengarang, penerbit dan jenis buku, pengunjung dapat menikmati acara-acara lain yang tak kalah menarik. Misalnya pada Islamic Book Fair yang ketujuh tahun ini, di hari pertama, panitia menyuguhkan bedah buku ‘Muhammad SAW Super Leader Super Manager’ bersama DR. M. Syafi’I Antonio, M.Ec.
Pesan Islamic Book Fair juga ditangkap oleh santriwan-santriwati Darunnajah Cipining. Jauh-jauh hari ketika berbagai media mulai mengiklankan, para santri ini sudah dikoordinasikan oleh masing-masing organisasi untuk turut serta mengunjunginya.
a. Rombongan Santri Putri
Hari Jum’at (07/03/2008) santri putri mendapatkan giliran pertama mengunjungi Book Fair dibimbing oleh Ustadzah Kunarti, S,Pd.I dan Ustadzah Ella Khulasoh, S.Sos. Bersama beberapa guru putri lainnya, 95 santri putri berangkat menuju lokasi dengan mengendarai 2 bus.
Pukul 12.00 WIB rombongan telah sampai di lokasi. Setelah makan siang dan shalat Dzuhur, mereka diberi kesempatan untuk berburu buku masing-masing. Namun banyak di antara santri yang mengaku bingung. Pasalnya mereka tidak mempersiapkan daftar buku yang ingin dibeli, sehingga begitu menemukan banyak buku baru dan bagus-bagus, mereka ingin membelinya. Menyiasati hal ini, mereka harus benar-benar memprioritaskan buku apa yang hendak dibeli.
Setelah puas menyerbu stand-stand pameran selama 4 jam, mereka pun kembali berkumpul dengan tentengan (buku-red) di tangan masing-masing. Dari wajah-wajah mereka tergambar guratan-guratan kelelahan yang diselingi kegembiraan. Hari itu, mereka telah melewatkan hari di tengah-tengah syiar Islam.
Selanjutnya, pimpinan rombongan mengintruksikan untuk shalat Ashar, dan pukul 17.00 WIB rombongan pun kembali meluncur meninggalkan Istora Senayan dangan harapan tahun depan dapat kembali lagi. Menjawab pertanyaan WARDAN berkaitan dengan alasannya mengunjungi Book Fair, Ustadzah Kunarti menjelaskan agar wawasan dan keilmuan santri bertambah.
Sebagaimana yang dijelaskan Ustadzah Kun, sapaan akrab Ustadzah Kunarti, beberapa santriwati memperoleh manfaat dari mengunjungi Book Fair. “Dengan mengunjungi Book Fair, saya jadi suka membaca” ungkap Miftahul Jannah, santri kelas VII MTs/III TMI. Berbeda dengan Jannah, beberapa santri putri malah ingin bisa menulis buku sendiri, agar bukunya juga bisa dipamerkan di Book Fair.
b. Rombongan Santri Putri Lokal (Sanlok)
Pada hari yang sama, 2 mobil Carry berisi rombongan santri putri lokal (sanlok) juga mengunjungi Book Fair dengan pembimbing ustadzah Enok Putriana dan Ustadzah Anah Nurhasanah.
Tanpa menunggu lebih lama, mereka langsung berbaur dengan para pengunjung yang kebetulan ramai pada hari itu, setelah sebelumnya makan siang dan shalat Zhuhur. Salah satu stand yang menarik perhatian mereka adalah stand penerbit ‘Mirqat’ yang banyak menerbitkan buku-buku remaja seperti ‘Aku Remaja Maka Aku Beriman’ karya Abu Ubaidillah dan ‘Saudariku, Engkau Permata Dunia’ karya Ibnu Fahrullah.
Puas dengan berkeliling dari satu stand ke stand lainnya, memasuki pukul 17.00 WIB mereka kembali ke Darunnajah. Banyak cerita terekam di hati mereka saat itu. Salah satu yang terkesan adalah mereka mendapati suasana damai, sejuk, dan Islami di arena pameran itu.
c. Rombongan Santri Putri Nonasrama
Pada hari Sabtu (08/03/2008), sebagian siswi nonasrama kelas X Aliyah juga menyempatkan untuk mengunjungi Book Fair. Dengan mengendarai mobil sewaan, rombongan yang dipimpin oleh Ustadzah Anah Nurhasanah ini menuju lokasi setelah mendapatkan izin dari kepala madrasah, Ustadz Drs. Abdul Rosyid.
Sampai di tujuan, rombongan terlebih dahulu melaksanakan shalat Zhuhur dan makan siang. Setelah itu, mereka pun menyerbu pameran, berkeliling dari satu stand ke stand yang lain. Melihat banyak buku yang bagus, mereka pun membeli beberapa di antaranya. Contohnya Yeni, panggilan dari Maryeni, kelas X Aliyah/ IV TMI ini membeli buku ‘Lahirlah dengan Cinta’ karya Ali Ghufron Sudirman, Lc. serta ‘Cinta, Nafsu, dan Gairah Muda’ oleh Nabil Hamid Al-Mu’az, keduanya terbitan Amzah.
Menyadari bahwa waktu telah sore, rombongan pun memutuskan untuk pulang. Kesan yang disampaikan Ustadzah Anah mengenai Book Fair ini adalah rasa kagumnya terhadap buku-buku yang ada. “Wah, bukunya banyak banget, baru-baru lagi” tuturnya di tempat tugasnya, kantor TU Madrasah Aliyah. Namun, rasa kecewa juga dirasakan oleh mereka berkaitan dengan penundaan salah satu acara. “Tadinya sih pengen lihat ‘Ayat-Ayat Cinta’, ternyata ditunda besok”. ungkap Maryeni, siswi kelas 1 MA.
d. Rombongan Santri Putra
Hari Minggu (09/03/2008) adalah hari yang cukup istimewa, karena hari itu adalah hari terakhir Islamic Book Fair ketujuh yang mengusung tema ‘Ukhuwah Membangun Kemandirian Umat’. Keistimewaan hari terkhir juga berarti diskon yang ditawarkan oleh masing-masing penerbit lebih besar dari hari-hari sebelumnya. Maka, pada hari itu, luapan pengunjung menjadi pemandangan yang menghiasi arena pameran.
Sangat beruntung bagi santri putra Darunnajah Cipining yang pada hari itu mendapat kesempatan untuk menyaksikan dan meramaikannya. Rombongan yang dikomandani Ustadz Syarki dan Ustadz Nasikun,S.E. ini berangkat dari pesantren tepat pukul 10.00 WIB menggunakan bus berkapasitas 60 penumpang dan 1 mobil ‘Carry’, dan tiba di Istora Senayan pukul 14.00 WIB.
Setibanya di lokasi rombongan menikmati makan siang dan melaksanakan shalat Zhuhur berjamaah di area sekitar pameran. Setelah itu, mereka langsung bergabung dengan pengunjung lain tenggelam dalam aksinya berburu buku. Sementara itu, di panggung utama, Marissa Haque, istri Ikang Fauzi, tengah asyik membedah buku yang berjudul ‘Aisyah’.
Selain itu, rombongan juga mendapat kejutan bertemu dengan artis ‘Ayat-Ayat Cinta’ yang sedang launching filmnya. Namun sayang, tempat yang disediakan panitia tidak mampu menampung pengunjung yang membanjiri ruangan. Suguhan konser nasyid dari Shoutul Harokah, Ar-Ruhul Jadid, Izzatul Islam dan lainnya pun menjadi penambah semaraknya penutupan Book Fair hari itu.
Menjelang waktu Maghrib, rombongan menyelesaikan belanjaannya. Dengan berat hati, rombongan meninggalkan Istora Senayan, karena ada satu acara yang tidak dapat diikuti disebabkan waktu yang tidak memungkinkan, yaitu tausiyah KH. Abdullah Gymnastiar. Memasuki pukul 23.00 WIB, rombongan kembali tiba di pesantren dengan selamat.